| {69} Al-Haqqah / الحاقة | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | نوح / Nuh {71} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Ma’arij المعارج (Tempat Naik) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 70 Tafsir ayat Ke 39.
كَلَّا ۖ إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِمَّا يَعْلَمُونَ ﴿٣٩﴾
kallā, innā khalaqnāhum mimmā ya’lamụn
QS. Al-Ma’arij [70] : 39
Tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.
Wahai Rasul, apakah yang menghalangi orang-orang kafir itu bersegera datang kepadamu? Padahal mereka telah memanjangkan leher dan menghadapkan pandangan kepadamu, berkumpul di sebelah kanan dan kiri secara bergerombol dan berkelompok, berbicara dan terheran-heran satu sama lain. Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin dimasukkan Allah ke dalam surga yang penuh kenikmatan? Namun, sekali-kali tidak, kenyataannya tidaklah seperti yang diinginkan. Selamanya mereka tidak akan pernah masuk surga. Sesungguhnya, Kami telah menciptakan mereka dari air yang hina, sebagaimana mereka mengetahuinya, seperti halnya yang lain. Kemudian mereka tidak beriman. Dari manakah mereka akan mendapatkan kemuliaan untuk memasuki surga yang penuh dengan kenikmatan?
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan? Sekali-kali tidak! (Al-Ma’arij: 38-39)
Maksudnya, apakah mereka yang keadaannya seperti itu, yakni lari dari Rasul dan anti pati terhadap perkara hak, dapat memasuki surga-surga yang penuh dengan kenikmatan? Sekali-kali tidak, bahkan tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam. Selanjutnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman, menyatakan bahwa hari kiamat itu pasti terjadi dan azab akan menimpa mereka yang mengingkari kejadiannya dan menganggapnya sebagai kejadian yang mustahil. Hal ini diungkapkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan membuktikan terhadap mereka bahwa Dialah Yang Menciptakan mereka dari semula; maka mengembalikan penciptaan itu jauh lebih mudah bagi-Nya daripada memulainya, padahal mereka mengakui hal ini. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani). (Al-Ma’arij: 39)
Yaitu dari air mani yang lemah, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina. (Al-Mursalat: 20)
Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati). Pada hari ditampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. (At-Tariq: 5-10)
36-39. Allah berfirman menjelaskan orang-orang kafir yang tertipu, “Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu,” yakni datang cepat-cepat, “dari kanan dan kiri dengan berkelompok-kelompok,” yakni kelompok-kelompok yang beragam dan jamaah-jamaah yang berlainan, masing-masing dari mereka bangga dengan apa yang ada pada mereka; “adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?” apa gerangan yang akan membuat mereka ambisi sedangkan mereka hanya melakukan kekufuran dan pembangkangan terhadap Rabb semesta alam. Karena itu Allah berfirman, “Sekali-kali tidak,” yakni masalahnya tidak seperti yang mereka bayangkan dan kekuatan mereka tidak akan mampu mencapai apa yang mereka inginkan. “Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui(air mani) ,” yaitu dari air yang memancar yang keluar dari tulang punggung (sulbi) dan tulang dada. Mereka adalah makhluk lemah yang tidak bisa memberi guna maupun bahaya pada diri sendiri serta tidak berkuasa atas kematian, kehidupan, dan kebangkitan.
Tidak mungkin, sekali-kali tidak akan masuk surga mereka itu! sesungguhnya kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui yaitu dari setetes mani yang mereka jijik melihatnya. Faktor lahiriah tersebut tidak mungkin mengantar mereka masuk surga, tetapi keimananlah yang dapat mengantarkan mereka masuk surga. 40-41. Ayat ini untuk menegaskan kemahakuasaan Allah. Maka aku bersumpah demi tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang, sungguh kami benar-benar mahakuasa atas segala sesuatu, dan kami pasti mampu untuk mengganti mereka yang kafir itu dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.
Al-Ma’arij Ayat 39 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Ma’arij Ayat 39, Makna Al-Ma’arij Ayat 39, Terjemahan Tafsir Al-Ma’arij Ayat 39, Al-Ma’arij Ayat 39 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Ma’arij Ayat 39
Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44