Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 116 الشعراء Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{25} Al-Furqan / الفرقان الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ النمل / An-Naml {27}

Tafsir Al-Qur’an Surat Asy-Syu’ara الشعراء (Penyair) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 26 Tafsir ayat Ke 116.

Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 116

قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ ﴿١١٦﴾

qālụ la`il lam tantahi yā nụḥu latakụnanna minal-marjụmīn

QS. Asy-Syu’ara [26] : 116

Arti / Terjemah Ayat

Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati).”

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Kaum Nuh mengelak dari perbincangan dan menggantinya dengan ancaman, mereka berkata kepadanya: Wahai Nuh, bila kamu tidak meninggalkan dakwahmu, niscaya kamu akan mati dengan lemparan batu dari kami.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Setelah Nuh a.s. tinggal lama di kalangan mereka seraya menyeru mereka untuk menyembah Allah siang dan malam, baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan, dan setiap kali Nuh a.s. menyeru mereka untuk menyembah Allah, maka semakin nekad pula sikap mereka dalam kekafirannya dan makin sengit pula penolakan mereka terhadap seruannya. Pa’da akhirnya mereka mengatakan:

Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti, hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam. (Asy-Syu’ara’: 116)

Yakni sungguh jika kamu tidak mau berhenti dari seruanmu itu yang mengajak agar memeluk agamamu.

niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam. (Asy-Syu’ara’: 116)

Artinya, sungguh kami akan merajammu. Maka pada saat itulah Nabi Nuh a.s. berdoa kepada Allah untuk kebinasaan mereka, yaitu dengan suatu doa yang diperkenankan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎

Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka. (Asy-Syu’ara’: 117-118), hingga akhir ayat.

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka dia mengadu kepada Tuhannya, “Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan. Oleh sebab itu, tolonglah (aku).”(Al-Qamar: 10), hingga akhir ayat.

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (Asy-Syu’ara’: 119-120)

Al-masyhun artinya penuh dengan muatan barang dan berbagai macam binatang yang dimuat di dalamnya, masing-masing jenis satu jodoh. Yakni Kami selamatkan Nuh beserta semua pengikutnya dan Kami tenggelam­kan semua orang yang kafir kepadanya dan menentang perintahnya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. (Asy-Syu’ara’: 121-122)

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Kemudian Nuh ‘alaihissalam terus berdakwah kepada mereka siang dan malam, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, namun mereka tidak bertambah kecuali makin jauh, dan قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُ “Mereka berkata, ‘Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh’,” dari dakwahmu kepada kami agar kami hanya beribadah kepada Allah saja, لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ “niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam.” Maksudnya, niscaya kami akan membunuhmu dengan sekeji-kejinya, yaitu dilempar dengan batu hingga mati, sebagaimana anjing dibunuh. Sungguh celaka mereka! Betapa sangat buruknya respons mereka! Mereka merespons orang yang sangat tulus nan terpercaya yang sangat sayang kepada mereka daripada diri mereka sendiri, dengan seburuk-buruk respon.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

116. Mendengar jawaban nabi nuh yang demikian tegas dan masuk akal, kaumnya mengintimidasinya. Mereka berkata, ‘wahai nuh! sungguh, jika engkau tidak mau berhenti dari ajakanmu, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam yaitu dilempari batu sampai mati. ‘ demikianlah sikap orang-orang zalim pada setiap zaman. Mereka akan menggunakan kekuatan jika kalah dalam adu argumentasi. Mendengar ancaman kaumnya, nabi nuh mengadu kepada tuhannya:117. Dia, nabi nuh, berkata, ‘ya tuhanku sungguh kaumku telah mendustakan aku. Mereka telah memilih jalan kesesatan, padahal aku, se-suai dengan perintah-Mu, telah mengajak mereka dengan baik-baik, siang dan malam, selama ratusan tahun, untuk kembali ke jalan-Mu. “.


Asy-Syu’ara Ayat 116 Arab-Latin, Terjemah Arti Asy-Syu’ara Ayat 116, Makna Asy-Syu’ara Ayat 116, Terjemahan Tafsir Asy-Syu’ara Ayat 116, Asy-Syu’ara Ayat 116 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Asy-Syu’ara Ayat 116


Tafsir Surat Asy-Syu’ara Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227