Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 185 الشعراء Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{25} Al-Furqan / الفرقان الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ النمل / An-Naml {27}

Tafsir Al-Qur’an Surat Asy-Syu’ara الشعراء (Penyair) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 26 Tafsir ayat Ke 185.

Al-Qur’an Surah Asy-Syu’ara Ayat 185

قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ ﴿١٨٥﴾

qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn

QS. Asy-Syu’ara [26] : 185

Arti / Terjemah Ayat

Mereka berkata, “Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Mereka menjawab: Wahai Syu’aib, kamu hanya termasuk orang-orang yang terkena sihir dengan berat, sehingga mereka kehilangan akal.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan tentang jawaban kaum Syu’aib terhadap Syu’aib, yaitu jawaban yang sama seperti yang dikatakan oleh kaum Samud kepada rasul mereka, karena hati mereka (yang kafir) itu sama saja. Mereka mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir. (Asy-Syu’ara’: 185)

Yakni termasuk orang yang terkena sihir, sebagimana yang telah dijelas­kan di atas.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Mereka berkata kepadanya dengan sikap mendustakan dan menolak perkataannya, إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِين “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir.” Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, وَمَا أَنْتَ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا “dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami.” Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu mengajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan sepakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan,

إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ

“Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya.” (Ibrahim: 11).

وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ “Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.” Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah جَلَّ جَلالُهُ telah memperlihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu’aib ‘alaihissalam yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan mendebat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah meyakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu’aib adalah kedustaan dari mereka sendiri.

فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ “Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit,” maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ “jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka,

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, ‘Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih’.” (Al-Anfal: 32),

atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

185. Mereka berkata: “engkau tidak lain hanyalah orang yang kena sihir, semua nabi yang berdakwah kepada kaumnya dituduh sebagai pesihir sebagai cara untuk menjauhkan para nabi dengan masyarakat. 186. Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, yang makan dan minum. Apa keistimewaanmu sehingga engkau menjadi seorang utusan tuhan’ dan sesungguhnya kami yakin bahwa engkau benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Inilah usaha untuk mematikan gerak dakwah nabi syuaib.


Asy-Syu’ara Ayat 185 Arab-Latin, Terjemah Arti Asy-Syu’ara Ayat 185, Makna Asy-Syu’ara Ayat 185, Terjemahan Tafsir Asy-Syu’ara Ayat 185, Asy-Syu’ara Ayat 185 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Asy-Syu’ara Ayat 185


Tafsir Surat Asy-Syu’ara Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176 | 177 | 178 | 179 | 180 | 181 | 182 | 183 | 184 | 185 | 186 | 187 | 188 | 189 | 190 | 191 | 192 | 193 | 194 | 195 | 196 | 197 | 198 | 199 | 200 | 201 | 202 | 203 | 204 | 205 | 206 | 207 | 208 | 209 | 210 | 211 | 212 | 213 | 214 | 215 | 216 | 217 | 218 | 219 | 220 | 221 | 222 | 223 | 224 | 225 | 226 | 227