| {10} Yunus / يونس | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | يوسف / Yusuf {12} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Hud هود (Nabi Hud) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 11 Tafsir ayat Ke 110.
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَاخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ ﴿١١٠﴾
wa laqad ātainā mụsal-kitāba fakhtulifa fīh, walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum, wa innahum lafī syakkim min-hu murīb
QS. Hud [11] : 110
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkannya. Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka. Sungguh, mereka (orang kafir Mekah) benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya (Al-Qur’an).
Dan sesungguhnya, Kami telah memberikan Kitab Taurat kepada Nabi Musa. Lalu kaumnya berselisih tentang Kitab itu. Maka sebagian diantara mereka beriman kepadanya dan sebagian lainnya kafir. Hal ini seperti perlakuan kaummu terhadap Al Qur’an. Seandainya tidak ada ketetapan terdahulu dari Rabb-mu bahwa Dia tidak akan menyegerakan azab bagi makhluk-Nya, niscaya terlaksana ketetapan Allah di dunia atas mereka, yaitu dengan dimusnahkannya para pendusta dan diselamatkannya mereka yang beriman. Sesungguhnya orang-orang kafir dari kaum Yahudi dan dari golongan orang-orang musyrik (wahai Rasul) benar-benar berada dalam keraguan dan tidak percaya mengenai Al Qur’an ini.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka.
Ibnu Jarir mengatakan, “Seandainya tidak ada takdir-Nya yang terdahulu yang memutuskan bahwa Dia menangguhkan azab-Nya sampai kepada waktu yang telah ditentukan, niscaya Allah menetapkan hukuman di antara mereka.”
Dapat pula diartikan bahwa Allah tidak akan mengazab seseorang melainkan sesudah tegaknya hujah atas orang itu dan rasul telah diutuskan kepadanya, seperti yang disebutkan di dalam firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (Al Israa’:15)
Dan sesungguhnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah berfirman dalam ayat yang lainnya, yaitu:
Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan. (Thaahaa:129-130)
Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan bahwa kelak Dia akan menghimpunkan orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian dari kalangan semua umat, lalu Dia memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan amal perbuatan masing-masing. Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik, dan jika amal perbuatannya buruk, maka balasannya buruk pula.
Allah جَلَّ جَلالُهُ mengabarkan bahwa Dia telah memberi Musa kitab Taurat yang mewajibkan kesepakatan atas perintah-perintah dan larangan-laranganNya, akan tetapi meskipun begitu, orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya berselisih dengan perselisihan yang merugikan akidah mereka dan kesatuan agama mereka. وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ “Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu”, dengan menangguhkan mereka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ “niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka,” dengan ditimpakannya azab kepada orang zhalim akan tetapi hikmah Allah جَلَّ جَلالُهُ menuntut ditundanya keputusan di antara mereka sampai Hari Kiamat dan mereka diam dalam keraguan pertanyaan. Jika begini sikap mereka terhadap kitab mereka, bersama al-Qur`an yang Allah جَلَّ جَلالُهُ wahyukan kepadamu, maka tidaklah aneh jika ada sebagian dari orang-orang Yahudi yang tidak beriman kepadanya dan mereka selalu meragukannya.
Setelah dijelaskan tentang keingkaran penduduk mekah terhadap risalah nabi Muhammad serta penolakan mereka terhadap Al-Qur’an, berikut ini dijelaskan tentang keberadaan umat nabi musa terhadap kitab suci yang diturunkan kepadanya. Dan sungguh, kami telah menurunkankan kitab taurat kepada musa, lalu diperselisihkannya tentang isi kitab itu oleh bani israil, sehingga ada yang mempercayainya ada juga yang mengingkarinya, mereka yang mengingkari karena mengikuti hawa nafsunya. Dan kalau tidak ada ketetapan yang terdahulu dari tuhanmu untuk menunda siksaan hingga hari kiamat, niscaya telah dilaksanakan hukuman di antara mereka berupa azab pada waktu itu juga. Sungguh, mereka orang kafir mekah dan orang-orang yang mengingkari kitab taurat benar-benar dalam kebimbangan dan keraguan terhadapnya yakni kebenaran isi kandungan kitab suci yang diturunkan Allah. Tapi jangan duga bahwa Allah akan membiarkan mereka yang berselisih. Allah memperhatikan mereka dan besumpah, sesungguhnya kepada masing-masing yang berselisih itu pasti tuhanmu akan memberi balasan secara penuh atas perbuatan mereka pada hari pembalasan, sebagai imbalan atas perbuatan mereka. Sungguh, dia mahateliti terhadap perbuatan apa saja yang mereka kerjakan baik yang ditampakkan atau disembunyikan. Allah maha mengetahui dan mahateliti, tidak ada satu pun perbuatan manusia yang terlewat dari pengamatan Allah.
Hud Ayat 110 Arab-Latin, Terjemah Arti Hud Ayat 110, Makna Hud Ayat 110, Terjemahan Tafsir Hud Ayat 110, Hud Ayat 110 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Hud Ayat 110
Tafsir Surat Hud Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123