Tafsir Al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 47 فصلت Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{40} Ghafir / غافر الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الشورى / Asy-Syura {42}

Tafsir Al-Qur’an Surat Fussilat فصلت (Yang Dijelaskan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 41 Tafsir ayat Ke 47.

Al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 47

۞ إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ ۚ وَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرَاتٍ مِنْ أَكْمَامِهَا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ ۚ وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ أَيْنَ شُرَكَائِي قَالُوا آذَنَّاكَ مَا مِنَّا مِنْ شَهِيدٍ ﴿٤٧﴾

ilaihi yuraddu ‘ilmus-sā’ah, wa mā takhruju min ṡamarātim min akmāmihā wa mā taḥmilu min unṡā wa lā taḍa’u illā bi’ilmih, wa yauma yunādīhim aina syurakā`ī qālū āżannāka mā minnā min syahīd

QS. Fussilat [41] : 47

Arti / Terjemah Ayat

Kepada-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat itu dikembalikan. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, “Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?” Mereka menjawab, “Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat memberi kesaksian (bahwa Engkau mempunyai sekutu).”

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Hanya kepada Allah -yang tiada sekutu bagi-Nya- kembalinya ilmu tentang datangnya hari Kiamat. Sesungguhnya tiada seorang pun yang mengetahui kapan terjadinya hari Kiamat. Tidaklah buah-buahan kuncup dari kelopaknya dan tidaklah perempuan hamil melahirkan kecuali semua atas ilmu Allah. Tiada sesuatu pun dari semua itu yang luput dari pengawasan-Nya. Itulah hari ketika Allah memanggil orang-orang musyrik itu dengan penuh kehinaan dan menampakkan kebohongan mereka, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang kalian sembah?” Mereka menjawab, “Sekarang kami menyatakan bahwa tiada seorang pun yang menjadi saksi pada hari ini bahwa Engkau mempunyai sekutu.”

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat. (Fushshilat: 47)

Yakni tidak ada seorang pun yang mengetahuinya selain Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎, seperti yang dikatakan oleh penghulu manusia Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ kepada Jibril yang merupakan penghulu malaikat ketika Jibril bertanya kepadanya tentang bilakah hari kiamat itu terjadi. Maka beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab:

Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui (tentang hari kiamat) daripada orang yang menanya.

Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktu hari kiamat). (An-Nazi’at: 44)

Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan kedatangannya selain Dia. (Al-A’raf: 187)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. (Fushshilat-47)

Yaitu semuanya terjadi dengan sepengetahuan-Nya, tiada suatu sel pun yang ada di langit dan tidak pula yang ada di bumi terhalang dari pengetahuan-Nya. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ telah berfirman dalam ayat yang lain, yaitu:

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (Pula). (Al-An’am: 59)

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (Ar-Ra’d: 8)

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan tidak sekali-kali dipanjangkan umur seorang yang berusia panjang dan tidak pula dikurangi usianya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (lauh mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (Fathir: 11)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Pada hari Tuhan memanggil mereka, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku?” (Fushshilat: 47)

Di hari kiamat kelak Allah memanggil orang-orang musyrik di mata semua makhluk, “Di manakah sekutu-sekutu yang kalian sembah bersama-Ku?”

Mereka menjawab, “Kami nyatakan kepada Engkau, bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang memberi kesaksian.” (Fushshilat: 47)

Yakni tiada seorang pun dari kami pada hari ini yang memberikan kesaksian bahwa Engkau mempunyai sekutu.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Tafsir Ayat:

Ini adalah informasi tentang kemahaluasan ilmu Allah جَلَّ جَلالُهُ dan kekhususanNya dengan ilmu yang tidak ada yang mengetahuinya selain Dia, seraya berfirman, إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ “KepadaNyalah dikembalikan pengetahuan tentang Hari Kiamat.” Maksudnya, seluruh makhluk mengembalikan pengetahuan tentang Kiamat kepada Allah جَلَّ جَلالُهُ dan mereka mengakui kelemahan mereka tentangnya. Para rasul, para malaikat dan lain-lainnya pun sama.

وَمَا تَخْرُجُ مِنْ ثَمَرَاتٍ مِنْ أَكْمَامِهَا “Dan tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya,” yakni dari tempatnya ia keluar, dan ini meliputi semua buah-buahan seluruh pepohonan yang ada di berbagai negeri dan daratan; maka tidak ada satu pun buah salah suatu pohon keluar melainkan Dia mengetahuinya secara terperinci. وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى “Dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung,” maksudnya, perempuan dari anak cucu Nabi Adam dan selain mereka dari seluruh jenis hewan melainkan berdasarkan pengetahuanNya, وَلا تَضَعُ “dan tidak pula melahirkan” seorang perempuan akan kandungannya إِلا بِعِلْمِهِ “melainkan dengan sepengetahuanNya.”

Lalu bagaimana kaum musyrikin menyamakan sesuatu yang tidak mempunyai pengetahuan, pendengaran ataupun penglihatan dengan Allah جَلَّ جَلالُهُ?

وَيَوْمَ يُنَادِيهِم “Pada hari Dia memanggil mereka,” maksudnya, memanggil orang-orang musyrik pada Hari Kiamat sebagai cercaan terhadap mereka dan untuk membeberkan kedustaan mereka. Lalu Dia berkata kepada mereka, أَيْنَ شُرَكَائِيَ “Di manakah sekutu-sekutuKu itu,” yakni, yang kalian klaim bahwa mereka adalah sekutu-sekutuKu, lalu kalian menyembahnya dan kalian mendebat (ayat-ayatKu) karenanya serta kalian melakukan permusuhan terhadap para rasulKu juga karenanya? قَالُوا “Mereka menjawab,” seraya mengakui kepalsuan ketuhanan dan persekutuan sembahan-sembahan itu bersama Allah, آذَنَّاكَ مَا مِنَّا مِنْ شَهِيدٍ “Kami nyatakan kepadaMu bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang memberi kesaksian,” maksudnya, kami maklumkan kepadaMu, ya Rabb kami, dan berikanlah kesaksian kepada kami bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang bisa memberikan kesaksian akan kebenaran ketuhanan dan persekutuan dari sembahan-sembahan itu. Jadi, masing-masing kami saat ini telah mengakui ketidakbenaran menyembahnya dan kami berlepas diri darinya.

Maka dari itu Allah berfirman, وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَدْعُونَ “Dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah dahulu,” selain Allah. Maksudnya, lenyaplah kepercayaan-kepercayaan dan amal perbuatan mereka yang karenanya mereka menghabiskan usia untuk menyembah selain Allah, dan mereka mengira bahwa itu semua berguna bagi mereka dan dapat mencegah azab dari mereka serta dapat memberikan syafa’at kepada mereka di sisi Allah. Sia-sialah usaha mereka dan batallah dugaan mereka serta tidak berguna sedikitpun sembahan-sembahan mereka itu. وَظَنُّوا “Dan mereka mengira,” maksudnya, mereka yakin pada saat itu, مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ “bahwa tidak ada bagi mereka satu pun jalan keluar,” maksudnya, seorang penyelamat yang bisa menyelamatkan mereka, juga tidak seorang penolong ataupun tempat berlindung. Inilah akhir kesu-dahan orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain. Allah menjelaskannya kepada hamba-hambaNya agar mereka tidak mempersekutukanNya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa tidak seorang pun yang mampu mengetahui terjadinya kiamat, hanya kepada-Nyalah ilmu tentang hari kiamat itu dikembalikan. Hanya dia yang maha mengetahui kapan terjadinya dan perincian kejadiannya. Tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya, dan tidak seorang perempuan pun yang mengandung dan yang melahirkan, melainkan semuanya dengan sepengetahuan-Nya. Dialah yang mengetahui secara pasti dan segala perinciannya. Pada hari kiamat itu, dia (Allah) menyeru mereka, yakni orang-orang musyrik, ‘di manakah sekutu-sekutu-ku itu, yaitu berhala-berhala yang di dunia dahulu kamu sembah dan kamu duga dapat menyelamatkanmu dari siksaan-ku” mereka menjawab, ‘kami nyatakan kepada engkau bahwa tidak ada seorang pun di antara kami yang dapat menjadi saksi yang memberi kesaksian pada hari ini. ’48. Dan dengan pernyataan mereka itu, lenyaplah dari hadapan mereka pada hari kiamat itu apa yang di dunia dahulu selalu mereka sembah, dan mereka pun ketika itu juga tahu bahwa tidak ada jalan keluar bagi mereka yang dapat menghindarkan mereka dari azab Allah.


Fussilat Ayat 47 Arab-Latin, Terjemah Arti Fussilat Ayat 47, Makna Fussilat Ayat 47, Terjemahan Tafsir Fussilat Ayat 47, Fussilat Ayat 47 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Fussilat Ayat 47


Tafsir Surat Fussilat Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54