Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 96 المؤمنون Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{22} Al-Hajj / الحج الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ النور / An-Nur {24}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun المؤمنون (Orang-Orang Mukmin) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 23 Tafsir ayat Ke 96.

Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 96

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ ﴿٩٦﴾

idfa’ billatī hiya aḥsanus-sayyi`ah, naḥnu a’lamu bimā yaṣifụn

QS. Al-Mu’minun [23] : 96

Arti / Terjemah Ayat

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan (cara) yang lebih baik, Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (kepada Allah).

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Wahai Rasul! Jika sekiranya musuh-musuhmu berbuat buruk terhadap dirimu, baik dengan ucapan maupun perbuatan, janganlah engkau membalasnya dengan keburukan. Namun tolaklah perbuatan buruk mereka dengan berbuat baik kepada mereka. Kami lebih mengetahui apa yang disifatkan orang-orang musyrik itu berupa kesyirikan dan pendustaan. Kami akan membalas mereka dengan balasan yang paling buruk.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik.

Hal ini sama dengan apa yang diungkapkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar. (Al Fushilat:34-35), hingga akhir ayat.

Yakni tiada orang yang dianugerahi pekerti atau sifat ini,

melainkan hanya kepada orang-orang yang sabar. (Al Fushilat:35)

dalam menghadapi gangguan manusia, mereka membalas manusia dengan kebaikan, sekalipun manusia memperlakukan mereka dengan perlakuan yang buruk

dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. (Al Fushilat:35)

Maksudnya, keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Ini termasuk budi pekerti luhur yang mana Allah me-merintahkan RasulNya untuk melaksanakannya. Allah berfirman, {ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ} “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik.” Maksudnya, jika musuh-musuhmu telah berbuat buruk kepada dirimu dalam bentuk ucapan maupun perbuatan, maka janganlah engkau menyikapi mereka dengan tindakan buruk. Walaupun boleh untuk membalas orang yang telah berbuat buruk dengan tindakan serupa, akan tetapi, tolaklah sikap buruk mereka kepadamu dengan berbuat baik kepada mereka. Itu merupakan bentuk kemurahan hatimu kepada orang yang telah berbuat buruk itu. Di antara manfaatnya, ulah buruknya kepadamu akan ber-kurang, sekarang dan di masa datang. Sikap tersebut lebih efektif untuk menarik orang yang telah berbuat buruk tersebut ke jalan yang benar, lebih mempercepatnya untuk menyesal, sedih dan kembali dengan taubat dari apa yang pernah dilakukannya. Orang yang memberi maaf, berarti mempunyai sifat ihsan (kebaikan). De-ngan itu, dia mampu mempecundangi setan serta berhak menerima pahala dari Allah. Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman,

{فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ}

“Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (Asy-Syura: 40).

{ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ * وَمَا يُلَقَّاهَا}

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan,” maksudnya, tidaklah diberi taufik untuk bersifat luhur seperti ini,

{إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ}

“Melainkan (kepada) orang-orang yang sabar, dan tidaklah dianu-gerahkan melainkan (kepada) orang-orang yang mempunyai keberun-tungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35).

FirmanNya, {نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ} “Dan Kami lebih mengetahui apa yang mereka bisikkan,” yaitu ucapan-ucapan yang mereka lontarkan, berupa omongan-omongan yang memuat unsur kekufuran dan pendustaan kepada kebenaran. Sungguh ilmu Kami telah meliputi-nya. Kami telah lunak terhadap mereka, memberikan kesempatan bagi mereka serta menahan diri. Kebenaran milik Kami. Pendustaan mereka juga milik Kami. Engkau wahai Muhammad, sepatutnya bersabar atas lontaran yang keluar dari mulut mereka dan menyi-kapi mereka dengan tindakan baik. Inilah tugas seorang hamba dalam menyikapi orang yang telah berbuat tidak baik.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Allah dalam ayat ini mengajari nabi cara menghadapi pendustaan kaum musyrik. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yang lebih baik, antara lain dengan tetap berbuat baik kepada mereka semampumu, memaafkan kesalahan mereka yang berkaitan dengan hak pribadimu, atau tidak menanggapi ejekan dan cemoohan mereka. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan kepada Allah. 97-98. Dan katakanlah, wahai nabi Muhammad, ‘ya tuhanku, aku berlindung kepada engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung pula kepada engkau ya tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku dalam segala aktivitasku. ‘.


Al-Mu’minun Ayat 96 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Mu’minun Ayat 96, Makna Al-Mu’minun Ayat 96, Terjemahan Tafsir Al-Mu’minun Ayat 96, Al-Mu’minun Ayat 96 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Mu’minun Ayat 96


Tafsir Surat Al-Mu’minun Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118