Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 62 المؤمنون Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{22} Al-Hajj / الحج الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ النور / An-Nur {24}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun المؤمنون (Orang-Orang Mukmin) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 23 Tafsir ayat Ke 62.

Al-Qur’an Surah Al-Mu’minun Ayat 62

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ﴿٦٢﴾

wa lā nukallifu nafsan illā wus’ahā waladainā kitābuy yanṭiqu bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn

QS. Al-Mu’minun [23] : 62

Arti / Terjemah Ayat

Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Kami tiada membebani seorang hamba pun dari para hamba Kami melainkan menurut kesanggupannya dalam beramal. Amal perbuatan mereka tertulis di sisi Kami. Di dalam kitab yang menyimpan semua amal perbuatan yang diangkat oleh malaikat. Malaikat yang akan berbicara dengan benar atas perbuatan mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang dizalimi.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan tentang keadilan dalam syariat-Nya terhadap hamba-hamba-Nya di dunia, bahwa Dia sama sekali tidak pernah mem­bebankan kepada seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Yakni melainkan menurut apa yang kuat disanggah dan dikerjakannya. Dan bahwa kelak di hari kiamat Dia akan menghisab amal perbuatan mereka yang telah tercatat di dalam kitab catatan amal perbuatan mereka; tiada sesuatu pun dari amal perbuatan mereka yang tidak tercatat atau hilang. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran. (Al Mu’minun: 62)

Yaitu kitab catatan amal perbuatan.

dan mereka tidak dianiaya. (Al Mu’minun: 62)

Maksudnya, tidak dirugikan barang sedikit pun dari kebaikannya. Adapun amal buruknya, maka Allah banyak memaaf dan mengampuninya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Sesudah menyebutkan semangat berlomba dan kece-patan mereka menuju kebaikan, mungkin ada orang berpraduga salah bahwa perkara yang dituntut pada mereka dan orang lain merupakan perkara yang di luar kemampuan atau sulit, maka Allah memberitahukan bahwa, وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا”Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya,” maksudnya sesuai dengan kemampuan yang bisa dia perbuat, dengan tetap menyisa-kan kekuatannya, tidak menghabiskan seluruh kekuatannya seba-gai (cerminan) rahmat dan hikmahNya untuk memudahkan jalan kepadaNya, dan supaya jalan lurus yang biasa ditempuh para peniti (tetap) ramai di setiap waktu.

{وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ} “Dan di sisi Kami ada suatu kitab yang mem-bicarakan kebenaran,” yaitu kitab yang pertama yang memuat segala sesuatu, selaras dengan setiap fakta yang akan terjadi. Oleh karena itu, ia merupakan kebenaran. {وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ}”Dan mereka tidak dianiaya,” dengan mengurangi kebaikan mereka atau menambahi hukuman dan pelanggaran mereka.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Para pendurhaka yang disebut pada ayat sebelumnya boleh jadi menganggap bahwa ajaran agama sangat memberatkan. Menyanggah anggapan ini Allah berfirman, ‘dan kami tidak membebani seseorang dengan amalan-amalan ibadah melainkan menurut kesanggupannya, maka tidak sewajarnya bila seseorang merasa tidak mampu; dan pada kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya apa saja yang dilakukan oleh manusia, dan mereka tidak dizalimi atau dirugikan dengan bertambahnya dosa atau berkurangnya pahala. Allah tidak akan pernah berbuat zalim kepada manusia, tetapi manusialah yang menzalimi diri sendiri (lihat juga: surah y’nus/10: 44). 63. Tetapi meski ajaran Allah demikian jelas dan mudah, orang-orang kafir itu tetap durhaka sehingga hati mereka itu dalam kesesatan terkait hakikat yang kami sampaikan ini, dan mereka mempunyai kebiasaan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang buruk yang terus mereka ker-jakan. Mereka melampaui batas dalam melakukannya sehingga mereka pantas menerima siksa.


Al-Mu’minun Ayat 62 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Mu’minun Ayat 62, Makna Al-Mu’minun Ayat 62, Terjemahan Tafsir Al-Mu’minun Ayat 62, Al-Mu’minun Ayat 62 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Mu’minun Ayat 62


Tafsir Surat Al-Mu’minun Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118