Tafsir Al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 50 فصلت Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{40} Ghafir / غافر الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الشورى / Asy-Syura {42}

Tafsir Al-Qur’an Surat Fussilat فصلت (Yang Dijelaskan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 41 Tafsir ayat Ke 50.

Al-Qur’an Surah Fussilat Ayat 50

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ رَحْمَةً مِنَّا مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ هَـٰذَا لِي وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُجِعْتُ إِلَىٰ رَبِّي إِنَّ لِي عِنْدَهُ لَلْحُسْنَىٰ ۚ فَلَنُنَبِّئَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِمَا عَمِلُوا وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ ﴿٥٠﴾

wa la`in ażaqnāhu raḥmatam minnā mim ba’di ḍarrā`a massat-hu layaqụlanna hāżā lī wa mā aẓunnus-sā’ata qā`imataw wa la`ir ruji’tu ilā rabbī inna lī ‘indahụ lal-ḥusnā, fa lanunabbi`annallażīna kafarụ bimā ‘amilụ wa lanużīqannahum min ‘ażābin galīẓ

QS. Fussilat [41] : 50

Arti / Terjemah Ayat

Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.” Maka sungguh, akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Namun, jika Kami berikan kenikmatan kepada manusia setelah kesulitan dan malapetaka itu, dia tidak bersyukur kepada Allah, bahkan dia berlaku durhaka. Ia berkata, “Semua ini aku dapatkan semata-mata karena aku layak mendapatkannya. Aku tidak yakin hari Kiamat itu akan datang. Walaupun hari Kiamat benar-benar datang, sesungguhnya aku kembali kepada Tuhanku akan memperoleh surga.” Pada hari Kiamat, benar-benar Kami akan mengabarkan kepada orang-orang kafir itu keburukan yang telah mereka kerjakan. Kami benar-benar akan menimpakan siksaan yang berat kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang. (Fushshilat: 50)

Selanjutnya ia ingkar kepada terjadinya hari kiamat. Yakni hanya karena dia diberi nikmat, maka ia langsung bersifat angkuh, sombong, dan kafir. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. (Al-‘Alaq: 6-7)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya. (Fushshilat: 50)

Yakni jika di sana memang ada hari kembali, niscaya Allah akan berbuat baik kepadaku sebagaimana Dia telah berbuat baik kepadaku di dunia ini. Dia mengharapkan kebaikan dari Allah, padahal dia buruk amal perbuatannya dan tidak yakin.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras. (Fushshilat: 50)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ mengancam orang yang amal perbuatan dan keyakinannya demikian dengan siksaan dan azab.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Kemudian Allah berfirman, وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ “Dan jika Kami merasakan kepadanya,” maksudnya, kepada manusia yang tidak pernah bosan memohon kebaikan tersebut, dan apabila ia ditimpa keburukan lalu berputus asa, رَحْمَةً مِنَّا “sesuatu rahmat dari Kami,” yakni, setelah keburukan yang menimpanya itu, yaitu dengan disembuhkan dari sakitnya, atau Allah berikan kekayaan padanya dari kefakirannya, maka ia tidak bersyukur kepada Allah جَلَّ جَلالُهُ. Ia congkak dan semena-mena dan berkata, هَذَا لِي “Ini adalah hakku.” Artinya, ia datang kepadaku karena aku memang pantas dan berhak mendapatkannya, وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً “dan aku tidak yakin bahwa Hari Kiamat itu akan datang.” Ini adalah sikap ingkarnya terhadap kebangkitan dan sikap kufurnya terhadap nikmat dan rahmat yang Allah berikan kepadanya untuk ia nikmati. وَلَئِنْ رُجِعْتُ إِلَى رَبِّي إِنَّ لِي عِنْدَهُ لَلْحُسْنَى “Dan jika aku dikembalikan kepada Rabbku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisiNya.” Maksudnya, andai pun kiamat itu pasti dan aku akan dikembalikan kepada Allah, maka aku pasti memperoleh yang terbaik di sisiNya. Sebagaimana kenikmatan telah aku raih di dunia, maka sedemikian pula akan aku peroleh di akhirat nanti!

Ini benar-benar merupakan kelancangan dan perkataan terhadap Allah tanpa dasar ilmu. Maka dari itu Allah mengancamnya dengan FirmanNya, فَلَنُنَبِّئَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِمَا عَمِلُوا وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ “Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras,” yakni, yang sangat dahsyat sekali.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Dan sifat buruk manusia yang lain adalah jika kami berikan kepada-Nya suatu rahmat atau hal-hal yang menyenangkan mereka dari kami setelah ditimpa kesusahan sebelumnya, pastilah dengan bangga dia berkata, ‘ini adalah hakku yang aku dapatkan dari usahaku, dan aku tidak menduga atau yakin bahwa hari kiamat itu akan terjadi. Dan jika hari kiamat itu pun akan terjadi dan aku dikembalikan kepada tuhanku untuk mempertanggungjawabkan segala amalku, sesungguhnya aku pasti akan memperoleh bagian yang sangat baik di sisi-Nya. ‘ apa yang mere-ka katakan itu tidak akan pernah didapatkannya, bahkan sebaliknya. Maka sungguh di hari akhirat nanti, akan kami beritahukan kepada mere-ka orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan di dunia, dan sungguh, akan kami timpakan kepada mereka azab yang berat akibat keka-firan dan kedurhakaan mereka. 51. Dan demikian pula halnya apabila kami berikan nikmat dan berbagai kebajikan kepada manusia, dia berpaling dari kami dengan mengingkari nikmat-nikmat itu dan menjauhkan diri dari ajaran-ajaran kami dengan sombong. Akan tetapi, apabila ditimpa malapetaka sebagai peringatan atas keingkaran dan kesombongan mereka, maka dia banyak berdoa dengan doa yang panjang.


Fussilat Ayat 50 Arab-Latin, Terjemah Arti Fussilat Ayat 50, Makna Fussilat Ayat 50, Terjemahan Tafsir Fussilat Ayat 50, Fussilat Ayat 50 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Fussilat Ayat 50


Tafsir Surat Fussilat Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54