| {17} Al-Isra / الإسراء | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | مريم / Maryam {19} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Kahfi الكهف (Penghuni-Penghuni Gua) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 18 Tafsir ayat Ke 74.
فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا ﴿٧٤﴾
fanṭalaqā, ḥattā iżā laqiyā gulāman fa qatalahụ qāla a qatalta nafsan zakiyyatam bigairi nafs, laqad ji`ta syai`an nukrā
QS. Al-Kahfi [18] : 74
Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, “Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.”
Khidhir menerima udzurnya. Kemudian keduanya keluar dari perahu. Tatkala keduanya sedang berjalan menyusuri pantai, tiba-tiba keduanya melihat seorang anak kecil sedang bermain bersama teman-temannya, maka Khidhir pun membunuhnya. Musa pun kembali mengingkari perbuatannya seraya berkata: Bagaimana mungkin kamu tega membunuh jiwa yang suci yang belum mencapai usia taklif (yakni baligh), dan mengapa kamu tega membunuh jiwa sebelum ia berhak dibunuh? Sungguh kamu kembali telah melakukan perkara mungkar yang sangat besar.
Dalam firman selanjutnya disebutkan bahwa setelah itu:
Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya.
Dalam penjelasan yang lalu telah disebutkan bahwa anak tersebut sedang bermain-main dengan anak-anak lainnya di salah satu bagian kampung tersebut. Lalu Khidir sengaja menangkap anak itu yang paling tampan dan paling cerah di antara mereka, lalu Khidir membunuhnya. Menurut suatu riwayat, Khidir membunuh anak itu dengan cara mencabut kepalanya. Sedangkan menurut pendapat yang lainnya dengan cara memecahkan kepala si anak itu dengan batu. Dan menurut riwayat yang lainnya lagi dengan cara memuntir kepala si anak. Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenarannya.
Ketika Musa melihat dan menyaksikan hal itu, ia mengingkarinya dengan protes yang lebih keras daripada yang pertama. Ia berkata:
Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih.
Yakni Jiwa yang masih kecil dan belum mencapai usia akil balig serta belum melakukan suatu dosa pun, lalu kamu membunuhnya.
…bukan karena dia membunuh orang lain.
Maksudnya, kamu membunuh dengan tanpa alasan.
Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.
Yakni suatu perbuatan yang jelas mungkarnya.
(74) فَانْطَلَقَا ۗحَتّٰٓى اِذَا لَقِيَا غُلٰمًا “Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak,” yaitu anak kecil فَقَتَلَهٗ “maka dia membunuhnya,” Khidhir membunuhnya. Kemarahan pun semakin menjadi-jadi pada Musa, kecemburuan agamanya sontak muncul ketika Khidhir membunuh seorang anak kecil yang belum berbuat dosa. قَالَ اقَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً؈ۢبِغَيْرِ نَفْسٍۗ لَقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُكْرًا “Musa berkata, ‘Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain. Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar’.” Kemungkaran mana yang sebanding dengan membunuh anak kecil yang belum ternoda oleh dosa, dan ia pun tidak membunuh orang lain? Teguran Musa yang pertama muncul karena kelupaan. Sedangkan sanggahan ini bukan karena lupa, tetapi karena tidak sabar.
Nabi khidr memaafkan nabi musa, lalu keduanya meninggalkan perahu dengan selamat dan turun ke pantai. Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia dengan serta merta membunuhnya. Melihat nabi khidr membunuh anak muda itu, nabi musa tidak dapat menahan keinginannya untuk bertanya. Dia berkata, mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, yang suci dari kedurhakaan, bukan karena dia melakukan kedurhakaan dengan membunuh orang lain’ sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar. 75. Setelah memperingatkan nabi musa untuk tidak mempertanyakan hal yang dia lakukan, hamba yang saleh (nabi khidir) kembali memperingatkan nabi musa yang mempertanyakan perbuatan nabi khidir membunuh seorang anak tanpa sebab yang dibenarkan. Dia berkata, ‘bukankah sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan mampu bersikap sabar bersamaku saat melihat apa yang kulakukan”.
Al-Kahfi Ayat 74 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Kahfi Ayat 74, Makna Al-Kahfi Ayat 74, Terjemahan Tafsir Al-Kahfi Ayat 74, Al-Kahfi Ayat 74 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Kahfi Ayat 74
Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110