| {65} At-Thalaq / الطلاق | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | الملك / Al-Mulk {67} |
Tafsir Al-Qur’an Surat At-Tahrim التحريم (Mengharamkan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 66 Tafsir ayat Ke 3.
وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَـٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ ﴿٣﴾
wa iż asarran-nabiyyu ilā ba’ḍi azwājihī ḥadīṡā, fa lammā nabba`at bihī wa aẓ-harahullāhu ‘alaihi ‘arrafa ba’ḍahụ wa a’raḍa ‘am ba’ḍ, fa lammā nabba`ahā bihī qālat man amba`aka hāżā, qāla nabba`aniyal-‘alīmul-khabīr
QS. At-Tahrim [66] : 3
Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya, “Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab, “Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti.”
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia suatu peristiwa kepada isrtrinya, Hafshah r.a. Maka ketika Hafshah menceritakannya kepada Aisyah, Allah memberitahukan semua pembicaraan antara Hafshah dan Aisyah kepada Muhammad. Lalu, Muhammad memberitahukan sebagian yang diberitakan Allah kepadanya dan menyembunyikan sebagian yang lain kepada Hafshah. Maka dari itu, tatkala Muhammad memberitahukan pembicaraan antara Hafshah dan Aisyah lalu Hafshah bertanya, “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi bersabda, “Allah telah memberitahukannya kepadaku, Dia Yang Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.” Tidak ada satu rahasia pun yang tersembunyi dari-Nya.
Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.
Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman, وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا “Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya suatu peristiwa.” Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa istri yang dimaksud adalah Hafshah, Ummul Mukminin radhiallahu ‘anhunna. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ membisikkan suatu rahasia padanya dan diperintahkan agar tidak diberitahukan pada siapa pun. Ternyata Hafshah menceritakan rahasia itu kepada Aisyah radhiallahu ‘anha dan Allah جَلَّ جَلالُهُ memberitahukan hal itu kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Kemudian Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ memberitahukan pada Hafshah sebagian yang dikatakannya dan menyembunyikan sebagian lainnya, karena sifat mulia dan kesabaran Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Hafshah bertanya, مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا “Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu,” yakni kabar yang tidak kami sebarkan itu? قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ “Nabi menjawab, ‘Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal’.” Yang tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya. Dia mengetahui yang rahasia dan yang samar.
Dan ingatlah ketika secara rahasia nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya, yaitu kepada hafsah bahwa beliau bersumpah tidak akan pernah berhubungan suami-istri dengan mariyah al-qib’iyyah setelah berhubungan dengannya di rumah hafsah. Beliau berpesan agar kejadian ini tidak diberitahukan kepada siapa pun. Lalu dia, hafsah, menceritakan peristiwa itu kepada ”’isyah sehingga rahasia nabi diketahui ”’isyah. Dan Allah pun segera memberitahukan peristiwa pembocoran rahasia itu kepadanya, yakni kepada nabi. Lalu beliau memberitahukan kasus pembocoran rahasia itu kepada hafsah sebagian, yakni berkenaan dengan sumpah beliau tidak akan pernah berhubungan suami istri dengan mariyah al-qib’iyyah dan tidak akan pernah minum madu di rumah zainab binti jahsy; dan menyembunyikan sebagian yang lain perihal kepemimpinan setelah beliau wafat akan jatuh kepada abu bakar kemudian kepada ‘umar. Maka ketika dia, yakni nabi memberitahukan pembicaraan itu kepadanya, yakni kepada hafsah, maka segera dia bertanya, sangat kaget. ‘siapa yang telah memberitahukan kejadian ini kepada kamu, wahai nabi Allah’ nabi menjawab, ‘yang memberitahukan kepadaku tentang pembocoran rahasia itu adalah Allah yang maha mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi, mahateliti terhadap segala keadaan. ‘4. Jika kamu berdua, wahai hafsah dan ”’isyah, bertobat kepada Allah dengan menghentikan kebiasaan yang tidak nyaman bagi nabi, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong untuk menciptakan kedamaian bagi beliau; dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan nabi seperti selama ini terjadi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan juga jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya yang menunjukkan bahwa nabi dilindungi Allah, para malaikat, dan para sahabat beliau.
At-Tahrim Ayat 3 Arab-Latin, Terjemah Arti At-Tahrim Ayat 3, Makna At-Tahrim Ayat 3, Terjemahan Tafsir At-Tahrim Ayat 3, At-Tahrim Ayat 3 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan At-Tahrim Ayat 3
Tafsir Surat At-Tahrim Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12