Tafsir Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 10 نوح Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{70} Al-Ma’arij / المعارج الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الجن / Al-Jin {72}

Tafsir Al-Qur’an Surat Nuh نوح (Nuh) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 71 Tafsir ayat Ke 10.

Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 10

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾

fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā

QS. Nuh [71] : 10

Arti / Terjemah Ayat

maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Nuh berkata, “Wahai Rabb, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku untuk beriman dan taat kepada-Mu di waktu malam dan siang hari. Tetapi seruanku itu tidak menambah apa-apa selain mereka semakin lari dan berpaling. Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka untuk beriman agar mendapat ampunan-Mu atas dosa-dosa mereka. Mereka memasukkan jari ke dalam telinga agar tidak mendengar ajakan kebenaran itu. Bahkan, mereka menutupkan bajunya agar tidak melihatku. Mereka tetap berada dalam kekafiran dan menyombongkan diri untuk menerima keimanan. Kemudian, sesungguhnya aku telah menyeru beriman dengan cara terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi. Aku nyatakan seruan kepada mereka dengan suara yang tinggi dan terkadang aku bisikkan seruanku kepada mereka. Aku berkata kepada kaumku, “Mohonlah kepada Rabb kalian agar dosa-dosa kalian diampuni dan bertobatlah kepada-Nya dari kekafiran kalian. Sesungguhnya, Dia Maha Pengampun dan Penerima Taubat hamba-hamba-Nya dan menerima taubat orang yang kembali pada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

dan menutupkan bajunya (ke mukanya). (Nuh: 7)

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka menyembunyikan jati dirinya agar Nuh tidak mengenal mereka. Sa’id ibnu Jubair dan As-Saddi mengatakan bahwa mereka menutupi kepalanya agar tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Nuh.

dan mereka tetap (mengingkari). (Nuh: 7)

Yakni mereka terus-menerus dalam kemusyrikan dan kekafirannya yang berat lagi sangat parah.

dan menyombongkan diri dengan sangat. (Nuh: 7)

Mereka menolak, tidak mau mengikuti perkara yang hak dan tidak mau tunduk kepadanya.

Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. (Nuh: 8)

Maksudnya, dengan terang-terangan di kalangan mereka tanpa tedeng aling-aling.

kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) secara terbuka. (Nuh: 9)

Yaitu dengan pembicaraan yang jelas dan suara yang keras.

dan dengan diam-diam, (Nuh: 9)

antara aku dan mereka saja. Nuh dalam seruannya memakai cara yang beragam dengan maksud agar seruannya lebih berkesan pada mereka.

maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Nuh: 10)

Yakni kembalilah kamu ke jalan-Nya dan tinggalkanlah apa yang kamu biasa lakukan itu dan bertobatlah kamu kepadanya dari dekat. Karena sesungguhnya barang siapa yang bertobat kepada-Nya, niscaya Dia menerima tobatnya, sekalipun dosa-dosanya besar dalam kekafiran dan kemusyrikannya. Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

maka aku berkata (kepada mereka),’ Mohonlah ampunan kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.” (Nuh: 10-11)

Maksudnya, terus-menerus; karena itulah maka disunatkan membaca surat ini dalam salat istisqa (memohon hujan) mengingat maknanya sangat relevan dengannya.

Hal yang sama telah dilakukan oleh Amirul Mu’minin Umar ibnul Khattab r.a., bahwa dia menaiki mimbar untuk memanjatkan doa istisqa, maka tiada yang dibacanya selain dari istigfar dan membaca beberapa ayat dalam istigfarnya yang antara lain adalah ayat ini: maka aku berkata (kepada mereka),’ ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.” (Nuh: 10-11)

Kemudian Umar berkata, “Sesungguhnya aku telah menunggu-nunggu datangnya hujan melalui bintang-bintang yang merupakan pertanda akan datangnya hujan.” Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa datanglah awan secara beriringan, sebagian darinya berurutan dengan sebagian yang lainnya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

{فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ} “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabbmu’.” Yakni, tinggalkan dosa kalian dan memintalah ampunan pada Allah جَلَّ جَلالُهُatas dosa-dosa kalian itu, {إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا} “sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,” Yang banyak ampunanNya bagi orang yang bertaubat dan meminta ampun.

Nabi Nuh ‘alaihissalammendorong kaumnya untuk meminta ampunan atas segala dosa serta melakukan apaapa yang mendatangkan pahala dan terhindar dari siksa. Nabi Nuh ‘alaihissalamjuga mendorong mereka pada kebaikan dunia yang disegerakan seraya berkata, {يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا} “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,” yakni, hujan lebat yang menghidupkan negeri dan manusia, {وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ} “dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,” yakni memperbanyak harta yang dengan harta itu kalian bisa mendapatkan apa saja yang kalian inginkan dan juga anak-anak kalian, {وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا} “dan mengadakan untukmu kebunkebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungaisungai,” inilah di antara puncak kenikmatan dan tuntutan dunia.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Itu semua telah kulakukan maka aku pun berkata kepada mereka, ‘mohonlah ampunan kepada tuhanmu atas segala dosa terutama dosa syirik. Sungguh, dia maha pengampun bagi siapa saja yang tulus memohon ampunan-Nya. “11-12. “kalau kamu benar-benar memohon ampunan-Nya niscaya dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan pula kebun-kebun untukmu yang dapat kamu nikmati keindahan dan buahnya dan mengadakan sungai-sungai untukmu guna mengairi kebun dan memberi minum ternakmu. ‘.


Nuh Ayat 10 Arab-Latin, Terjemah Arti Nuh Ayat 10, Makna Nuh Ayat 10, Terjemahan Tafsir Nuh Ayat 10, Nuh Ayat 10 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Nuh Ayat 10


Tafsir Surat Nuh Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28