Tafsir Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 24 نوح Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{70} Al-Ma’arij / المعارج الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الجن / Al-Jin {72}

Tafsir Al-Qur’an Surat Nuh نوح (Nuh) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 71 Tafsir ayat Ke 24.

Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 24

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا ﴿٢٤﴾

wa qad aḍallụ kaṡīrā, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā ḍalālā

QS. Nuh [71] : 24

Arti / Terjemah Ayat

Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Nuh berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendurhakai dan mendustakanku. Orang-orang yang lemah di antara mereka telah mengikuti para pemimpin mereka yang sesat. Harta dan anak-anak mereka hanya menambah kesesatan mereka di dunia, dan siksa pedih di akhirat. Para pemimpin sesat dan para pengikutnya yang lemah itu melakukan tipu daya yang amat besar.” Mereka berkata, “Janganlah kalian sekali-kali meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kalian dengan beralih kepada penyembahan Allah semata. Jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr.” Ini adalah nama-nama berhala mereka yang biasa disembah selain dari Allah. Ini adalah nama-nama orang-orang saleh dari kalangan mereka. Ketika mereka telah meninggal, setan membisiki kaumnya untuk membuat patung dan rupa mereka dengan harapan kaumnya semakin taat setiap kali melihat patung-patung itu. Ketika kaum itu sudah berlalu, datanglah generasi penerusnya, lalu setan membisikkan kembali bahwa para pendahulu mereka telah menyembah patung-patung itu. Nuh berkata, “Wahai Tuhanku, tidaklah bertambah pada mereka yang menzalimi diri mereka dengan kekafiran dan kedurhakaan kecuali kesesatan yang jauh dari kebenaran.” Karena dosa-dosa, kekufuran, dan kedurhakaan mereka yang terus-menerus, mereka pun ditenggelamkan oleh badai topan. Setelah ditenggelamkan, mereka kemudian dimasukkan ke neraka dengan api yang melahap dan membakar. Maka mereka tidak mendapat seorang pun yang mampu menolong dan menghindarkan mereka dari azab kecuali Allah.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia). (Nuh: 24)

Yakni berhala-berhala yang dijadikan sembahan oleh mereka itu telah menyesatkan banyak manusia, dan penyembahan terhadap berhala-berhala itu masih tetap berlangsung sampai zaman kita sekarang ini, baik di kalangan bangsa Arab, non-Arab, maupun bangsa Bahi Adam lainnya. Al-Khalil dalam doanya mengatakan:

Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala, Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia. (Ibrahim: 35-36)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. (Nuh: 24)

Ini merupakan doa Nuh terhadap kaumnya karena ia melihat pembangkangan mereka, kekafiran, dan keingkaran mereka yang sangat parah. Sebagaimana doa Musa terhadap Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, yang disitir oleh firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka; maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. (Yunus: 88)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ telah memperkenankan doa masing-masing nabi terhadap kaumnya. Dan Allah menenggelamkan kaum Nuh disebabkan kedustaan mereka kepada apa yang disampaikan oleh Nuh kepada mereka.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

21-24. “Nabi Nuh berkata” seraya mengadu pada Rabbnya bahwa perkataan, nasihat, dan peringatan ini tidak berguna bagi mereka, “Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku,” dalam perintahku, “dan (mereka justru) mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka.” Yakni, mereka mendurhakai seorang rasul yang memberi nasihat dan petunjuk pada kebaikan, tapi mereka justru mengikuti golongan besar dan para pembesar yang hanya semakin membuat harta dan anak-anak mereka rugi (binasa dan tidak mendapatkan keuntungan), lantas bagaimana dengan orang yang mereka patuhi dan taati itu sendiri? “Dan melakukan tipu daya yang amat besar,” yaitu tipu daya besar dan hebat dalam menentang kebenaran. Para pembesar kaum berkata menyeru pada kesyirikan dan menghiasinya, “jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) terhadap sesembahan-sesembahan kamu.” Mereka menyeru sesama mereka untuk bersikap fanatis di atas kesyirikan dan agar mereka tidak meninggalkan kebiasaan nenek moyang mereka terdahulu, mereka menentukan tuhan-tuhan mereka seraya berkata, “Dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa,’ yaghuts, ya’uq dan nasr.” Ini sebenarnya adalah nama-nama orang shalih, dan ketika mereka meninggal dunia, setan menghiasi kaum mereka agar membuat patung mereka demi menyulut semangat mereka untuk beribadah ketika melihat patung-patung itu sesuai anggapan mereka. Masa pun berlalu dan datanglah generasi lain, setan berkata kepada mereka, “Para pendahulu kalian menyembah mereka dan menjadikan mereka sebagai perantara, dengan mereka para pendahulu kalian meminta hujan, mereka menyembah patung-patung itu.” Karena itulah, para pemimpin mereka berpesan untuk tidak meninggalkan penyembahan berhala-berhala ini, “dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia),” yakni para pembesar dan pemimpin menyesatkan dengan seruan mereka pada kebanyakan orang. “Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zhalim itu selain kesesatan,” yakni, andaikan kesesatan mereka pada saat aku menyeru mereka pada kebenaran ada kebaikannya, tapi seruan para pembesar itu hanya semakin menyesatkan. Tidak tersisa satu tempat pun untuk keselamatan dan kebaikan mereka.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Dan sungguh, mereka dengan menggunakan berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak orang serta menyimpangkan dari fitrah kesucian mereka. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim sudah mendarah daging itu selain kesesatan. 25. Allah menyambut doa nabi nuh dan menjelaskan mengapa mereka disiksa. Disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka, maka mereka ditenggelamkan oleh banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu, lalu segera setelah kiamat datang mereka dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.


Nuh Ayat 24 Arab-Latin, Terjemah Arti Nuh Ayat 24, Makna Nuh Ayat 24, Terjemahan Tafsir Nuh Ayat 24, Nuh Ayat 24 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Nuh Ayat 24


Tafsir Surat Nuh Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28