Tafsir Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 26 نوح Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{70} Al-Ma’arij / المعارج الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الجن / Al-Jin {72}

Tafsir Al-Qur’an Surat Nuh نوح (Nuh) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 71 Tafsir ayat Ke 26.

Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 26

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا ﴿٢٦﴾

wa qāla nụḥur rabbi lā tażar ‘alal-arḍi minal-kāfirīna dayyārā

QS. Nuh [71] : 26

Arti / Terjemah Ayat

Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Setelah merasa rputus asa kepada kaumnya, Nuh alaihissalam berkata, , “Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang yang kafir kepada-Mu itu hidup dan berkeliaran di muka bumi. Sesungguhnya, jika Engkau biarkan mereka tinggal, mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang beriman dari jalan kebenaran. Dan tidak akan datang dari keturunan mereka kecuali keturunan yang menyimpang dari kebenaran, mengingkari-Mu, serta durhaka kepada-Mu. Wahai Tuhan, ampunilah aku, orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman, baik laki-laki ataupun perempuan. Janganlah Engkau tambahkan orang-orang zalim itu melainkan kebinasaan dan kerugian di dunia dan akhirat.”

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nuh: 26)

Maksudnya, janganlah Engkau biarkan di muka bumi ini seorang pun dari mereka dan jangan pula suatu tempat tinggal pun bagi mereka. Lafaz dayyaran termasuk ungkapan yang mengukuhkan nafi, menurut Ad-Dahhak artinya sebuah tempat tinggal pun (bagi mereka). As-Saddi mengatakan bahwa ad-dayyar artinya orang yang menghuni rumah. Maka Allah memperkenankan doanya dan membinasakan semua manusia yang ada di muka bumi dari kalangan orang-orang kafir hingga anak Nuh sendiri yang memisahkan diri dari ayahnya dan bergabung dengan kaumnya dalam kekafiran. Anaknya itu mengatakan seperti yang diceritakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ melalui firman-Nya:

Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah. Nuh berkata, “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (Hud: 43)

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul A’la membacakan kepadaku bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Syabib ibnu Sa’id, dari Abul Jauza, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda: Seandainya Allah mengasihani seseorang dari kaum Nuh, tentulah Allah mengasihani seorang wanita yang ketika melihat air bah datang ia menggendong anaknya dan menaiki bukit. Dan setelah air bah mencapai bukit, ia naikkan anaknya ke pundaknya. Dan ketika air mencapai pundaknya, ia letakkan anaknya di atas kepalanya. Dan ketika air mencapai kepalanya, ia mengangkat anaknya dengan kedua tangannya. Seandainya Allah mengasihani seseorang dari mereka, tentulah Dia mengasihani wanita ini.

Hadis ini garib, tetapi semua perawinya berpredikat tsiqat. Akhirnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam bahtera bersama Nuh a.s., yaitu mereka yang beriman kepadanya, dan Allah telah memerintahkan kepada Nuh a.s. sebelumnya untuk menaikkan mereka ke dalam bahteranya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

{وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لا تَذَرْ عَلَى الأرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا} “Nabi Nuh berkata, ‘Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi,” dengan bebas berjalan di muka bumi. Nabi Nuh ‘alaihissalammenyebutkan sebabnya, {إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلا يَلِدُوا إِلا فَاجِرًا كَفَّارًا} “Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hambahambaMu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir,” yakni keberadaan mereka hanya membuat rusak bagi mereka sendiri dan bagi yang lain. Kenyataan bahwa Nabi Nuh ‘alaihissalamberdoa demikian, meski Nabi Nuh ‘alaihissalamsendiri berbaur dengan kaumnya dan berinteraksi dengan akhlak mereka, adalah karena resiko hal itu dapat diketahui. Karena itu Allah جَلَّ جَلالُهُmengabulkan permintaan Nabi Nuh ‘alaihissalamdan menenggelamkan mereka semua dan menyelamatkan Nabi Nuh ‘alaihissalamserta orang-orang yang beriman bersamanya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Ayat ini merekam kembali doa nabi nuh. Dan nuh berkata, ‘ya tuhanku, janganlah engkau biarkan, seorang pun di antara orang-orang kafir yang sudah mendarah daging dan mantap kekafirannya itu tinggal di atas bumi. 27. Sesungguhnya jika engkau biarkan mereka tinggal hidup di bumi, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu yang taat kepada-Mu, dan jika engkau biarkan mereka tinggal di bumi mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat yaitu selalu berbuat maksiat dan tidak tahu bersyukur kepada-Mu.


Nuh Ayat 26 Arab-Latin, Terjemah Arti Nuh Ayat 26, Makna Nuh Ayat 26, Terjemahan Tafsir Nuh Ayat 26, Nuh Ayat 26 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Nuh Ayat 26


Tafsir Surat Nuh Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28