| {11} Hud / هود | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | الرعد / Ar-Ra’d {13} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Yusuf يوسف (Nabi Yusuf) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 12 Tafsir ayat Ke 83.
قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ ﴿٨٣﴾
qāla bal sawwalat lakum anfusukum amrā, fa ṣabrun jamīl, ‘asallāhu ay ya`tiyanī bihim jamī’ā, innahụ huwal-‘alīmul-ḥakīm
QS. Yusuf [12] : 83
Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendiri yang memandang baik urusan (yang buruk) itu. Maka (kesabaranku) adalah kesabaran yang baik. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”
Ayah mereka berkata kepada mereka, “Bahkan, diri kalian yang senantiasa menyerukan kepada keburukan memandang baik tipu daya yang kalian rencanakan, sebagaimana yang kalian lakukan sebelumnya terhadap Yusuf. Maka, kesabaranku adalah kesabaran yang baik, tanpa disertai keluh kesah dan pengaduan (kepada manusia). Mudah-mudahan Allah mengembalikan kepadaku ketiga anakku (yaitu Yusuf dan saudara kandungnya Bunyamin serta saudara tertua mereka yang juga tidak pulang demi saudaranya). Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui tentang keadaanku lagi Maha Bijaksana dalam perencanaan-Nya.”
Ya’qub berkata kepada mereka seperti perkataannya ketika mereka datang dengan membawa baju gamis Yusuf yang berlumuran darah palsu di masa lalu:
Hanya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).
Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, “Ketika mereka datang kepada ayah mereka (Nabi Ya’qub) dan menceritakan kepadanya semua yang terjadi, maka dalam diri Nabi Ya’qub terdetik rasa curiga. Ia menduga bahwa mereka telah melakukan hal yang sama seperti apa yang mereka lakukan terhadap Yusuf dahulu. Untuk itulah ia berkata:
Hanya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).’
Sebagian ulama mengatakan bahwa mengingat perbuatan mereka di masa lalu seperti itu, maka apa yang terjadi pada mereka saat itu disimpulkan sama dengan perbuatan mereka yang terdahulu, dan benarlah apa yang dikatakan Ya’qub:
Hanya diri kalian sendirilah yang memandang baikperbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).
Kemudian Nabi Ya’qub memohon kepada Allah semoga Dia mengembalikan ketiga anaknya, yaitu Yusuf, saudaranya Bunyamin, dan anak tertuanya (yaitu Rubel) yang tinggal di negeri Mesir menunggu keputusan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengenai nasib dirinya. Adakalanya ayahnya memaafkannya, lalu memerintahkannya untuk pulang, dan adakalanya ia harus berusaha menculik saudaranya untuk dipulangkan kepada ayahnya. Dalam doanya itu Nabi Ya’qub berkata:
Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku, sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui.
Yakni Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Maha Mengetahui tentang keadaanku.
…lagi Mahabijaksana.
dalam semua perbuatan, keputusan, dan takdir-Nya.
Tatkala mereka kembali kepada ayah mereka dan me-ngabarkan berita ini, maka kesedihannya pun semakin dahsyat, kepiluannya pun menjadi-jadi, dan menuduh mereka dalam keja-dian ini sebagaimana tuduhan yang beliau alamatkan kepada me-reka pada peristiwa yang pertama. قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ “Dia berkata, ‘Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku)’,” mak-sudnya dalam masalah ini, beliau membentengi diri dengan kesa-baran yang baik yang tidak disertai oleh kemurkaan, keluh-kesah juga pengaduan kepada manusia. Selanjutnya, beliau mengharap-kan datangnya jalan keluar saat menyaksikan persoalan semakin pelik dan kesulitan sudah di ambang batas. Beliau berkata, عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا “Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua-nya kepadaku”, maksudnya Yusuf, Bunyamin, dan saudara tertua mereka yang tinggal di Mesir. إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ “Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui”, Dzat Yang Mengetahui keadaan dan kebu-tuhanku terhadap solusi masalah, karuniaNya dan (mengetahui) keperluan mendesakku kepada curahan kebaikanNya, الْحَكِيمُ “lagi Mahabijaksana”, Dzat yang menjadikan bagi segala sesuatu ka-dar batasnya, (menjadikan) bagi segala perkara batas penyelesaian-nya sesuai dengan kandungan hikmah rabbaniNya. Dan pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah: Sesungguhnya berprasangka buruk karena keberadaan qa-rinah yang mendukungnya, bukanlah tindakan yang terlarang maupun diharamkan. Karena Ya’qub berkata kepada anak-anaknya setelah enggan melepaskan Yusuf bersama mereka, sampai akhir-nya mereka berusaha membujuknya dengan usaha yang sangat gi-gih. Setelah itu, beliau berkata kepada mereka setelah mereka tidak membawanya kembali (pulang) dan berdusta bahwa serigala telah memangsanya, قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu.” (Yusuf: 83). Beliau berkata kepada mereka mengenai saudaranya yang lain, قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ “Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu melainkan sebagaimana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu.” (Yusuf: 64).Berikutnya, ketika Yusuf menahannya (Bunyamin) lalu sau-dara-saudaranya menghampiri ayah mereka, maka Ya’qub berkata, قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu.” (Yusuf: 83). Pada kejadian yang terakhir –walaupun mereka tidak mela-kukan keteledoran–, sungguh telah terjadi peristiwa yang mengaki-batkan ayah mereka mengatakan perkataan yang sudah terlontar-kan, tanpa menyebabkan dosa ataupun kesalahan.
Anak-anak nabi yakub, selain bunyamin dan saudara tertua mereka, bertolak menuju kanaan. Setiba di kanaan mereka menceritakan kepada nabi yakub peristiwa yang mereka alami dan tuduhan yang ditujukan kepada bunyamin. Dia (nabi yakub) berkata, sebenarnya dalam hati kecilku hanya dirimu sendiri yang memandang baik atau memandang ringan urusan yang buruk itu; bahwa kalian tidak menepati janji untuk menjaga bunyamin. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik. Aku bermohon kepada Allah mudah-Mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya, baik bunyamin, saudara tertuamu, maupun yusuf kepadaku. Sungguh, dialah tuhan yang maha mengetahui, mahabijaksana. Dan setelah berkata demikian, dia (nabi yakub) berpaling dari mereka untuk menyendiri seraya berkata, aduhai duka citaku terhadap yusuf, dan karena terlalu banyak meneteskan air mata, kedua matanya menjadi putih karena sedih sehingga tidak bisa lagi melihat. Dia lebih banyak diam karena menahan amarah kepada anak-anaknya.
Yusuf Ayat 83 Arab-Latin, Terjemah Arti Yusuf Ayat 83, Makna Yusuf Ayat 83, Terjemahan Tafsir Yusuf Ayat 83, Yusuf Ayat 83 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Yusuf Ayat 83
Tafsir Surat Yusuf Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111