| {22} Al-Hajj / الحج | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | النور / An-Nur {24} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun المؤمنون (Orang-Orang Mukmin) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 23 Tafsir ayat Ke 109.
إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ ﴿١٠٩﴾
innahụ kāna farīqum min ‘ibādī yaqụlụna rabbanā āmannā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairur-rāḥimīn
QS. Al-Mu’minun [23] : 109
Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”
Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku yakni orang-orang yang beriman berdoa: Wahai Rabb kami! Kami telah beriman, maka tutupilah dosa-dosa kami dan berilah kami rahmat, karena Engkau adalah sebaik-baik yang memberikan kasih sayang.
Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengingatkan mereka akan dosa-dosa yang telah mereka lakukan ketika di dunia, juga ejekan-ejekan yang mereka lancarkan terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman dan kekasih-kekasih-Nya. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling baik. Lalu kalian menjadikan mereka buah ejekan.
Yakni kalian mengejek doa dan sanjungan mereka kepada-Ku:
sehingga (kesibukan) kalian mengejek mereka menjadikan kalian lupa mengingat Aku.
Artinya, kebencian kalian kepada hamba-hamba-Ku yang beriman membuat kalian lupa akan mengingat-Ku.
dan kalian selalu menertawakan mereka.
Yakni menertawakan perbuatan mereka dan ibadah mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka dahulu menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman itu lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya (di antara sesama mereka). (83:29-30)
Yaitu mencela mereka dengan nada mengejek. Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyebutkan tentang balasan pahala yang diberikan kepada kekasih-kekasih-Nya dan hamba-hamba-Nya yang saleh. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka. (Al Mu’minun: 111)
dalam menghadapi gangguan kalian dan ejekan kalian terhadap diri mereka.
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang. (Al Mu’minun: 111)
Yakni Aku jadikan mereka orang-orang yang beruntung dapat meraih kebahagiaan dan kesejahteraan, surga, dan selamat dari neraka.
Selanjutnya, Allah menceritakan kondisi yang menye-ret mereka kepada siksa dan menghentikan curahan rahmat Allah dari mereka. Allah berfirman, {إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ} “Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), ‘Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik’.” Orang-orang itu telah menggabungkan antara ke-imanan yang menuntut amalan-amalan baik dan pemanjatan doa kepada Rabb mereka untuk mendapatkan ampunan, rahmat dan perantaraan (tawasul) kepadaNya melalui keyakinan terhadap rububiyah Allah dan anugerahNya bagi mereka berupa iman serta pemberitahuan betapa luasnya rahmat dan meratanya curahan ke-baikanNya. Dalam ucapan mereka ini terkandung penjelasan yang menunjukkan ketundukan, kekhusyuan, ketidakberdayaan mereka dan rasa takut serta harapan mereka kepada Rabb mereka. Mereka itu adalah para pembesar dan tokoh-tokoh dari kalangan umat manusia.
108-109. Mendengar permohonan para pendurhaka, dia berfirman, ‘tinggAllah dengan hina di dalamnya, yakni neraka, dan janganlah kamu berbicara dengan aku karena tidak ada lagi kesempatan untuk tawar-menawar. Kalian, wahai para pendurhaka, tidak pula akan memperoleh kehormatan untuk berdialog dengan-ku. ‘ mengingatkan kembali salah satu kedurhakaan mereka, Allah berfirman, ‘sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-ku berdoa, ‘ya tuhan kami, kami telah ber-iman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik. ‘110. Kamu, wahai para pendurhaka, mendengar orang-orang mukmin tulus berdoa demikian, lalu kamu jadikan mereka buah ejekan. Begitu sibuk kamu mengejek mereka sehingga kamu lupa mengingat aku, dan kamu pun selalu menghina dan menertawakan mereka.
Al-Mu’minun Ayat 109 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Mu’minun Ayat 109, Makna Al-Mu’minun Ayat 109, Terjemahan Tafsir Al-Mu’minun Ayat 109, Al-Mu’minun Ayat 109 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Mu’minun Ayat 109
Tafsir Surat Al-Mu’minun Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118