Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syura Ayat 10 الشورى Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{41} Fussilat / فصلت الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الزخرف / Az-Zukhruf {43}

Tafsir Al-Qur’an Surat Asy-Syura الشورى (Musyawarah) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 42 Tafsir ayat Ke 10.

Al-Qur’an Surah Asy-Syura Ayat 10

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ ﴿١٠﴾

wa makhtalaftum fīhi min syai`in fa ḥukmuhū ilallāh, żālikumullāhu rabbī ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb

QS. Asy-Syura [42] : 10

Arti / Terjemah Ayat

Dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Wahai manusia, apa pun yang kalian perselisihkan tentang satu urusan agama, keputusannya dikembalikan kepada Allah dalam kitab suci dan sunah Rasul-Nya. Dialah Tuhanku dan Tuhan kalian. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dalam semua urusanku, hanya kepada-Nya aku kembali dalam semua urusanku.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Selanjutnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman:

Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah, (Asy-Syura: 10)

Maksudnya, manakala kalian berselisih dalam urusan apa pun. Hal ini mengandung pengertian yang menyeluruh mencakup segala sesuatu,

maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Asy-Syura: 10)

Yakni Dialah yang akan memutuskannya melalui Kitab (Al-Qur’an)-Nya dan sunnah Nabi-Nya. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya). (An-Nisa: 59)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Yang demikian itu adalah Allah Tuhanku. (Asy-Syura: 10)

Artinya, yang memutuskan segala sesuatu itu adalah Dia.

Kepada-Nyalah aku bertawakal dan kepada-Nyalah aku kembali. (Asy-Syura: 10)

Yakni hanya kepada-Nyalah aku merujuk dalam semua urusan.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman, وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ “Tentang sesuatu apa pun kamu berselisih,” baik dalam masalah prinsip-prinsip agama kalian atau cabang-cabangnya yang kalian belum menyepakatinya, فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ “maka putusannya kepada Allah,” artinya harus dikembalikan kepada al-Qur`an dan Hadits RasulNya. Dan apa pun ketentuan al-Qur`an dan hadits itu, maka itulah yang benar, dan apa pun yang menyalahi keduanya, itulah yang batil.

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي “Itulah Allah Rabbku,” maksudnya, karena Allah جَلَّ جَلالُهُ adalah Rabb Pencipta, Pemberi rizki dan Pengatur, maka Dialah hakim (pemberi keputusan) di antara hamba-hambaNya melalui syariatNya dalam segala urusan mereka.

Pengertian (mafhum) dari ayat suci ini adalah bahwa “kesepakatan umat Islam itu hujjah yang pasti.” Sebab Allah جَلَّ جَلالُهُ tidak menyuruh kita untuk mengembalikan kepadaNya kecuali hal-hal yang kita perselisihkan. Sedangkan apa yang telah kita sepakati cukup menjadi kesepakatan umat, sebab umat Islam itu terjaga dari kekeliruan, dan sudah pasti kesepakatan mereka tersebut sejalan dengan ajaran yang ada di dalam al-Qur`an dan Hadits Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

FirmanNya, عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ “KepadaNyalah aku bertawakal” artinya, aku menyandarkan diri dengan hatiku kepadaNya dalam mencari kebaikan dan menolak keburukan, dengan yakin kepadaNya dalam pemberian pertolonganNya, وَإِلَيْهِ أُنِيب “dan kepadaNyalah aku kembali,” artinya, aku menghadapkan diri dengan jiwa dan ragaku kepadaNya dan dengan taat dan ibadah kepadaNya. Dua prinsip ini sering sekali disebutkan oleh Allah جَلَّ جَلالُهُ di dalam KitabNya. Sebab, dengan keduanya kesempurnaan seorang hamba dapat dicapai. Dan kesempurnaan tidak akan dapat ia raih dengan ketia-daan dua prinsip ini atau ketiadaan salah satunya. Sama seperti Firman Allah جَلَّ جَلالُهُ,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5); dan juga FirmanNya,

فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ

“Maka beribadahlah kalian kepadaNya dan bertawakallah kepada-Nya.” (QS. Hud: 123).

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Allah menyatakan kepada seluruh manusia, ‘dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, termasuk di dalamnya tentang terjadinya kiamat itu, keputusannya terserah kepada Allah karena yang mengetahui tentang semua itu hanyalah dia. Lalu Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk menyatakan bahwa yang memiliki sifat-sifat demikian itulah Allah, yang maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, maha mengetahui tentang segala sesuatu, mahaagung, dan mahakuasa. Dialah tuhanku, pemelihara, pembimbing dan pelindung-ku. Kepada-Nya aku terus-menerus bertawakal dan berserah diri dan kepada-Nya aku terus-menerus kembali untuk bertobat. 11. Dialah, Allah, pencipta langit dengan segala keindahannya dan pencipta bumi tanpa ada contoh sebelumnya dan dia pula yang menciptakan segala isi yang ada pada keduanya, termasuk makhluk-makhluk yang menghuninya. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, yaitu pasangan laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri dan menjadikan pula dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan bagi masing-masing binatang, ada jantan dan ada betina dan dengan berpasangan itu mereka dapat melanjutkan keturunannya. Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dan dapat melanjutkan keturunanmu dengan jalan berpasang-pasangan itu. Tidak ada sesuatu pun dari semua makhluk yang telah diciptakan-Nya itu yang serupa dengan dia dalam zat dan segala sifat dan perbuatan-Nya. Dia suci dari pasangan. Dan dia yang maha mendengar segala yang kamu katakan, maupun yang terlintas dalam pikiranmu, maha melihat segala yang kamu lakukan, baik secara terangan-terangan maupun sembunyi-sembunyi.


Asy-Syura Ayat 10 Arab-Latin, Terjemah Arti Asy-Syura Ayat 10, Makna Asy-Syura Ayat 10, Terjemahan Tafsir Asy-Syura Ayat 10, Asy-Syura Ayat 10 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Asy-Syura Ayat 10


Tafsir Surat Asy-Syura Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53