Tafsir Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 2 نوح Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{70} Al-Ma’arij / المعارج الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الجن / Al-Jin {72}

Tafsir Al-Qur’an Surat Nuh نوح (Nuh) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 71 Tafsir ayat Ke 2.

Al-Qur’an Surah Nuh Ayat 2

قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ ﴿٢﴾

qāla yā qaumi innī lakum nażīrum mubīn

QS. Nuh [71] : 2

Arti / Terjemah Ayat

Dia (Nuh) berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sesungguhnya, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Kami berfirman kepadanya, “Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang azab yang pedih kepada mereka.” Nuh berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata kepada kalian akan datangnya azab Allah jika kalian durhaka kepada-Nya. Dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian. Hendaklah kalian menyembah Allah. Takutlah akan siksaan-Nya. Taatilah apa yang aku perintahkan pada kalian dan apa yang aku larang. Jika kalian mematuhiku, Allah akan memaafkan dan mengampuni dosa-dosa kalian, menangguhkan umur kalian sampai batas waktu yang ditentukan dalam takdir Allah. Sesungguhnya, apabila telah datang, kematian itu sedikit pun tidak dapat ditangguhkan. Sekiranya kalian mengetahui hal itu, niscaya kalianan akan bersegera untuk beriman dan taat.”

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan tentang Nuh a.s., bahwa Dia telah mengutusnya kepada kaumnya dan memerintahkan kepadanya agar memberikan peringatan kepada mereka akan azab Allah sebelum azab itu menimpa mereka. Maka jika mereka mau bertobat dan kembali ke jalan Allah, niscaya azab itu diangkat (dilenyapkan) dari mereka. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman:

”Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.” Nuh berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu.”(Nuh: 1-2)

Yakni yang jelas peringatannya lagi gamblang duduk perkaranya.

(yaitu) sembahlah Allah olehmu, bertakwalah kepada-Nya. (“Nuh: 3)

Artinya, tinggalkanlah hal-hal yang diharamkan oleh-Nya dan jauhilah perbuatan-perbuatan dosa.

Dan taatlah kepadaku. (Nuh:3)

dengan mengerjakan apa yang kuperintahkan dan meninggalkan apa yang kularang kamu mengerjakannya.

niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu. (Nuh: 4)

Yaitu apabila kamu mengerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dan membenarkan risalah yang kusampaikan kepadamu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu. Huruf min dalam ayat ini menurut suatu pendapat disebut zaidah (tambahan), tetapi kedudukan min sebagai tambahan dalam kalimat yang isbat (tidak dinafikan) jarang terjadi. Dan termasuk ke dalam pengertian ini ucapan sebagian orang Arab, “Qad kana min matarin ” (Tadi hujan telah turun).

Menurut pendapat yang lainnya, min di sini bermakna ‘an, artinya niscaya Allah akan mengampuni kalian dari dosa-dosa kalian. Pendapat inilah yangdipilih oleh Ibnu Jarir.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, min di sini bermakna sebagian, yakni niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa besar yang Allah telah mengancam kalian karena melakukannya, bahwa kalian akan ditimpa azab-Nya:

dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. (Nuh: 4)

Maksudnya, memperpanjang usiamu dan menolak darimu azab yang bila kamu tidak menjauhi apa yang dilarang-Nya, niscaya azab itu akan menimpamu. Ayat ini dijadikan dalil oleh orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya amal ketaatan dan kebajikan serta silaturahmi dapat menambah usia pelakunya secara hakiki, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang mengatakan:

Silaturahmi dapat menambah usia.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui. (Nuh: 4)

Yakni bersegeralah kamu mengerjakan amal ketaatan sebelum datang azab menimpamu. Karena sesungguhnya apabila Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ memerintahkan turunnya azab, maka hal ini tidak dapat ditolak dan tidak dapat dicegah, sebab Allah Mahabesar Yang Mengalahkan segala sesuatu, lagi Mahaperkasa yang semua makhluk tunduk kepada keperkasaan-Nya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Nabi Nuh ‘alaihissalammenunaikan tugas itu serta bersegera menunaikan perintah Allah جَلَّ جَلالُهُseraya berkata, {يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ} “Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu,” yakni, yang jelas ancamannya karena jelasnya apaapa yang diperingatkan dan apa yang bisa menyelamatkan. Hal itu dijelaskan secara terang. Nabi Nuh ‘alaihissalammemberitahu dan memerintahkan landasan hal itu pada kaumnya seraya berkata, {أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ} “(Yaitu) sembahlah olehmu Allah, dan bertakwalah kepadaNya,” dengan mengesakan Allah جَلَّ جَلالُهُdalam ibadah, tauhid, jauh dari kesyirikan serta segala jalan dan perantaranya. Bila mereka bertakwa, maka Allah جَلَّ جَلالُهُakan mengampuni dosa-dosa mereka, dan bila mereka diampuni, mereka akan mendapatkan keselamatan dari siksa dan mendapatkan pahala, {وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى} “dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan,” yakni, Allah جَلَّ جَلالُهُmemberi kesenangan pada kalian di dunia ini dan mencegah kebinasaan dari kalian hingga waktu yang ditentukan. Batas waktu berada di dunia berdasarkan takdir dan kekuasaan Allah جَلَّ جَلالُهُhingga waktu tertentu, bukan kesenangan abadi, sebab kematian adalah keniscayaan. Karena itu Allah جَلَّ جَلالُهُberfirman, {إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ} “Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui,” sebagaimana kalian kufur kepada Allah جَلَّ جَلالُهُdan menentang kebenaran.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

2-3. Nabi nuh melaksanakan perintah Allah tersebut. Dia nuh berkata, ‘wahai kaumku! sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan akan azab Allah yang menjelaskan peringatan itu kepada kamu yaitu sembahlah Allah yang esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain, bertakwalah kepada-Nya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya dan taatlah kepadaku


Nuh Ayat 2 Arab-Latin, Terjemah Arti Nuh Ayat 2, Makna Nuh Ayat 2, Terjemahan Tafsir Nuh Ayat 2, Nuh Ayat 2 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Nuh Ayat 2


Tafsir Surat Nuh Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28