Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahqaf Ayat 31 الأحقاف Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{45} Al-Jatsiyah / الجاثية الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ محمد / Muhammad {47}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Ahqaf الأحقاف (Bukit-Bukit Pasir) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 46 Tafsir ayat Ke 31.

Al-Qur’an Surah Al-Ahqaf Ayat 31

يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٣١﴾

yā qaumanā ajībụ dā’iyallāhi wa āminụ bihī yagfir lakum min żunụbikum wa yujirkum min ‘ażābin alīm

QS. Al-Ahqaf [46] : 31

Arti / Terjemah Ayat

Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

“Wahai kaumku, terimalah ajakan utusan Allah, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang diserukan kepada kalian. Percayalah dan amalkanlah yang dibawanya niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih dan menyakitkan.”

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah. (Al-Ahqaf: 31)

Makna ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ diutus kepada dua makhluk, jin dan manusia, mengingat Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menyeru mereka untuk menyembah Allah dan membacakan kepada mereka Al-Qur’an yang di dalamnya terkandung perintah dan taklif buat kedua jenis makhluk ini; juga mengandung janji dan ancaman, yaitu surat Ar-Rahman. Untuk itulah maka disebutkan: terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya. (Al-Ahqaf: 31)

Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu. (Al-Ahqaf: 31)

Menurut suatu pendapat, kata min dalam ayat ini merupakan zaidah (tambahan), tetapi pendapat ini masih diragukan karena penambahannya dalam kalam yang isbat (positif) jarang terjadi. Menurut pendapat yang lain, sesungguhnya huruf min di sini merupakan huruf asal, yaitu bermakna tab’id (sebagian).

dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. (Al-Ahqaf: 31)

Maksudnya, melindungi kalian dari azab-Nya yang pedih. Sebagian ulama menyimpulkan dalil dari ayat ini, bahwa jin yang mukmin itu tidak dapat masuk surga. Dan bahwa balasan bagi yang saleh dari kalangan mereka ialah diselamatkan dari azab neraka pada hari kiamat. Karena itulah mereka mengatakan sehubungan dengan ungkapan ini, bahwa ini adalah ungkapan diplomasi dan mubalagah. Seandainya bagi mereka ada balasan pahala karena keimanan mereka, lebih dari apa yang telah disebutkan, pastilah mereka pun akan menyebutkannya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, bahwa ia pernah menerima hadis dari Jarir, dari Lais, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa jin yang mukmin tidak dapat masuk surga, karena mereka adalah keturunan iblis, dan keturunan iblis itu tidak dapat masuk surga.

Tetapi sebenarnya jin yang mukmin sama dengan manusia yang mukmin, yakni mereka dimasukkan ke dalam surga. Seperti yang dianut oleh Mazhab segolongan ulama Salaf, yang sebagian dari mereka memperkuat pendapatnya dengan dalil firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ yang mengatakan:

tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. (Ar-Rahman: 56 dan 74)

Akan tetapi, penyimpulan dalil ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya. Dan dalil yang lebih baik daripada itu adalah firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ yang menyebutkan:

dan bagi orang yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 46-47)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ telah menganugerahkan kepada dua jenis makhluk-Nya pahala surga bagi mereka yang berbuat baik dari kalangan keduanya. Dan jin telah menjawab ayat ini dengan ungkapan rasa syukur yang lebih kuat daripada manusia. Mereka mengatakan, “Tiada sesuatu pun dari tanda-tanda kebesaran dan nikmat-Mu yang kami dustakan, wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

Dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ tidak sekali-kali menjanjikan pahala bagi mereka yang kemudian tidak mereka terima. Sesungguhnya apabila Allah membalas jin yang kafir dengan neraka sebagai keadilan dari-Nya, maka terlebih lagi bila Dia membalas jin yang mukmin dengan surga sebagai karunia dari-Nya.

Dan dalil lainnya yang menunjukkan kepada pengertian di atas adalah keumuman makna yang terkandung di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal (Al-Kahfi: 107)

Dan ayat-ayat lainnya yang semakna cukup banyak. Kami telah membahas masalah ini secara rinci dalam karya tulis yang lain.

Surga yang dijanjikan ini yang terus-menerus penuh dengan karunia dari-Nya hingga Dia menciptakan baginya makhluk yang baru, mengapa tidak layak bila dihuni oleh orang yang beriman kepada-Nya dan beramal saleh karena-Nya. Dan apa yang disebutkan oleh mereka dalam tafsir ayat ini yang menyebutkan balasan keimanan —yaitu dihapuskan dosa-dosanya dan diselamatkan dari azab yang pedih— memastikan yang bersangkutan dimasukkan ke dalam surga. Karena sesungguhnya di akhirat itu tidak lain hanyalah ada surga atau neraka. Barang siapa yang diselamatkan dari neraka, pasti dimasukkan ke dalam surga.

Dan belum pernah sampai kepada kami suatu nas pun, baik yang sarih (jelas) maupun yang tegas dari Pentasyri’, yang menyatakan bahwa jin yang beriman tidak dapat masuk surga, sekalipun mereka diselamatkan dari azab neraka. Seandainya pendapat tersebut benar, tentulah kami pun akan mengatakannya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Dan ini Nabi Nuh a.s. berkata kepada kaumnya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

Niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. (Nuh: 4)

Tidak diperselisihkan lagi bahwa orang-orang yang beriman dari kalangan kaumnya dimasukkan ke dalam surga, maka demikian pula halnya dengan mereka (jin).

Tetapi sehubungan dengan jin, banyak pendapat yang garib menceritakannya. Disebutkan dari Unu;r ibnu Abdul Aziz r.a. bahwa mereka (jin) tidak dapat memasuki kehidupan yang mewah di dalam surga. Sesungguhnya mereka hanya menempati taman dan daerah sekitarnya. Dan di antara ulama ada yang mengira bahwa mereka (jin) berada di dalam surga dapat dilihat oleh Bani Adam, tetapi kebalikannya mereka tidak dapat melihat Bani Adam, sebagai kebalikan dari keadaan mereka ketika di dunia. Dan sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa di dalam surgajin tidak makan dan tidak pula minum, melainkan diilhamkan kepada mereka bacaan tasbih, tahmid, dan taqdis sebagai ganti dari makanan dan minuman; sama halnya dengan para malaikat, karena sesungguhnya mereka sejenis dengannya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Tatkala para golongan jin itu memuji al-Qur`an serta menjelaskan kedudukan dan tingkatannya, mereka menyeru kaumnya untuk beriman kepada al-Qur`an seraya berkata, {يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ} “Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah,” yaitu yang tidak menyeru kepada selain Allah جَلَّ جَلالُهُ, tidak menyeru kalian kepada keinginankeinginan dirinya dan hawa nafsu, ia hanya menyeru kalian kepada Rabb kalian, agar kalian mendapatkan pahala dan menghindarkan kalian dari segala keburukan dan musibah. Karena itulah mereka berkata, {يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ} “Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.” Jika Allah جَلَّ جَلالُهُ melindungi mereka dari siksaan pedih, maka tidak ada lagi setelahnya selain kenikmatan, dan inilah balasan orang yang mau menerima seruan Allah جَلَّ جَلالُهُ.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Di antara kelompok jin yang mendengar perkataan nabi itu menyeru kaumnya agar beriman kepada Allah, “wahai kaum kami! terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, yaitu nabi Muhammad, dan berimanlah kepada-Nya, karena seruannya mengajak kamu kepa-da jalan yang benar, dan jika kamu beriman kepadanya dengan mengikuti tuntunannya niscaya dia, yakni Allah yang mengutusnya untuk memberi petunjuk kepada golongan jin dan manusia, akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. ” ayat ini memberikan pengertian bahwa pada golongan jin juga berlaku pembalasan Allah berupa ampunan dan selamat dari siksaan pahala bagi siapa yang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan. 32. Selanjutnya sekelompok jin itu memberi peringatan kepada kaumnya yang tidak mau beriman kepada nabi Muhammad. ” dan barang siapa tidak menerima seruan orang yang menyeru kepada Allah yaitu nabi Muhammad maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksa Allah di muka bumi, jika Allah berkehendak untuk menimpakan siksa padahal tidak ada pelindung baginya yang dapat melindungi mereka dari siksaan itu selain Allah. Mereka yang tidak mengikuti seruan itu sungguh berada dalam kesesatan yang nyata. ‘ jalan yang benar telah dijelaskan, dan telah diberikan pula tuntunan bagaimana menempuh jalan itu. Siapa yang menempuh jalan itu akan selamat, dan siapa yang menyeleweng akan mendapat hukuman. Demikian ketetapan Allah yang berlaku bagi golongan jin dan manusia.


Al-Ahqaf Ayat 31 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Ahqaf Ayat 31, Makna Al-Ahqaf Ayat 31, Terjemahan Tafsir Al-Ahqaf Ayat 31, Al-Ahqaf Ayat 31 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Ahqaf Ayat 31


Tafsir Surat Al-Ahqaf Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35