Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Muzzammil Ayat 10 المزمل Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{72} Al-Jin / الجن الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ المدثر / Al-Muddatstsir {74}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Muzzammil المزمل (Orang Yang Berselimut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 73 Tafsir ayat Ke 10.

Al-Qur’an Surah Al-Muzzammil Ayat 10

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا ﴿١٠﴾

waṣbir ‘alā mā yaqụlụna wahjur-hum hajran jamīlā

QS. Al-Muzzammil [73] : 10

Arti / Terjemah Ayat

Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Dan bersabarlah terhadap apa yang dikatakan orang-orang musyrik itu terhadapmu dan terhadap agamamu. Berpalinglah dari perbuatan batil mereka dengan berpaling dari mereka dan tidak membalas dendam terhadap mereka.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman, memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk bersabar terhadap ucapan orang-orang yang mendustakannya dari kalangan orang-orang yang kurang akalnya dari kaumnya, dan hendaklah dia menjauhi mereka dengan cara yang baik, yaitu dengan cara yang tidak tercela. Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman kepada Nabi-Nya yang isinya mengandung ancaman terhadap orang-orang kafir dari kalangan kaumnya, dan Dia adalah Tuhan Yang Mahabesar, tiada sesuatu pun yang dapat bertahan terhadap murka-Nya:

Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan. (Al-Muzzammil: 11)

Yakni biarkanlah Aku saja yang akan bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, padahal mereka adalah orang-orang yang hidup mewah dan mempunyai harta yang banyak. Seharusnya mereka lebih taat ketimbang orang lain, mengingat mereka mempunyai semua sarananya dan dapat menunaikan hak-hak yang tidak dimiliki oleh selain mereka.

dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. (Al-Muzzammil: 11)

Yakni barang sedikit waktu. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24)

Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Karena Sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat. (Al-Muzzammil: 12)

Yang dimaksud dengan ankalan ialah belenggu-belenggu, menurut Ibnu Abbas, Ikrimah,Tawus, Muhammad ibnu Ka’b, Abdullah ibnu Buraidah, Abu Imran Al-Juni, Abu Mijiaz, Ad-Dahhak, Hammad ibnu Abu Sulaiman, Qatadah, As-Saddi, Ibnul Mubarak, dan As-Sauri serta selain mereka.

dan neraka yang bernyala-nyala. (Al-Muzzammil: 12)

Yaitu yang apinya menyala-nyala dengan hebatnya.

dan makanan yang menyumbat di tenggorokan. (Al-Muzzammil: 13)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah makanan yang tertahan di tenggorokan, tidak dapat masuk, dan tidak dapat pula keluar.

dan azab yang pedih. Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan. (Al-Muzzammil: 13-14)

Bumi dan gunung-gunung mengalami gempa yang amat dahsyat sehingga jadilah gunung-gunung itu seperti tumpukan-tumpukan pasir, yang sebelumnya berupa batu-batu besar. Setelah itu gunung-gunung itu diledakkan dengan ledakan yang sedahsyat-dahsyatnya, sehingga tiada sesuatu pun darinya melainkan lenyap. Lalu bumi menjadi datar sama sekali, tidak ada sedikit pun padanya tempat yang tinggi dan tidak pula tempat yang rendah; semuanya rata, tiada bukit dan tiada lembah.

Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman, ditujukan kepada kaum kafir Quraisy, tetapi makna yang dimaksud terhadap seluruh manusia:

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang rasul, yang menjadi saksi terhadapmu. (Al-Muzzammil: 15)

Yakni terhadap amal perbuatanmu.

sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang rasul kepada Fir’aun. Maka Fir’aun mendurhakai rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat. (Al-Muzzammil: 15-16)

Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, As-Saddi, dan As-Sauri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dengan siksaan yang berat. (Al-Muzzammil: 16)

Maksudnya, siksaan yang keras. Maka hati-hatilah kamu, jangan mendustakan rasul ini yang akibatnya kamu akan ditimpa azab seperti azab yang menimpa Fir’aun, yang telah disiksa oleh Allah dengan siksaan dari Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ telah berfirman:

Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (An-Nazi’at:25)

Dan kalian lebih utama untuk mendapat kebinasaan dan kehancuran bila mendustakan rasul kalian, karena rasul kalian adalah rasul yang paling mulia dan lebih besar daripada Musa ibnu Imran. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Mujahid.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Pada saat Allah جَلَّ جَلالُهُmemerintahkan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ untuk shalat secara khusus dan berdzikir secara umum di mana hal tersebut akan memberikan kemampuan kuat bagi seorang hamba untuk memikul beban dan pekerjaan berat, Allah جَلَّ جَلالُهُmemerintahkan Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ untuk bersabar atas perkataan yang diucapkan oleh para penentang dan mereka yang mencelanya dan mencela risalah yang beliau bawa serta diperintahkan untuk terus menjalankan perintah Allah جَلَّ جَلالُهُyang tidak dapat ditahan dan dihadang oleh siapa pun. Allah جَلَّ جَلالُهُmemerintahkan beliau untuk meninggalkan mereka secara baikbaik. Itulah cara menjauhi orang sekiranya ada maslahatnya dan tidak ada gangguannya. Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bahkan memperlakukan mereka dengan meninggalkan dan berpaling dari perkataanperkataan yang menyakiti. Allah جَلَّ جَلالُهُjuga memerintahkan beliau untuk mendebat mereka dengan cara yang baik.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Di samping berusaha sungguh-sungguh dan berserah diri kepada Allah, modal sukses dalam menyampaikan dakwah adalah sabar. Inilah yang ditegaskan dalam ayat ini. Dan bersabarlah wahai nabi Muhammad terhadap apa saja yang mereka katakan yang menyakitimu dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik sehingga mereka tidak merasa bahwa engkau memusuhi mereka dan menaruh dendam terhadap mereka. 11-13. Setelah segala cara ditempuh untuk mengajak kaum musyrik beriman, ternyata mereka tetap musyrik, maka tidak perlu berkecil hati, karena Allah yang akan membalas mereka. Dan biarkanlah aku yang bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar saja, karena sungguh, di sisi kami ada belenggu-belenggu yang berat yang akan mengikat mereka dan api neraka yang menyala-Nyala, dan mereka juga diberi makanan tetapi ada makanan yang apabila dimakan akan menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.


Al-Muzzammil Ayat 10 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Muzzammil Ayat 10, Makna Al-Muzzammil Ayat 10, Terjemahan Tafsir Al-Muzzammil Ayat 10, Al-Muzzammil Ayat 10 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Muzzammil Ayat 10


Tafsir Surat Al-Muzzammil Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20