Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Muzzammil Ayat 15 المزمل Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{72} Al-Jin / الجن الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ المدثر / Al-Muddatstsir {74}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Muzzammil المزمل (Orang Yang Berselimut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 73 Tafsir ayat Ke 15.

Al-Qur’an Surah Al-Muzzammil Ayat 15

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا ﴿١٥﴾

innā arsalnā ilaikum rasụlan syāhidan ‘alaikum kamā arsalnā ilā fir’auna rasụlā

QS. Al-Muzzammil [73] : 15

Arti / Terjemah Ayat

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Wahai penduduk Mekah, sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul bernama Muhammad. Ia menjadi saksi terhadap kalian atas apa yang kalian ingkari dan maksiat yang kalian lakukan sebagaimana dahulu Kami telah mengutus seorang rasul bernama Musa kepada Firaun yang durhaka. Kemudian Firaun mendustakan Musa dan tidak beriman pada risalahnya. Ia membangkang perintahnya sehingga Kami membinasakannya dengan azab yang berat. Ayat ini adalah peringatan bagi siapa pun yang mendurhakai rasul Muhammad sallallahu alaihi wa sallam akan menimpanya hal yang sama seperti yang dialami Firaun dan kaumnya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman, memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk bersabar terhadap ucapan orang-orang yang mendustakannya dari kalangan orang-orang yang kurang akalnya dari kaumnya, dan hendaklah dia menjauhi mereka dengan cara yang baik, yaitu dengan cara yang tidak tercela. Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman kepada Nabi-Nya yang isinya mengandung ancaman terhadap orang-orang kafir dari kalangan kaumnya, dan Dia adalah Tuhan Yang Mahabesar, tiada sesuatu pun yang dapat bertahan terhadap murka-Nya:

Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan. (Al-Muzzammil: 11)

Yakni biarkanlah Aku saja yang akan bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, padahal mereka adalah orang-orang yang hidup mewah dan mempunyai harta yang banyak. Seharusnya mereka lebih taat ketimbang orang lain, mengingat mereka mempunyai semua sarananya dan dapat menunaikan hak-hak yang tidak dimiliki oleh selain mereka.

dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. (Al-Muzzammil: 11)

Yakni barang sedikit waktu. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24)

Karena itulah disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Karena Sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat. (Al-Muzzammil: 12)

Yang dimaksud dengan ankalan ialah belenggu-belenggu, menurut Ibnu Abbas, Ikrimah,Tawus, Muhammad ibnu Ka’b, Abdullah ibnu Buraidah, Abu Imran Al-Juni, Abu Mijiaz, Ad-Dahhak, Hammad ibnu Abu Sulaiman, Qatadah, As-Saddi, Ibnul Mubarak, dan As-Sauri serta selain mereka.

dan neraka yang bernyala-nyala. (Al-Muzzammil: 12)

Yaitu yang apinya menyala-nyala dengan hebatnya.

dan makanan yang menyumbat di tenggorokan. (Al-Muzzammil: 13)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah makanan yang tertahan di tenggorokan, tidak dapat masuk, dan tidak dapat pula keluar.

dan azab yang pedih. Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan. (Al-Muzzammil: 13-14)

Bumi dan gunung-gunung mengalami gempa yang amat dahsyat sehingga jadilah gunung-gunung itu seperti tumpukan-tumpukan pasir, yang sebelumnya berupa batu-batu besar. Setelah itu gunung-gunung itu diledakkan dengan ledakan yang sedahsyat-dahsyatnya, sehingga tiada sesuatu pun darinya melainkan lenyap. Lalu bumi menjadi datar sama sekali, tidak ada sedikit pun padanya tempat yang tinggi dan tidak pula tempat yang rendah; semuanya rata, tiada bukit dan tiada lembah.

Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman, ditujukan kepada kaum kafir Quraisy, tetapi makna yang dimaksud terhadap seluruh manusia:

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang rasul, yang menjadi saksi terhadapmu. (Al-Muzzammil: 15)

Yakni terhadap amal perbuatanmu.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah جَلَّ جَلالُهُberfirman, bahwa pujilah Rabb kalian atas diutusnya seorang nabi `ummi berbangsa Arab ini yang memberi kabar gembira dan peringatan serta sebagai saksi atas perbuatan umatnya. Janganlah kalian kufur dan mendurhakai Rasul kalian sehingga kalian seperti Fir’aun ketika Allah جَلَّ جَلالُهُmengutus Musa bin Imran, Musa menyerunya kepada Allah جَلَّ جَلالُهُdan memerintahkannya untuk bertauhid, tapi Fir’aun tidak membenarkannya, justru malah mendurhakainya, kemudian Allah جَلَّ جَلالُهُmenyiksanya {أَخْذًا وَبِيلا}”dengan siksaan yang berat,” yaitu berat dan dahsyat.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

15-16. Setelah dijelaskan ancaman siksa akhirat yang akan diterima bagi para pendurhaka, ayat ini mengingatkan manusia tentang siksa dunia. Sesungguhnya kami telah mengutus seorang rasul, Muhammad kepada kamu, wahai penduduk mekah, bahkan juga seluruh manusia, yang menjadi saksi terhadapmu menyangkut sikap dan perbuatan kamu, sebagaimana kami telah mengutus seorang rasul yaitu musa, kepada fir’aun. Namun fir’aun mendurhakai rasul yang kami utus itu, maka kami siksa dia dengan siksaan yang berat. Maka jika kamu wahai penduduk mekah mendurhakai nabi Muhammad, kami dapat menyiksa kamu seperti yang dialami oleh fir’aun


Al-Muzzammil Ayat 15 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Muzzammil Ayat 15, Makna Al-Muzzammil Ayat 15, Terjemahan Tafsir Al-Muzzammil Ayat 15, Al-Muzzammil Ayat 15 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Muzzammil Ayat 15


Tafsir Surat Al-Muzzammil Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20