Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Jin Ayat 4 الجن Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{71} Nuh / نوح الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ المزمل / Al-Muzzammil {73}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Jin الجن (Jin) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 72 Tafsir ayat Ke 4.

Al-Qur’an Surah Al-Jin Ayat 4

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا ﴿٤﴾

wa annahụ kāna yaqụlu safīhunā ‘alallāhi syaṭaṭā

QS. Al-Jin [72] : 4

Arti / Terjemah Ayat

Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Dab bahwasanya yang kurang akal di antara kami dahulu, yaitu iblis, selalu berkata terhadap Allah perkataan yang jauh dari kebenaran berupa tuduhan bahwa Dia mempunyai istri dan anak.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak. (Al-Jin: 3)

Artinya, Mahatinggi Allah dari beristri dan beranak. Jin mengatakan bahwa Mahasuci Tuhan Yang Mahabesar lagi Mahamulia dari hal tersebut, yaitu dari mempunyai istri dan anak. Hal ini dikatakan oleh jin ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur’an. Kemudian mereka (jin) mengatakan sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah. (Al-Jin: 4)

Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Orang yang kurang akal daripada kami. (Al-Jin: 4) Mereka bermaksud iblis.

yang melampaui batas. (Al-Jin: 4)

Menurut As-Saddi, dari Abu Malik, artinya perkataan yang melampaui batas. Menurut Ibnu Zaid, artinya zalim yang besar. Dapat pula ditakwilkan arti firman-Nya, “Safihuna,” sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah beristri dan beranak. Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan. (Al-Jin: 4)

Yakni sebelum dia masuk Islam.

(perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah. (Al-Jin: 4)

Maksudnya, kata-kata yang batil dan palsu alias tidak benar. Karena itulah maka dalam firman berikutnya disebutkan:

dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah. (Al-Jin: 5)

Yaitu sebelum ini kami tidak mengira bahwa manusia dan jin bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ karena mereka menisbatkan kepada-Nya punya anak dan punya istri. Dan setelah kami mendengar Al-Qur’an ini dan kami beriman kepadanya, barulah kami mengetahui bahwa mereka dusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

{وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا} “Dan bahwasanya, orang yang kurang akal dari kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,” yakni, perkataan lalim dari kebenaran dan menerjang batas. Yang menyebabkan hal itu adalah kebodohan dan kelemahan akalnya, sebab andai yang bersangkutan teguh dan tenang, pasti ia memahami apa yang diucapkan.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

4-5. Jin yang mendengar bacaan Al-Qur’an tersebut melanjutkan testimoninya di hadapan kaumnya dengan menyatakan, “dan sesungguhnya orang yang bodoh kurang sehat akalnya di antara kami dahulu selalu mengucapkan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah yang maha esa, dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah, dengan menasabkan sekutu, istri dan anak kepada-Nya. “4-5


Al-Jin Ayat 4 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Jin Ayat 4, Makna Al-Jin Ayat 4, Terjemahan Tafsir Al-Jin Ayat 4, Al-Jin Ayat 4 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Jin Ayat 4


Tafsir Surat Al-Jin Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28