Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 86 الإسراء Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{16} An-Nahl / النحل الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الكهف / Al-Kahfi {18}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Isra الإسراء (Memperjalankan Di Waktu Malam) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 17 Tafsir ayat Ke 86.

Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 86

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلًا ﴿٨٦﴾

wa la`in syi`nā lanaż-habanna billażī auḥainā ilaika ṡumma lā tajidu laka bihī ‘alainā wakīlā

QS. Al-Isra [17] : 86

Arti / Terjemah Ayat

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sungguh jika Kami menghendaki untuk menghapus Al Qur’an dari hatimu, niscaya Kami mampu melakukan hak itu, kemudian kamu tidak mendapati bagi dirimu seorang penolongpun yang bisa menghalangi Kami dari melakukan hal itu, atau mengembalikan Al Qur’an padamu.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menyebutkan nikmat dan karunia-Nya yang besar yang telah Dia limpahkan kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu melalui Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya yang tidak dapat kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.

Ibnu Mas’ud r.a. mengatakan bahwa diakhir zaman kelak akan berti­up angin merah melanda manusia dari arah negeri Syam maka setelah itu tiada satu ayat pun dalam mushaf seseorang atau dalam hatinya melainkan terhapus semuanya. Kemudian sahabat Ibnu Mas’ud r.a. membacakan friman-Nya:

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami le­nyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu., hingga akhir ayat.

Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ mengisyaratkan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Al-Qur’an. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ memberitahukan bahwa seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul, lalu mereka sepakat akan membuat hal yang semisal dengan kitab yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun mereka saling membantu dan menolong di antara sesama mere­ka. Karena sesungguhnya hal ini merupakan suatu perkara yang mustahil dapat mereka lakukan, karena jelas tidak ada keserupaan antara perkata­an makhluk dan kalam Tuhan Yang Maha Pencipta yang tiada persamaan, tiada yang semisal dan tiada yang setara dengan Dia.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id ibnu Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang dari kaum Yahudi. Mereka datang kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, lalu mengatakan, “Se­sungguhnya kami dapat mendatangkan hal yang semisal dengan apa yang engkau sampaikan (yakni Al-Qur’an).” Maka Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menurun­kan ayat ini.

Riwayat ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, mengingat ayat ini termaktub di dalam surat Makiyyah dan seluruh konteksnya ber­kaitan dengan orang-orang Quraisy, sedangkan orang-orang Yahudi baru bersua dengan Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ setelah beliau berada di Madinah.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(86-87) Allah جَلَّ جَلالُهُ mengabarkan bahwa al-Qur`an dan wahyu yang Allah wahyukan kepada RasulNya, adalah rahmat bagi Rasul itu sendiri dan bagi para hambaNya. Hal itu adalah nikmat terbesar yang diberikan kepada RasulNya secara mutlak. Sungguh karunia yang Allah berikan kepada beliau sangat besar, tak terukur kadar-nya. Maka Dzat yang telah berkenan mengutamakan kamu dengan itu, mampu untuk melenyapkannya kemudian engkau tidak dapat menjumpai orang yang mampu mengembalikannya (kepadamu) dan tidak ada seorang penolong pun yang memintakannya kepada Allah. Oleh karenanya, bergembiralah kamu dan tenanglah. Jangan risau terhadap tuduhan dusta dari orang-orang yang mendustakan dan olokan dari orang-orang sesat. Mereka telah ditawari nikmat yang paling besar, akan tetapi menolaknya disebabkan kehinaan mereka di hadapan Allah dan penelantaranNya terhadap mereka.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Dan sesungguhnya jika kami menghendaki, niscaya kami lenyapkan, kami hapus dari hatimu apa yang telah kami wahyukan kepadamu, wahai nabi Muhammad, dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap keputusan kami, melenyapkan apa yang kami wahyukan kepadamu. Tetapi pelenyapan itu tidak akan terjadi, dan yang demikian itu tidak lain, kecuali karena rahmat dari tuhanmu yang dicurahkan kepadamu dan semua makhluk-Nya. Sungguh, karunia-Nya atasmu, wahai nabi Muhammad, yang aku cintai dan aku pilih sebagai utusan-ku, sangat besar.


Al-Isra Ayat 86 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Isra Ayat 86, Makna Al-Isra Ayat 86, Terjemahan Tafsir Al-Isra Ayat 86, Al-Isra Ayat 86 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Isra Ayat 86


Tafsir Surat Al-Isra Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111