| {26} Asy-Syu’ara / الشعراء | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | القصص / Al-Qashash {28} |
Tafsir Al-Qur’an Surat An-Naml النمل (Semut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 27 Tafsir ayat Ke 16.
وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ ﴿١٦﴾
wa wariṡa sulaimānu dāwụda wa qāla yā ayyuhan-nāsu ‘ullimnā manṭiqaṭ-ṭairi wa ụtīnā ming kulli syaī`, inna hāżā lahuwal-faḍlul-mubīn
QS. An-Naml [27] : 16
Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.”
Dan Sulaiman mewarisi bapaknya Dawud dalam kenabian, ilmu dan kerajaan. Dan Sulaiman berkata kepada kaumnya: Wahai manusia, kami diberi pengetahuan dan pemahaman tentang bahasa burung, dan kami diberi segala sesuatu yang di butuhkan. Sesungguhnya apa yang Allah berikan kepada kami merupakan sebuah karunia yang nyata yang membedakan kita dari orang lain.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud. (An Naml:16)
Yakni mewarisi kerajaan dan kenabiannya, bukan mewarisi hartanya. Karena seandainya Sulaiman mewarisi hartanya, tentulah tidak hanya khusus Sulaiman saja yang mewarisinya, melainkan anak-anak Nabi Daud yang lainnya pun ikut mewarisinya, karena sesungguhnya Nabi Daud mempunyai seratus orang istri. Hal ini menguatkan bahwa yang diwarisinya hanyalah kerajaan dan kenabiannya saja, karena sesungguhnya para nabi itu tidak diwarisi hartanya, seperti yang diberitakan oleh Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ melalui salah satu sabdanya yang mengatakan:
Kami para nabi, tidak diwarisi, semua yang kami tinggalkan adalah sedekah.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. (An Naml:16)
Yakni Sulaiman memberitahukan kepada orang-orang bahwa Allah telah melimpahkan kepadanya nikmat-nikmat berupa kerajaan yang sempurna dan kekuasaan yang besar, sehingga ditundukkan baginya manusia, jin, dan burung-burung. Selain dari itu Sulaiman telah dianugerahi ilmu bahasa burung, ini merupakan suatu pemberian yang belum pernah diberikan kepada seorang manusia pun, menurut pengetahuan kami, berdasarkan apa yang telah diberitakan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى kepada Rasul-Nya. Adapun mengenai pendapat orang-orang bodoh dan para penggembala yang menduga bahwa semua hewan dapat berbicara seperti manusia sebelum masa Sulaiman dan Daud, seperti yang telah dikatakan oleh sejumlah orang yang mengemukakan pendapatnya tanpa pengetahuan. Karena seandainya memang seperti apa yang dikatakan oleh mereka, tentulah anugerah ini secara khusus kepada Sulaiman tidak mengandung makna apa pun. Sebab semua manusia mengerti bahasa burung dan hewan serta memahami apa yang dikatakan mereka, padahal kenyataannya tidaklah seperti apa yang mereka dugakan itu. Bahkan sejak diciptakan, hewan-hewan dan burung-burung serta makhluk lainnya (selain manusia) sampai masa kita sekarang ini tidak ada yang dapat berbicara.
Akan tetapi, memang Allah telah memberikan pengertian kepada Sulaiman bahasa burung yang sedang terbang di udara, juga bahasa hewan-hewan dengan berbagai jenis dan macamnya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami beri segala sesuatu, (Ah-Naml: 16)
yang diperlukan bagi seorang raja.
Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata. (An Naml:16)
Yakni karunia yang jelas dari Allah kepada kami.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Abdur Rahman, dari Amr ibnu Abu Amr, dari Al-Muttalib, dari Abu Hurairah r.a. yang telah menceritakan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda, “Daud a.s. adalah seorang lelaki yang besar cemburunya. Apabila dia bepergian, maka semua pintu rumahnya ditutup dan tidak boleh ada seorang lelaki pun masuk ke dalam rumahnya menemui istri-istrinya sebelum ia pulang.” Pada suatu hari ia pergi, sebelumnya ia menutup semua pintu istananya, lalu ada seorang wanita mengintip rumah Nabi Daud, dan ternyata ia melihat ada seorang lelaki sedang berdiri di tengah-tengah istananya. Lalu wanita itu berkata kepada wanita-wanita yang ada di dalamnya, “Dari manakah lelaki ini masuk ke dalam istana Daud, padahal semua pintunya telah dikunci? Demi Allah, kalian benar-benar akan dilaporkan kepada Daud.” Ketika Daud datang, ia menjumpai ada seorang lelaki sedang berdiri di tengah-tengah rumahnya. Daud bertanya, “Siapakah kamu?” Lelaki itu menjawab, “Orang yang tidak takut kepada para raja dan tidak terhalang oleh penghalang apa pun.” Daud berkata, “Kalau begitu, demi Allah, engkau adalah malaikat maut, selamat datang dengan perintah Allah.” Lalu Daud menyelimuti dirinya di tempat peraduannya, dan malaikat itu mencabut rohnya, dan setelah malaikat itu menjalankan tugasnya, bertepatan dengan terbitnya matahari, maka Sulaiman a.s. berkata kepada burung-burung, “Naungilah jasad Daud!” Maka semua burung menaunginya hingga bumi ini ternaungi oleh burung-burung itu. Kemudian Sulaiman berkata kepada semua burung, “Katupkanlah sebelah sayapmu (yakni pakailah sebelah sayap saja).” Abu Hurairah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah burung dapat melakukan hal itu?” Beliau صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengatupkan tangannya, dan bahwa yang menaunginya hanyalah elang merah saja, karena dapat mendesak burung lainnya.
Setelah Allah memuji keduanya secara bersamaan, maka Dia menyebut Sulaiman secara khusus karena keistimewaan yang diberikan kepadanya. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadanya suatu kerajaan yang sangat besar hingga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki ayahnya. Maka Dia berfirman, وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ “Sulaiman telah mewarisi Dawud.” Maksudnya, Sulaiman telah mewarisi ilmu dan kenabian ayahnya, dan ilmu ayahnya telah tergabung dalam ilmunya. Bisa jadi Sulaiman telah mempelajari ilmu yang dimiliki ayahnya dan ditambah dengan ilmunya sendiri yang sudah ada pada waktu ayahnya masih ada, sebagaimana telah disebutkan dahulu Firman Allah,
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ
“Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat).” (QS. Al-Anbiya`: 79).
وَقَالَ “Dan ia berkata,” sebagai rasa syukurnya kepada Allah dan mengingat karunia dan nikmatNya, يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung.” Nabi Sulaiman ‘alaihissalam mengerti dan memahami apa yang dikatakan dan dibicarakan oleh burung-burung, sebagaimana dia telah berdialog dengan burung hud-hud, dan hud-hud pun menjawabnya, dan sebagaimana dia paham perkataan ratu semut kepada para pasukannya, sebagaimana akan dijelaskan nanti. Derajat ini tidak pernah dimiliki oleh siapa pun selain nabi Sulaiman ‘alaihissalam, وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْء “dan kami diberi segala sesuatu.” Maksudnya, kami telah dikaruniai Allah berbagai nikmat dan berbagai fasilitas kerajaan dan kekuasaan yang belum pernah Dia berikan kepada seorang pun dari anak cucu Adam ini. Oleh karena itu, ia berdoa kepada Rabbnya,
وَهَبْ لِي مُلْكًا لا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي
“Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku.” (QS. Shad: 35).
Lalu Allah جَلَّ جَلالُهُ menundukkan seluruh setan (jin) kepadanya, yang mana mereka dapat mengerjakan untuknya pekerjaan apa saja yang dikehendakinya, yang tidak sanggup dilakukan oleh selain mereka. Dan Allah menundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan. إِنَّ هَذَا “Sesungguhnya (semua) ini,” yang diberikan Allah kepada kami ini, diutamakan dan diistimewakannya kepada kami, لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ “benar-benar suatu karunia yang nyata,” jelas lagi gamblang. Maka dia mengakui dengan sesempurna pengakuan tentang kenikmatan Allah جَلَّ جَلالُهُ.
Dan sebagai penghargaan Allah kepada nabi daud atas kepatuhan dan syukurnya kepada Allah, sulaiman telah mewarisi ayahnya yaitu dawud dalam hal kenabian dan kekuasaan, dan dia, sulaiman, berkata, ‘wahai manusia! kami telah diajari oleh Allah bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu yang kami butuhkan dalam mengurus umat dan kerajaan kami. Sungguh, semua ini benar-benar karunia yang nyata. ‘ perilaku kedua nabi ini menjadi pelajaran yang sangat berarti bagi kaum muslimin. 17. Dan sebagai bukti atas pernyataan nabi sulaiman di atas, Allah mengabarkan bahwa untuk sulaiman dikumpulkan bala tentaranya yang terdiri dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib dalam rangka mengatur kehidupan masyarakat dan menghadapi musuh-Musuh nabi sulaiman.
An-Naml Ayat 16 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Naml Ayat 16, Makna An-Naml Ayat 16, Terjemahan Tafsir An-Naml Ayat 16, An-Naml Ayat 16 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Naml Ayat 16
Tafsir Surat An-Naml Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93