| {26} Asy-Syu’ara / الشعراء | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | القصص / Al-Qashash {28} |
Tafsir Al-Qur’an Surat An-Naml النمل (Semut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 27 Tafsir ayat Ke 60.
أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ أَإِلَـٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ ﴿٦٠﴾
am man khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa anzala lakum minas-samā`i mā`an fa ambatnā bihī ḥadā`iqa żāta bahjah, mā kāna lakum an tumbitụ syajarahā, a ilāhum ma’allāh, bal hum qaumuy ya’dilụn
QS. An-Naml [27] : 60
Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
Tanyakan kepada mereka: Siapa yang menciptakan langit dan bumi, dan yang menurunkan hujan dari langit lalu dengannya Dia menumbuhkan kebun-kebun dengan pemandangannya yang indah? Kalian tidak kuasa menumbuhkan pohon-pohonnya kalau Allah tidak menurunkan kepada kalian hujan dari langit. Sesungguhnya penyembahan kepada Allah adalah haq sedangkan penyembahan kepada selain-Nya adalah batil. Adakah sesembahan lain bersama Allah yang bisa melakukan perbuatan-perbuatan ini, sehingga dia layak disembah dan dipersekutukan dengan-Nya? Sebaliknya orang-orang musyrikin itu adalah kaum yang menyimpang dari jalan kebenaran dan iman. Lalu mereka pun menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah pengagungan.
Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa hanya Dialah Yang Menciptakan, Yang Memberi Rezeki, dan Yang Mengatur, bukan selain Dia. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi. (An Naml:60)
Yakni yang menciptakan semua langit yang sangat tinggi lagi sangat jernih itu dan segala sesuatu yang ada padanya berupa bintang-bintang yang bercahaya, bintang-bintang yang berkilauan, dan semua benda angkasa lainnya. Dia pulalah yang menciptakan bumi ini dan segala sesuatu yang ada padanya berupa gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah, tanah-tanah yang terjal, padang sahara, tanah-tanah yang tandus, semua tanaman dan pepohonan, semua buah-buahan, lautan serta semua hewan dengan berbagai macam jenis, bentuk dan warnanya, juga makhluk lainnya.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
dan yang menurunkan air untukmu dari langit. (An Naml:60)
Artinya Allah menjadikannya sebagai penyebab rezeki bagi hamba-hamba-Nya.
lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah. (An Naml:60)
Yaitu kebun-kebun yang indah pemandangan dan bentuknya.
yang kamu sekalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. (An Naml:60)
Kalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohon, dan sesungguhnya yang mampu menumbuhkannya hanyalah Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemberi rezeki. Hanya Dialah yang dapat melakukannya, bukan selain-Nya. Hal ini diakui pula oleh orang-orang musyrik, seperti yang disebutkan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dalam ayat lain menceritakan jawaban mereka:
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, ‘Allah’.” (Az Zukhruf:87).
Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah”. (Al-‘Ankabut: 63)
Dengan kata lain, orang-orang musyrik pun mengakui bahwa hanya Allah sematalah yang melakukan itu semuanya, tiada sekutu bagi-Nya, namun mereka menyembah selain Allah bersama-Nya, padahal mereka mengakui bahwa selain-Nya itu tidak dapat menciptakan dan tidak dapat pula memberi rezeki. Karena sesungguhnya yang berhak disembah hanyalah Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki. Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? (An Naml:60)
Yakni apakah ada tuhan lain yang disembah selain Allah? Padahal telah jelas bagi kalian dan juga bagi setiap orang yang berakal, bahwa hanya Allahlah Yang Menciptakan dan Yang Memberi rezeki (yang patut disembah).
Di antara mufassirin ada yang mengatakan bahwa makna firman-Nya: Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? (An Naml:60) Yang menciptakan semuanya ini.
Pengertian pendapat ini ada kaitannya dengan makna yang pertama, karena hipotesis jawaban mereka ialah bahwa tiada seorang pun yang melakukan ini bersama-Nya, bahkan Dia sendirilah yang melakukannya. Lalu dikatakan kepada mereka, “Mengapa kalian menyembah selain Dia bersama-Nya, padahal hanya Dialah Yang Menciptakan, Yang Memberi rezeki dan Yang Mengatur semuanya?” Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? (An Nahl:17)
Lafaz amman dalam ayat-ayat ini semuanya mengandung takwil, ‘Apakah Tuhan yang mengerjakan semuanya ini sama dengan yang tidak dapat mengerjakan sesuatu pun darinya?”. Demikianlah makna konteks secara keseluruhan, sekalipun sebagian darinya tidak disebutkan, mengingat ada indikasi kuat yang menunjuk ke arah tersebut. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah berfirman dalam ayat sebelumnya:
Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia? (An Naml:59)
Kemudian dalam akhir ayat berikutnya disebutkan oleh firman-Nya:
Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). (An Naml:60)
Yaitu mereka menjadikan bagi Allah tandingan dan persamaannya.
Istifham atau kata tanya yang mempunyai pengertian sama dengan ayat ini disebutkan pula dalam ayat lain melalui firman-Nya:
(Apakah kalian, hai orang-orang musyrik, yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? (Az Zumar:9)
Maksudnya, apakah orang yang berperilaku seperti ini sama dengan orang yang tidak berperilaku demikian? Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang menerima pelajaran. (Az Zumar:9)
Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesalan yang nyata. (Az Zumar:22)
Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? (Ar Ra’du:33)
Apakah Tuhan Yang Menyaksikan semua perbuatan makhluk-Nya, semua gerakan dan diam mereka, lagi mengetahui semua yang gaib —baik yang besar maupun yang terkecilnya— sama dengan yang tidak mengetahui, tidak mendengar dan tidak melihat, yakni berhala-berhala yang mereka sembah-sembah selain Allah itu? Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah, “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu!”. (Ar Ra’du:33)
Demikian pula ayat-ayat ini semuanya mengandung makna yang sama, yakni perbandingan.
(60) Maksudnya, atau siapakah yang telah menciptakan langit dan segala apa yang ada di dalamnya, berupa matahari, bulan, bintang-bintang, para malaikat dan bumi serta segala apa yang ada padanya seperti gunung, lautan, sungai, pohon-pohonan dan lain-lainnya, وَاَنْزَلَ لَكُمْ “dan yang menurunkan bagimu,” mak-sudnya, untuk kalian مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ حَدَاۤىِٕقَ “air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun,” maksudnya, taman-taman, ذَاتَ بَهْجَةٍۚ “yang berpemandangan indah,” maksudnya, indah dipandang karena banyak pohon-pohon, bermacam-macam, dan buah-buahannya yang baik. مَا كَانَ لَكُمْ اَنْ تُنْۢبِتُوْا شَجَرَهَاۗ “Yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya.” Kalau saja bukan karunia Allah terhadap kalian, dengan menurunkan hujan (niscaya kalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohon). ءَاِلٰهٌ مَّعَ اللّٰهِ ۗ “Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain),” yang mampu melakukan perbuatan seperti itu hingga berhak disembah bersama-Nya dan dipersekutukan denganNya? بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَّعْدِلُوْنَ ۗ”Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang,” dari Allah kepada selain Dia, dan mereka menyetarakanNya dengan selain Dia, padahal mereka mengetahui bahwa hanya Dia semata Pencipta alam bawah dan alam atas dan yang menurunkan rizki.
60. Setelah ayat-ayat yang lalu membicarakan tindakan Allah terhadap para pembangkang serta penyelamatan terhadapnya hamba-Nya yang taat, kini Allah mengajak untuk membandingkan antara ciptaan-Nya dan yang dilakukan oleh selain-Nya. Wahai nabi Muhammad, katakan kepada mereka, ‘bukankah dia yang telah menciptakan langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya dan yang menurunkan air hujan dari langit yang sangat bermanfaat untukmu, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah’ kamu sekali-kali tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya yang beraneka ragam dengan jenis, warna dan buah yang berlainan seandainya Allah tidak menurun-kan hujan dari langit. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain’ keserasian dalam ciptaan Allah menunjukkan bahwa tidak ada tuhan lain yang menyertai Allah. Bahkan, sebenarnya mereka yang menyekutukan Allah adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenar-an, sebab telah mempersamakan Allah dengan lainnya dalam ibadah dan keagungan. 61. Tanyakan kepada mereka, ‘bukankah dia yang telah menjadikan bumi datar, mantap dan tidak bergoncang sehingga layak sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yaitu antara gunung-gunung yang tertancap di bumi, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan nya, dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut, yaitu laut yang asin dan sungai air tawar yang bermuara di laut, sehingga masing-masing tidak bercampur aduk’ apakah di samping Allah ada tuhan lain yang melakukan itu sehingga kamu persekutukan dia dengannya’ sungguh tidak ada, bahkan sebenarnya kebanyakan mereka tidak mau memanfaatkan ilmu kebenaran yang sesungguhnya, seolah-olah mereka tidak mengetahui.
An-Naml Ayat 60 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Naml Ayat 60, Makna An-Naml Ayat 60, Terjemahan Tafsir An-Naml Ayat 60, An-Naml Ayat 60 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Naml Ayat 60
Tafsir Surat An-Naml Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93