Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 8 النمل Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{26} Asy-Syu’ara / الشعراء الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ القصص / Al-Qashash {28}

Tafsir Al-Qur’an Surat An-Naml النمل (Semut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 27 Tafsir ayat Ke 8.

Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 8

فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨﴾

fa lammā jā`ahā nụdiya am bụrika man fin-nāri wa man ḥaulahā, wa sub-ḥānallāhi rabbil-‘ālamīn

QS. An-Naml [27] : 8

Arti / Terjemah Ayat

Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, “Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.”

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Manakala Musa datang kepada api, Allah memanggilnya dan mengabarkan kepadanya bahwa tempat ini adalah tempat suci, Allah memberkahinya dan menjadikannya sebagai tempat untuk berbicara kepada Musa dan mengangkatnya sebagai utusan. Dan bahwa Allah memberkahi malaikat yang ada pada api itu dan yang ada di sekitarnya, sebagai ungkapan penyucian bagi Allah Rabb seluruh makhluk dari apa yang tidak layak bagi-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Yakni setelah Musa sampai ke tempat api itu, ia melihat pemandangan yang sangat menakjubkan lagi sangat hebat. Api itu menyala di sebuah pohon yang hijau, semakin besar api itu menyala, maka semakin hijau pula pohon tersebut. Kemudian Musa mengangkat pandangannya ke atas, dan ternyata ia melihat bahwa cahaya api itu menembus langit.

Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa cahaya itu bukanlah nyala api, melainkan cahaya yang berkilauan. Menurut riwayat lain dari Ibnu Abbas, itu adalah nur (cahaya) Tuhan semesta alam. Maka Musa terpana melihat pemandangan yang disaksikannya itu.

diserulah dia, “Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu.” (An Naml:8)

Menurut Ibnu Abbas, makna yang dimaksud ialah disucikan, sedangkan yang dimaksud dengan {وَمَنْ حَوْلَهَا} ‘dan orang-orang yang berada di sekitarnya’ ialah para malaikat. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Al-Hasan, dan Qatadah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Habib, telah menceritakan kepada kami Daud At-Tayalisi, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dan Al-Mas’udi, dari Amr ibnu Murrah, bahwa ia pernah mendengar Abu Ubaidah menceritakan hadis berikut dari Abu Musa yang telah mengatakan bahwa Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak tidur, dan tidaklah pantas bagi-Nya tidur, Dia merendahkan dan meninggikan neraca, dilaporkan kepada-Nya amal malam hari sebelum siang hari, dan amal siang hari sebelum malam hari. Menurut riwayat Al-Mas’udi ditambahkan seperti berikut: Hijab Allah adalah nur atau api. Seandainya Dia membukanya, niscaya kesucian Zat-Nya akan membakar segala sesuatu yang dicapai oleh penglihatan-Nya. Kemudian Abu Ubaidah membacakan firman-Nya: Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. (An Naml:8)

Asal hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahih Muslim melalui riwayat Amr ibnu Murrah.

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam. (An Naml:8)

Yakni Yang memperbuat segala sesuatu yang dikehendaki-Nya, tiada sesuatu pun dari makhluk-Nya yang menyerupai-Nya, dan tiada yang dapat meliputi-Nya sesuatu pun dari makhluk-Nya. Dia Mahatinggi, Mahabesar, lagi Maha Membeda dari semua makhluk. Bumi dan langit tidak dapat memuat-Nya, bahkan Dialah Yang Maha Esa, bergantung kepada-Nya segala sesuatu lagi Mahasuci dari kemiripan dengan makhluk-makhluk-Nya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Tafsir Ayat:

فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا “Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia, ‘Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya’.” Maksudnya, dia diseru oleh Allah جَلَّ جَلالُهُ dan dikabarkan kepadanya bahwa ini adalah tempat yang suci lagi diberkati. Di antara berkatnya adalah Allah menjadikannya sebagai tempat untuk Dia berbicara langsung kepada Musa, menyerunya dan mengangkatnya sebagai rasul. وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ “Dan Mahasuci Allah, Rabb semesta alam,” dari segala dugaan bahwa Dia memiliki kekurangan dan kelemahan. Bahkan dia Mahasempurna dalam sifat dan perbuatan-Nya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Maka tidak berapa lama ketika dia, yakni musa, tiba di sana yaitu tempat api itu, dia diseru oleh satu suara yang tidak ada rupanya, ‘telah diberkahi, diberikan kebaikan yang sangat banyak orang yang berada di dekat api, yaitu nabi musa sendiri dan orang-orang yang berada di sekitarnya yaitu penduduk negeri syam, tempat diutusnya para nabi. Mahasuci Allah, tuhan pemelihara seluruh alam dari segala sesuatu yang yang tak layak bagi-Nya. ‘9. Kemudian Allah memperkenalkan diri-Nya kepada nabi musa. ‘wahai musa! sesungguhnya suara yang memanggilmu itu adalah suara-ku, aku adalah Allah, yang mahaperkasa, mahamulia, yang tidak ada kekuatan apa pun yang sanggup mengalahkan-ku mahabijaksana terhadap semua perkataan dan tindakan-ku.


An-Naml Ayat 8 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Naml Ayat 8, Makna An-Naml Ayat 8, Terjemahan Tafsir An-Naml Ayat 8, An-Naml Ayat 8 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Naml Ayat 8


Tafsir Surat An-Naml Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93