Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 29 النمل Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{26} Asy-Syu’ara / الشعراء الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ القصص / Al-Qashash {28}

Tafsir Al-Qur’an Surat An-Naml النمل (Semut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 27 Tafsir ayat Ke 29.

Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 29

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ ﴿٢٩﴾

qālat yā ayyuhal-mala`u innī ulqiya ilayya kitābung karīm

QS. An-Naml [27] : 29

Arti / Terjemah Ayat

Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Hudhud pergi dan melemparkan surat kepada sang ratu dan diapun membacanya, lalu dia mengumpulkan para pembesar kaumnya. Hudhud mendengar sang ratu berkata kepada mereka: Sesungguhnya aku telah menerima surat yang sangat penting dari orang yang sangat agung.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Maka Ratu Balqis mengumpulkan semua menteri dan pembesar kerajaannya, lalu berkatalah ia kepada mereka.

Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. (An Naml:29)

Yakni mulia karena ia telah melihat keajaiban perkara surat itu, sebab burunglah yang mengantarkan surat itu kepadanya, lalu burung tersebut surut mundur darinya sebagai etika terhadap raja. Hal seperti itu tidak akan mampu dilakukan oleh sembarang raja. Kemudian Balqis membacakan surat itu kepada mereka.

Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (An Naml:30-31)

Maka mereka mengetahui bahwa surat tersebut berasal dari Nabi Allah Sulaiman a.s. Dan bahwa mereka belum pernah menerima surat seperti itu, memakai gaya bahasa yang berpacamasastra tinggi, ringkas, dan padat, tetapi fasih, karena pengertiannya telah dapat ditangkap hanya dengan sedikit kalimat, tetapi indah.

Para ulama mengatakan bahwa tiada seorang pun yang menulis Bismillahir Rahmanir Rahim sebelum Sulaiman a.s. dalam suratnya.

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan hal ini telah meriwayatkan sebuah hadis di dalam kitab tafsirnya:

bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Harun ibnul Fadl Abu Ya’la Al-Khayyat, telah menceritakan kepada kami Abu Yusuf, dari Salamah ibnu Saleh, dari Abdul Karim Abu Umayyah, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya yang telah menceritakan bahwa ketika ia sedang berjalan bersama Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu ayat yang belum pernah diturunkan kepada seorang nabi pun sebelumku setelah Sulaiman ibnu Daud.” Saya bertanya, “Wahai Nabi Allah, ayat apakah itu?” Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menjawab, “Aku akan memberitahukannya kepadamu sebelum aku keluar dari masjid.” Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ langsung menuju ke pintu masjid dan melangkahkan sebelah kakinya ke luar masjid, sehingga perawi menduganya lupa. Ternyata Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berpaling ke arahnya, lalu membaca firman-Nya: Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (An Naml:30)

Hadis berpredikat garib dan sanadnya daif (lemah).

Maimun ibnu Mihran mengatakan bahwa dahulu Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ dalam suratnya selalu mengawalinya dengan kalimat, “Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah”, sebelum ayat ini diturunkan. Setelah ayat ini diturunkan, beliau mengawalinya dengan kalimat “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang “.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Maka burung itu pun pergi, lalu menjatuhkan surat tersebut kepada sang ratu. Dan ia (sang ratu) berkata kepada kaumnya, إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ “Sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.” Maksudnya, surat yang sangat berharga, berasal dari raja yang paling besar di bumi ini. Kemudian dia menjelaskan isinya, seraya berkata, إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman, dan sesungguhnya (isi)nya, ‘Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri’.” Maksudnya, jangan sampai kalian berada di atasku, akan tetapi tunduklah kalian di bawah kekuasaanku, dan patuhilah perintah-perintahku serta datanglah kalian kepadaku dengan berserah diri.

Ini kalimat yang sangat ringkas disertai penjelasan yang sempurna, karena ia mencakup larangannya dari tindakan sombong dan menetapi keadaan sesat mereka selama ini, tunduk kepada perintahnya, bergabung di bawah (panji) ketaatan kepadanya, dan datang menghadapnya serta mengajak mereka kepada Islam. Di dalamnya terkandung kesunnahan memulai tulis menulis dengan ungkapan basmalah secara sempurna, dan mendahulukan nama di awal judul tulisan.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Setelah surat Nabi Sulaiman sampai ke tangan Ratu Balqis dan ia memahami isi surat tersebut, dia, ratu itu, berkata kepada para pembesar kerajaan, ?Wahai para pembesar! Ada berita amat penting yang perlu kamu ketahui, sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia karena mengandung ungkapan yang beretika, bijak, dan mengandung banyak hikmah.”30-31. Ratu melanjutkan perkataannya, “Sesungguhnya surat itu dari seorang yang bernama Sulaiman yang isinya, ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.’ Nabi Sulaiman meingingatkan kepada Balqis, ‘Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku sebagaimana yang dilakukan oleh para penguasa lain, dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.’ dengan tidak memperlihatkan perlawanan.”


An-Naml Ayat 29 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Naml Ayat 29, Makna An-Naml Ayat 29, Terjemahan Tafsir An-Naml Ayat 29, An-Naml Ayat 29 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Naml Ayat 29


Tafsir Surat An-Naml Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93