Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 41 النمل Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{26} Asy-Syu’ara / الشعراء الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ القصص / Al-Qashash {28}

Tafsir Al-Qur’an Surat An-Naml النمل (Semut) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 27 Tafsir ayat Ke 41.

Al-Qur’an Surah An-Naml Ayat 41

قَالَ نَكِّرُوا لَهَا عَرْشَهَا نَنْظُرْ أَتَهْتَدِي أَمْ تَكُونُ مِنَ الَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ ﴿٤١﴾

qāla nakkirụ lahā ‘arsyahā nanẓur a tahtadī am takụnu minallażīna lā yahtadụn

QS. An-Naml [27] : 41

Arti / Terjemah Ayat

Dia (Sulaiman) berkata, “Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi.”

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Sulaiman berkata kepada orang-orangnya: Ubahlah singgasana yang dia duduki ke dalam bentuk yang tidak dia kenali bila dia melihatnya, kita akan melihat apakah dia masih bisa mengenalnya atau tidak.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Setelah singgasana Balqis didatangkan kepada Nabi Sulaiman sebelum Balqis tiba di hadapannya, maka ia memerintahkan agar singgasana itu dirubah sebagian spesifikasinya (sebagian ciri khasnya) untuk menguji pengetahuan dan kekuatan daya ingatnya saat melihat singgasananya yang telah diubah itu. Apakah dia dapat menebak bahwa itu adalah singgasananya ataukah tidak dapat menebaknya? Untuk itu Nabi Sulaiman berkata:

“Ubahlah baginya singgasananya, maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalinya).”(An Naml:41)

Ibnu Abbas mengatakan, Sebagian aksesori singgasana itu dilepas.

Mujahid mengatakan bahwa Sulaiman a.s. memerintahkan agar apa yang tadinya berwarna merah diubah dengan warna kuning, yang tadinya berwarna kuning diubah menjadi merah, dan yang tadinya berwarna hijau diubah menjadi merah, semua warna diubah dari keadaan semula.

Ikrimah mengatakan bahwa mereka melakukan penambahan dan pengurangan pada singgasana tersebut.

Qatadah mengatakan bahwa yang tadinya diletakkan di bagian atas ditaruh di bawah, dan yang tadinya ditaruh di belakang diletakkan di muka, lalu mereka melakukan sedikit modifikasi penambahan dan pengurangan padanya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Kemudian dia berkata kepada orang yang di sekitarnya, نَكِّرُوا لَهَا عَرْشَهَا “Rubahlah baginya singgasananya,” maksudnya, rubahlah ia dengan cara menambah atau menguranginya, dan kita dalam hal ini, نَنْظُر “akan melihat,” dengan maksud menguji kecerdasan Balqis, أَتَهْتَدِي “apakah dia mengenal,” yang benar, dan dia benar-benar mempunyai kecerdasan dan kepandaian yang laik dengan kerajaannya, أَمْ تَكُونُ مِنَ الَّذِينَ لا يَهْتَدُونَ “ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya).”

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Nabi sulaiman ingin mengetahui sampai sejauh mana ratu balqis teliti terhadap singgasananya, ia ingin memperlihatkan kepadanya akan kemahakuasaan Allah, zat yang disembah oleh nabi sulaiman, di samping untuk memperlihatkan mukjizat yang Allah berikan kepada nabi sulaiman. Dia, sulaiman, berkata, ‘ubahlah untuknya singgasananya; dengan menjadikan singgasananya tidak persis seperti aslinya. Kita akan melihat apakah dia, balqis, mengenal singgasananya yang telah berubah itu atau tidak mengenalnya lagi. ’42. Singgasana ratu balqis akhirnya diubah, berbeda dari aslinya kemudian singgasana itu diletakkan di tempat yang akan dilewati oleh ratu balqis. Maka ketika dia, balqis, datang dan melewati tempat yang ada singgasananya, ditanyakanlah kepadanya, ‘serupa inikah singgasanamu” dia, balqis, menjawab dengan sedikit ragu, ‘seakan-akan itulah dia singgasanaku. ‘ dan balqis terus berkata, ‘kami telah diberi pengetahuan akan kenabian nabi sulaiman, cerita tentang burung hudhud, dan cerita tentang utusan kami yang membawa hadiah untuk nabi sulaiman, sebelumnya yaitu sebelum kejadian yang mencengangkan ini dan kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah. Karena kejadian demi kejadian yang kami lihat dan kami amati, membuktikan bahwa kami berada dalam kesesatan dan ajakan nabi sulaiman adalah ajakan yang benar. “.


An-Naml Ayat 41 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Naml Ayat 41, Makna An-Naml Ayat 41, Terjemahan Tafsir An-Naml Ayat 41, An-Naml Ayat 41 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Naml Ayat 41


Tafsir Surat An-Naml Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93