Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 86 القصص Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{27} An-Naml / النمل الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ العنكبوت / Al-‘Ankabut {29}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Qashash القصص (Cerita) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 28 Tafsir ayat Ke 86.

Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 86

وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَىٰ إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ ﴿٨٦﴾

wa mā kunta tarjū ay yulqā ilaikal-kitābu illā raḥmatam mir rabbika fa lā takụnanna ẓahīral lil-kāfirīn

QS. Al-Qashash [28] : 86

Arti / Terjemah Ayat

Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur’an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir,

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Kamu (wahai Rasul) tidak berharap turunnya Al Qur’an kepadamu, akan tetapi Allah merahmatimu dengan menurunkannya kepadamu. Bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya, jangan menjadi penolong bagi ahli syirik dan kesesatan.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman seraya memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk menyampaikan risalah dan membacakan Al-Qur’an kepada manusia, yang di dalamnya terkandung berita yang menyatakan bahwa Allah akan mengembalikannya ke tempat kembali, yaitu hari kiamat, lalu akan menanyainya tentang tugas-tugas kenabian yang telah diembankan kepadanya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. (Al Qashash:85)

Yakni Tuhan yang mewajibkanmu menyampaikan Al-Qur’an kepada manusia.

benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. (Al Qashash:85)

Yaitu pada hari kiamat nanti, lalu Dia akan menanyaimu tentang hal tersebut. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami). (Al A’raf:6)

(Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?” (Al Maidah:109)

Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ mengingatkan kepada Nabi-Nya akan nikmat-nikmat-Nya yang besar yang telah Dia anugerahkan kepadanya, juga kepada hamba-hamha-Nya yang dia diutus kepada mereka. Hal ini diungkapkan Allah melaui firman-Nya:

Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur’an diturunkan kepadamu. (Al Qashash:86)

Maksudnya, apakah kamu mempunyai dugaan bahwa wahyu akan diturunkan kepadamu sebelum wahyu diturunkan kepadamu.

tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu. (Al Qashash:86)

Yaitu sesungguhnya wahyu itu diturunkan kepadamu semata-mata dari Allah, dan dari rahmat-Nya kepadamu, juga kepada hamba-hamba-Nya dengan melaluimu. Apabila Dia telah menganugerahkan nikmat yang besar ini kepadamu,

sebab itu jangan sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir. (Al Qashash:86)

tetapi menjauhlah dari mereka, dan tentanglah mereka.

Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. (Al Qashash:87)

Artinya, janganlah kamu terpengaruh oleh sikap orang-orang yang menentang dan menghambat jalanmu, janganlah kamu membelok dari jalanmu, dan janganlah engkau hiraukan mereka, karena sesungguhnya Allah pasti akan meninggikan kalimahmu, akan mendukung agamamu, serta akan memenangkan agamamu di atas semua agama yang lain.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(86) وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ”Dan kamu tidak pernah mengharap agar al-Qur`an diturunkan kepadamu.” Maksudnya, kamu tidak pernah mendambakan turunnya al-Qur`an kepadamu dan tidak pula bersiap-siap untuknya serta tidak pula menghadapinya, إِلا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ “tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Rabbmu,” kepadamu dan kepada umat manusia. Lalu Dia me-ngutusmu dengan Kitab al-Qur`an yang dengannya Dia merahmati semesta alam; dan Dia mengajarkan kepada mereka segala sesuatu yang belum mereka ketahui; Dia menyucikan mereka dan menga-jarkan kepada mereka al-Qur`an dan hikmah, walaupun sebelum-nya mereka benar-benar berada di dalam ضَلالٍ مُبِينٍ “kesesatan yang nyata.” Kalau kamu sudah mengetahui bahwa Dia menurunkan al-Qur`an kepadamu sebagai rahmat dariNya, maka kamu mengetahui bahwa seluruh apa yang diperintahkanNya dan yang dilarangNya merupakan rahmat dan karunia dari Allah. Maka sebab itu jangan sekali-kali di dalam dadamu ada rasa keberatan terhadapnya, dan kamu mengira bahwa orang yang menyelisihinya itu lebih baik dan lebih bermanfaat.

فَلا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ “Sebab itu janganlah kamu sekali-kali men-jadi penolong bagi orang-orang kafir.” Maksudnya, menjadi penolong mereka atas kekafiran yang mereka anut. Di antara tindakan me-nolong mereka adalah ungkapan terhadap sebagian darinya, “Se-sungguhnya al-Qur`an itu berlawanan dengan hikmah, maslahat dan manfaatnya.”

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Dan engkau wahai nabi Muhammad tidak pernah, yakni pada masa sebelum turunnya wahyu pertama, menduga dan mengharap agar kitab Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu, tetapi ternyata ia diturunkan oleh Allah kepadamu. Hal ini adalah sebagai rahmat yang sangat besar dari tuhanmu, bagi dirimu dan seluruh makhluk di alam raya ini, sebab itu ingatlah nikmat tersebut, dan tetaplah menyampaikannya. Janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir, 87. Dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau wahai nabi Muhammad untuk menyampaikan ayat-ayat Allah, setelah ayat-ayat itu diturunkan oleh Allah kepadamu, dan serulah manusia dengan sekuat kemampuanmu melalui dakwah yang santun dan bijak kepada agama Allah agar mereka beriman kepada tuhanmu, jangan bosan berdakwah kendati mereka enggan mendengar atau menghalang-halangi, dan sekali-kali dalam keadaan apa pun janganlah engkau diam tidak menegur kedurhakaan yang mengandung kemusyrikan, apalagi merestuinya, karena jika demikian engkau termasuk orang-orang musyrik yang mempersekutukan tuhan.


Al-Qashash Ayat 86 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Qashash Ayat 86, Makna Al-Qashash Ayat 86, Terjemahan Tafsir Al-Qashash Ayat 86, Al-Qashash Ayat 86 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Qashash Ayat 86


Tafsir Surat Al-Qashash Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88