Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 84 القصص Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{27} An-Naml / النمل الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ العنكبوت / Al-‘Ankabut {29}

Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Qashash القصص (Cerita) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 28 Tafsir ayat Ke 84.

Al-Qur’an Surah Al-Qashash Ayat 84

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿٨٤﴾

man jā`a bil-ḥasanati fa lahụ khairum min-hā, wa man jā`a bis-sayyi`ati fa lā yujzallażīna ‘amilus-sayyi`āti illā mā kānụ ya’malụn

QS. Al-Qashash [28] : 84

Arti / Terjemah Ayat

Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Barangsiapa datang di hari kiamat membawa Tauhid yang murni kepada Allah dan amal-amal shalih sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah, maka dia mendapatkan pahala besar yang lebih baik dari itu. Kebiakan tersebut adalah surga dan kenikmatan yang langgeng. Sebaliknya, siapa yang datang dengan membawa amal-amal yang buruk, maka orang-orang yang berbuat keburukan tidak dibalas atas perbuatan mereka kecuali sesuai apa yang mereka lakukan.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan. (Al Qashash:84)

Yakni kelak di hari kiamat.

maka baginya (pahala) yang lebih baik daripadanya. (Al Qashash:84)

Yaitu pahala Allah lebih baik daripada amal baik hamba-Nya, karena Allah melipatgandakan pahala-Nya dengan lipatan yang banyak sekali sebagai kemurahan dan karunia dari-Nya. Dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al Qashash:84)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkur-kanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (An Naml:90)

Ini merupakan kemurahan, karunia, serta keadilan dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

(84) Allah جَلَّ جَلالُهُ mengabarkan tentang pelipatgandaan karu-niaNya dan kesempurnaan keadilanNya, seraya berfirman, مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ “Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan,” Dia mempersyaratkan di dalam kebaikan itu harus dibawa oleh si pelaku. Sebab bisa jadi dia melakukannya akan tetapi dibarengi dengan sesuatu yang tidak bisa diterima, atau sesuatu yang dapat membatalkannya. Orang yang seperti ini tidak disebut datang de-ngan membawa kebaikan. Kebaikan adalah kata jenis (bermakna umum) mencakup seluruh apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, berupa perkataan dan perbuatan yang lahir dan yang batin, yang berhubungan dengan hak Allah جَلَّ جَلالُهُ dan hak-hak manusia. فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا “maka dia mendapatkan (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu,” maksudnya, yang lebih besar dan lebih banyak. Di dalam ayat lain disebutkan,

فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Maka dia mendapat sepuluh kali lipatnya.” (Al-An’am: 160).

Pelipatgandaan kebaikan ini adalah suatu keharusan. Dan kadang-kadang ia dibarengi dengan sebab-sebab yang bisa menam-bah pelipatgandaan pahalanya, seperti yang difirmankan Allah جَلَّ جَلالُهُ ,

وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehen-daki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261), tergantung kepada keadaan pelaku, amal, manfaat, kedudukan dan tempatnya.

وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ “Dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan,” yaitu segala hal yang dilarang oleh pembuat syariat de-ngan larangan yang bermakna pengharaman, فَلا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu tidaklah diberi pembalasan, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Sebagaimana Firman Allah جَلَّ جَلالُهُ ,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلا مِثْلَهَا وَهُمْ لا يُظْلَمُون

“Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka dia akan mendapat sepuluh kali lipat (pahala)nya, dan barangsiapa yang datang membawa kejahatan, maka dia tidak dibalasi kecuali yang serupa dengannya, sedangkan mereka tidak dizhalimi.” (Al-An’am: 160).

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Barangsiapa datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan yang penuh ketulusan dan sesuai tuntunan yang diajarkan oleh Allah dan rasul-Nya, maka dia akan mendapat pahala berlipat ganda, mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali, bahkan tidak terbatas, yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan membawa amal kejahatan dalam bentuk kekufuran dan kemaksiatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan seimbang dengan apa yang dahulu selalu mereka kerjakan. 85. Setelah diuraikan tentang negeri akhirat yang merupakan negeri tempat kembali semua makhluk, di sini ditekankan kembali bahwa semua akan menuju ke sana dan menerima balasan dan ganjaran, termasuk nabi Muhammad. Sesungguhnya Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan mewajibkan engkau wahai nabi Muhammad untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an dan berpegang teguh kepadanya, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali, yaitu kota mekah, atau akhirat kelak. Inilah suatu janji dari tuhan bahwa nabi Muhammad akan kembali ke mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan hijriah, pada waktu nabi menaklukkan mekah. Ini merupakan suatu mukjizat bagi nabi Muhammad. Katakanlah wahai nabi Muhammad, kepada orang-orang musyrik, ‘tuhanku mengetahui dengan ilmu yang tiada bandingannya tentang orang yang datang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kese-satan yang nyata yang diketahui oleh setiap orang berakal yang memiliki pengetahuan yang benar. ‘.


Al-Qashash Ayat 84 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Qashash Ayat 84, Makna Al-Qashash Ayat 84, Terjemahan Tafsir Al-Qashash Ayat 84, Al-Qashash Ayat 84 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Qashash Ayat 84


Tafsir Surat Al-Qashash Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88