| {27} An-Naml / النمل | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | العنكبوت / Al-‘Ankabut {29} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Qashash القصص (Cerita) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 28 Tafsir ayat Ke 55.
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ ﴿٥٥﴾
wa iżā sami’ul-lagwa a’raḍụ ‘an-hu wa qālụ lanā a’mālunā wa lakum a’mālukum salāmun ‘alaikum lā nabtagil-jāhilīn
QS. Al-Qashash [28] : 55
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.”
Bila orang-orang itu mendengar perkataan batil maka mereka tidak akan mendengarnya, dan mereka berkata: bagi kami amal-amal kami, tidak berpaling darinya, dan bagi kalian amal-amal perbuatan kalian dan dosanya kalian pikul sendiri. Kami tidak perlu menyibukkan diri dengan membantah kalian, kalian tidak mendengar dari kami kecuali kebaikan. Kami juga tidak akan berbicara kepada kalian sesuai dengan kebodohan kalian, karena kami tidak menginginkan jalan orang-orang bodoh dan tidak menyukainya. Ini termasuk ucapan terbaik yang dikatakan oleh para da’i Illallah (kepada Allah).
Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
dan mereka berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.” (Al Qashash:55)
Yakni apabila mereka dibodoh-bodohi dan dikata-katai dengan ucapan yang tidak layak bagi diri mereka, maka jawaban mereka adalah berpaling darinya, dan mereka tidak membalasnya dengan perlakuan yang semisal dari kata-kata yang buruk, dan tiada yang dikeluarkan oleh lisan mereka kecuali kata-kata yang baik. Karena itulah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menyebutkan sikap mereka melalui firman-Nya, menyitir ucapan mereka:
Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. (Al Qashash:55)
Maksudnya, kami tidak ingin menempuh jalannya orang-orang yang jahil dan kami tidak menyukainya.
Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan di dalam kitab As-Sirah, bahwa telah datang kepada Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, ketika beliau berada di Mekah, kurang lebih dua puluh orang Nasrani. Mereka telah mendengar perihal Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ saat mereka di negeri Abesinia, mereka menjumpai Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berada di masjid, lalu mereka duduk dengannya, berbicara dengannya, serta bertanya kepadanya. Saat itu terdapat banyak kaum laki-laki dari kalangan Quraisy berada di tempat perkumpulan mereka di sekeliling Ka’bah. Setelah mereka selesai dari menanyai Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ tentang berbagai hal yang ingin mereka tanyakan kepadanya, maka Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ menyeru mereka untuk menyembah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan membacakan Al-Qur’an kepada mereka.
Setelah mereka mendengar bacaan Al-Qur’an itu, maka berlinanganlah air mata mereka. Lalu mereka memenuhi seruan Allah, beriman kepadaNya, dan membenarkan Nabi-Nya serta mengetahui dari Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ segala apa yang telah disifatkan di dalam kitab mereka mengenai dirinya.
Ketika mereka bangkit meninggalkan Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, maka Abu Jahal ibnu Hisyam bersama sejumlah orang Quraisy menyapa mereka seraya mengatakan, “Semoga Allah membuat kalian kecewa sebagai iringan kafilah, orang-orang di belakang kalian dari kalangan pemeluk agama kalian mengutus kalian untuk mendatangkan kepada mereka berita tentang lelaki ini. Tetapi setelah kalian duduk bersamanya, tiada lain kalian langsung meninggalkan agama kalian, lalu kalian membenarkan ucapannya. Kami tidak pernah mengetahui ada delegasi yang lebih dungu daripada kalian,” atau ucapan lainnya yang semisal.
Maka mereka menjawab, “Kesejahteraan atas kalian. Kami tidak mau bersikap jahil seperti kalian, bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian, kami tidak merasa puas dengan kebaikan.”
Menurut pendapat yang lain, rombongan tersebut adalah dari kalangan penduduk Nasrani Najran. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui siapakah mereka di antaranya yang sebenarnya. Menurut pendapat yang lainnya lagi, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui, sesungguhnya berkenaan dengan merekalah ayat ini diturunkan, yaitu firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى: Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur’an itu. (Al Qashash:52) sampai dengan firman-Nya: kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. (Al Qashash:55)
Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa ia bertanya kepada Az-Zuhri tentang ayat-ayat ini, yakni berkenaan dengan siapakah penurunannya. Maka Az-Zuhri menjawab bahwa masih terngiang-ngiang di telinganya perkataan para ulama kita yang mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Raja Negus dan sahabat-sahabatnya, juga ayat-ayat yang ada di dalam surat Al-Maidah, yaitu firman-Nya:
Yang demikian itu disebabkan di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib. (Al Maidah:82) sampai dengan firman-Nya: maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ). (Al Maidah:83)
(55) وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang sia-sia” dari seorang jahil (bodoh) yang menegur mereka dengan ucapan sia-sia itu, قَالُوا “mereka berkata” seperti yang dikatakan oleh ibâdurrahman, orang-orang yang berakal, لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ “Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amalmu.” Maksudnya, semuanya akan mendapat balasan sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakannya sendiri, dia sama sekali tidak akan menanggung dosa orang lain sedikit pun. Konsekuensi semua itu adalah bahwa mereka berlepas diri dari apa saja yang dilakukan oleh orang-orang jahil (bodoh), seperti perbuatan sia-sia, batil dan perkataan yang tidak ada gunanya.
سَلامٌ عَلَيْكُمْ “Semoga kesejahteraan atas dirimu,” maksudnya, kalian tidak akan mendengar dari kami selain kebaikan, dan kami tidak akan berbicara kepada kalian sesuai dengan tuntutan kebodohan kalian. Sebab, jika kalian rela dengan perbuatan tercela seperti ini, maka kami akan menjauhkan diri kami darinya, dan kami akan menjaga diri kami untuk terlibat di dalamnya, لا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ “kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil,” dari semua sisi.
Dan sifat mereka lainnya adalah apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, yang tidak bermanfaat bagi kebaikan hidup dunia dan akhirat, mereka memelihara kehormatan diri mereka dengan berpaling darinya dan berkata, ‘bagi kami amal-amal kami yang benar dan tidak akan kami tinggalkan dan bagimu amal-amal kamu yang batil yang dosanya akan kalian tanggung sendiri. Semoga selamatlah kamu. Selamat berpisah, kami akan membiarkan dan tidak mencampuri urusan kamu, karena kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh, yang tidak enggan berpegang teguh pada ajaran Allah. ’56. Hidayah yang mengantar seseorang menerima dan melaksanakan tuntunan Allah bukanlah wewenang manusia, atau dalam batas kemampuannya, tetapi semata-mata wewenang dan hak prerogatif Allah. Di sini Allah menjelaskan hakikat tersebut dengan penegasan, sungguh, engkau wahai nabi Muhammad, tidak dapat memberi petunjuk dalam bentuk hidayah tawf’q yang menjadikan seseorang menerima dengan baik dan melaksanakan ajaran Allah kepada orang yang engkau kasihi, meski engkau sangat berhasrat untuk memberi petunjuk kepada kaummu. Engkau hanya mampu memberi hidayah irsy’d, dalam arti memberi petunjuk dan memberitahu tentang jalan kebahagiaan, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk keimanan hidayah kepada orang yang dia kehendaki-Nya bila dia bersedia menerima hidayah dan membuka hatinya untuk itu, dan dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Al-Qashash Ayat 55 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Qashash Ayat 55, Makna Al-Qashash Ayat 55, Terjemahan Tafsir Al-Qashash Ayat 55, Al-Qashash Ayat 55 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Qashash Ayat 55
Tafsir Surat Al-Qashash Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88