| {39} Az-Zumar / الزمر | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | فصلت / Fussilat {41} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Ghafir غافر (Yang Maha Pengampun) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 40 Tafsir ayat Ke 36.
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ ﴿٣٦﴾
wa qāla fir’aunu yā hāmānubni lī ṣar-ḥal la’allī ablugul-asbāb
QS. Ghafir [40] : 36
Dan Fir‘aun berkata, “Wahai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi agar aku sampai ke pintu-pintu,
Fir’aun berkata mendustakan ajakan Musa untuk mengakui ketuhanan Rabbil alamin dan berserah diri kepada-Nya: Wahai Haman, dirikanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi, aku ingin melongok pintu langit dan menggapainya,
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan tentang sikap Fir’aun yang melampaui batas, keingkarannya dan kebohongan yang dilakukannya dalam mendustakan Musa a.s. Disebutkan bahwa pada suatu hari ia memerintahkan kepada patihnya yang bernama Haman agar membangunkan sebuah menara tinggi untuknya. Bangunan yang tinggi (tower) tersebut terbuat dari batu bata alias tanah liat yang dibakar, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:
Maka bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat; kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi. (Al-Qasas: 38)
Ibrahim An-Nakha’i mengatakan bahwa mereka tidak suka membuat bangunan dari batu bata, dan mereka hanya menjadikannya untuk kuburan mereka. Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى mengisahkan ucapan Fir’aun, yaitu:
supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit. (Al-Mu’min: 36-37)
Sa’id ibnu Jubair dan Abu Saleh mengatakan bahwa yang dimaksud adalah pintu-pintu langit. Menurut pendapat yang lain ialah jalan-jalan menuju ke langit.
وَقَالَ فِرْعَوْنُ “Dan berkatalah Fir’aun” seraya menentang Nabi Musa ‘alaihissalam‘alaihissalam dan mendustakan dakwah beliau untuk beriman kepada rabbul ‘alamin yang bersemayam di ‘Arasy dan Mahatinggi di atas makhlukNya, يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi,” maksudnya, sebuah bangunan raksasa yang sangat tinggi. Tujuannya adalah agar aku bisa melihat, إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا “Tuhannya Musa ‘alaihissalamdan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta” dalam dakwaannya (klaimnya) bahwa kita mempunyai Rabb, dan bahwa Rabb itu di atas langit sana. Fir’aun sebenarnya hanya ingin mewaspadai dan menguji permasalahan secara langsung. Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman dalam menjelaskan apa yang menyeret Fir’aun mengucapkan perkataan tersebut. وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ “Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu.” Dihiasi baginya agar dia memandang baik perbuatan jahatnya itu, dan setan pun terus memperindahnya, menyerukannya dan menghiasinya, hingga Fir’aun melihatnya indah lalu menyerukannya dan melakukan perdebatan seolah-olah perdebatan orang yang berbuat kebenaran, padahal ia sebenarnya adalah pembuat kerusakan terbesar. وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ “Dan dia dihalangi dari jalan” kebenaran disebabkan kebatilan yang dihiaskan kepadanya.
وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ “Dan tidaklah tipu daya Fir’aun itu,” yaitu yang ia maksudkan untuk memberangus kebenaran dan mengelabui manusia bahwa dia adalah yang benar sedangkan Nabi Musa ‘alaihissalamadalah yang berbuat kebatilan, إِلَّا فِي تَبَابٍ “melainkan membawa kerugian,” maksudnya, kegagalan dan sia-sia, tidak menguntungkannya sama sekali, melainkan kesengsaraan baginya dan bagi orang yang mengikutinya di dunia dan di akhirat.
Dan fir’aun berkata kepada salah seorang menterinya bernama haman, ‘wahai haman! buatkanlah untukku sebuah bangunan yang tinggi yang dapat terlihat oleh semua orang dan agar aku dapat naik sampai ke pintu-pintu langit. 37. Yaitu pintu-pintu langit yang tinggi, agar aku dapat melihat tuhan yang dipercayai dan diajarkan oleh musa, tetapi aku tetap memandang-Nya sebagai seorang pendusta tentang apa yang diajarkannya. ‘ dan demikianlah kondisi fir’aun, dimana kesombongan dan kedurhakaannya dijadikan terasa indah bagi fir’aun akan perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan yang benar; dan tipu daya fir’aun untuk memadamkan cahaya kebenaran itu tidak lain hanyalah membawa kerugian dan kebinasaan bagi dirinya.
Ghafir Ayat 36 Arab-Latin, Terjemah Arti Ghafir Ayat 36, Makna Ghafir Ayat 36, Terjemahan Tafsir Ghafir Ayat 36, Ghafir Ayat 36 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ghafir Ayat 36
Tafsir Surat Ghafir Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85