Tafsir Al-Qur’an Surah Ghafir Ayat 21 غافر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{39} Az-Zumar / الزمر الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ فصلت / Fussilat {41}

Tafsir Al-Qur’an Surat Ghafir غافر (Yang Maha Pengampun) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 40 Tafsir ayat Ke 21.

Al-Qur’an Surah Ghafir Ayat 21

۞ أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ ﴿٢١﴾

a wa lam yasīrụ fil-arḍi fa yanẓurụ kaifa kāna ‘āqibatullażīna kānụ ming qablihim, kānụ hum asyadda min-hum quwwataw wa āṡāran fil-arḍi fa akhażahumullāhu biżunụbihim, wa mā kāna lahum minallāhi miw wāq

QS. Ghafir [40] : 21

Arti / Terjemah Ayat

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi, tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Apakah orang-orang yang mendustakan risalahmu itu (wahai Rasul) tidak berjalan di muka bumi untuk melihat bagaimana akhir hidup umat-umat terdahulu sebelum mereka? Umat-umat itu lebih dahsyat kekuatannya daripada mereka dan lebih meninggalkan bekas di muka bumi, namun kekuatan mereka yang dahsyat dan kebesaran jasad mereka itu tidak berguna bagi mereka, Allah telah menetapkan hukuman-Nya atas mereka disebabkan kekufuran mereka dan dosa-dosa yang mereka kerjakan. Mereka tidak memiliki pelindung yang bisa melindungi dan menolak azab Allah dari mereka.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan. (Al-Mu’min: 21)

Yaitu mereka yang mendustakan kerasulanmu, hai Muhammad.

di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. (Al-Mu’min: 21)

Yakni umat-umat terdahulu yang telah mendustakan para nabi, mereka telah tertimpa azab dan pembalasan Allah karena perbuatannya, padahal keadaan mereka jauh lebih kuat daripada mereka yang mendustakan Rasul صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi. (Al-Mu’min: 21)

Mereka telah meninggalkan banyak bangunan, peninggalan-peninggalan, dan rumah-rumah yang tidak mampu dibuat oleh mereka yang mendustakan Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu. (Al-Ahqaf: 26)

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. (Ar-Rum: 9)

Sekalipun dengan kekuatan yang besar dan kekuasaan yang sangat kuat, Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka, yaitu keingkaran mereka terhadap rasul-rasul mereka.

Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah. (Al-Mu’min: 21)

Yakni tiada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari azab Allah dan tiada yang dapat menolak azab Allah dari mereka. Kemudian Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menyebutkan penyebab Dia mengazab mereka, yaitu karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman, أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi,” yakni, dengan jiwa dan raga mereka dengan perjalanan untuk merenungkan, mengambil pelajaran dan memikirkan tentang bekas-bekasnya. Lalu mereka melihat bagaimana akhir kesudahan orang-orang sebelum mereka di antara orang-orang yang mendustakan. Tentu mereka akan menjumpainya sebagai seburuk-buruk kesudahan, kesudahan berupa kebinasaan, kehancuran, kenistaan, dan kehinaan. Padahal mereka sebelumnya adalah jauh lebih kuat daripada mereka (yang sekarang) dari sisi jumlah, persiapan, dan kebesaran postur tubuh, و “dan” lebih kuat آثَارًا فِي الأرْضِ “bekas-bekas mereka di muka bumi,” yang terdiri dari berbagai bangunan dan tanaman. Kekuatan bekas (peninggalan) membuktikan kekuatan para pelakunya dan menunjukkan bahwa mereka menikmatinya. فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ “Maka Allah mengazab mereka” dengan siksaanNya بِذُنُوبِهِمْ “disebabkan dosa-dosa mereka,” ketika mereka tetap dan terus melakukannya. إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Sesungguhnya Dia Mahakuat lagi Mahakeras hukumanNya.” Maka kekuatan mereka sama sekali tidak ada gunanya sedikitpun di sisi Allah. Bahkan di antara umat yang paling besar kekuatannya adalah kaum ‘Ad yang telah berkata, “Siapa di antara kita yang lebih kuat?!” Maka Allah meniupkan angin kepada mereka yang melumpuhkan kekuatan mereka. Angin itu membinasakan mereka dengan total.

Kemudian Allah menyebutkan satu contoh kondisi orang-orang yang mendustakan para rasulNya, yaitu Fir’aun beserta bala tentaranya, seraya berfirman,

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Untuk memperoleh bukti-bukti yang lebih akurat betapa Allah maha mengetahui, maka ayat-ayat berikut menganjurkan untuk mengembara di muka bumi menemukan bukti-bukti tersebut. Dan apakah me-reka orang-orang musyrik mekah itu, tidak mengadakan pengembaraan atau perjalanan di bumi, lalu memperhatikan dengan saksama bagaimana kesudahan buruk yang dialami oleh orang-orang yang durhaka sebelum mereka’ orang-orang sebelum mereka itu malah lebih hebat kekuatannya daripada mereka, dan lebih banyak peninggalan-peninggalan peradaban-Nya di muka bumi, tetapi Allah tetap mengazab mereka karena dosa-dosa-Nya. Dan kalau Allah sudah menjatuhkan azab, tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari azab Allah itu. 22. Yang demikian itu, yakni azab yang mereka terima adalah karena se-sungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, berupa mukjizat dan hukum-hukum dari Allah, lalu mereka ingkar kepada para rasul itu; maka Allah mengazab mereka. Sungguh, dia mahakuat, lagi mahakeras hukuman-Nya.


Ghafir Ayat 21 Arab-Latin, Terjemah Arti Ghafir Ayat 21, Makna Ghafir Ayat 21, Terjemahan Tafsir Ghafir Ayat 21, Ghafir Ayat 21 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Ghafir Ayat 21


Tafsir Surat Ghafir Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85