Tafsir Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 6 ق Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{49} Al-Hujurat / الحجرات الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الذاريات / Adh-Dhariyat {51}

Tafsir Al-Qur’an Surat Qaf ق (Qaaf) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 50 Tafsir ayat Ke 6.

Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 6

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ ﴿٦﴾

a fa lam yanẓurū ilas-samā`i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyannāhā wa mā lahā min furụj

QS. Qaf [50] : 6

Arti / Terjemah Ayat

Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya dan tidak terdapat retak-retak sedikit pun?

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Apakah mereka lalai ketika mereka kafir sehingga tidak memperhatikan langit yang berada di atasnya, bagaimana kami membangunnya tegak, sisi-sisinya terhampar luas, berlipat lipat bangunannya, lalu kami hiasi langit itu dengan bintang-bintang, dan semua yang ada di langit berupa serpihan-serpihan benda langit yang terbelah, akan tetapi langit itu tetap selamat dari kehancuran dan kekacauan.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ mengingatkan hamba-hamba-Nya akan kekuasaan-Nya yang Mahabesar melalui ciptaan-ciptaan-Nya yang lebih besar daripada apa yang mereka herankan dan mereka anggap mustahil terjadi. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman:

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. (Qaf: 6)

Yakni dengan bintang-bintang yang gemerlapan cahayanya bagaikan pelita-pelita.

dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun? (Qaf: 6)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah retak-retak, menurut pendapat yang lain belah-belah, dan pendapat yang lainnya lagi menyebutkan pecah-pecah; semuanya berdekatan. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. (Al-Mulk: 3-4)

Yakni pandangan matamu akan kelelahan dalam mencari aib atau kekurangan karena hal tersebut tidak didapat dalam ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Setelah Allah جَلَّ جَلالُهُ menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan serta mencela mereka, Allah جَلَّ جَلالُهُ menyerukan mereka untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah جَلَّ جَلالُهُ yang ada di atas langit agar mereka bisa mengambil pelajaran dan petunjuk kepada apa yang didasarkan olehnya. Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman, {أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ} “Maka apakah mereka tidak melihat kepada langit yang ada di atas mereka.” Artinya, perenungan itu tidak memerlukan usaha keras serta perjalanan berat tapi perenungan itu benar-benar mudah, sehingga mereka bisa memperhatikan, {كَيْفَ بَنَيْنَاهَا} “bagaimana Kami meninggikannya,” berbentuk langit, semua sisinya lurus, kokoh bangunannya, dihiasi dengan bintang yang tetap berada di tempatnya serta meteor yang melesat dari satu ufuk ke ufuk lainnya, dibuat dengan bentuk yang paling sempurna, engkau tidak melihat adanya cacat, cela dan kerusakan padanya. Allah جَلَّ جَلالُهُ menjadikannya sebagai atap bagi penduduk bumi serta meletakkan di dalamnya berbagai kepentingan vital.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Setelah Allah menyebutkan bahwa orang-orang kafir itu menganggap tidak mungkin terjadinya kebangkitan setelah mati, maka dilanjutkan pada ayat ini dengan menyebutkan dalil-dalil yang membantah perkataan mereka. Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara kami membangunnya, menciptakan dan meninggikannya, dan menghiasinya dengan bintang-bintang, dan tidak terdapat pada langit itu retak-retak sedikit pun yang menjadikannya cacat’7. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi yang kami hamparkan dengan mantap untuk kediaman bagi manusia dan kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kokoh yang berfungsi sebagai pasak bumi agar bumi tidak goyah dan kami tumbuhkan di atasnya tanam-tanaman yang indah dipandang mata’.


Qaf Ayat 6 Arab-Latin, Terjemah Arti Qaf Ayat 6, Makna Qaf Ayat 6, Terjemahan Tafsir Qaf Ayat 6, Qaf Ayat 6 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Qaf Ayat 6


Tafsir Surat Qaf Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45