| {75} Al-Qiyamah / القيامة | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | المرسلات / Al-Mursalat {77} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Insan الانسان (Manusia) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 76 Tafsir ayat Ke 2.
إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا ﴿٢﴾
innā khalaqnal-insāna min nuṭfatin amsyājin nabtalīhi fa ja’alnāhu samī’an baṣīrā
QS. Al-Insan [76] : 2
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur dari air mani laki-laki dan perempuan. Kemudian Kami mengujinya dengan beban syariat. Karena itu, Kami menjadikan ia mendengar dan melihat untuk mendengar ayat-ayat dan melihat bukti-bukti. Sesungguhnya, Kami telah menjelaskan dan mengenalkan kepadanya jalan petunjuk dan kesesatan, kebaikan dan keburukan, agar ia menjadi orang yang beiman dan bersyukur atau ia menjadi orang yang kafir dan durhaka.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan keadaan manusia, bahwa Dia telah menciptakannya dan mengadakannya ke alam Wujud ini, padahal sebelumnya dia bukanlah merupakan sesuatu yang disebut-sebut karena terlalu hina dan sangat iemah. Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (Al-Insan: 1)
Kemudian dijelaskan oleh firman selanjutnya:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. (Al-Insan: 2)
Yakni yang bercampur baur. Al-masyju dan al-masyij artinya sesuatu yang sebagian darinya bercampur baur dengan sebagian yang lain.
Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dari setetes mani yang bercampur. (Al-Insan: 2) Yaitu air mani laki-laki dan air mani perempuan apabila bertemu dan bercampur, kemudian tahap demi tahap berubah dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas, bahwa al-amsyaj artinya bercampurnya air mani laki-laki dan air mani perempuan.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
yang Kami hendak mengujinya. (Al-Insan: 2)
Maksudnya, Kami hendak mencobanya. Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. (Al-Mulk: 2)
Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. (Al-Insan: 2)
Yakni Kami menjadikan untuknya pendengaran dan penglihatan sebagai sarana baginya untuk melakukan ketaatan atau kedurhakaan.
Selanjutnya pada saat Allah جَلَّ جَلالُهُhendak menciptakan manusia, Allah جَلَّ جَلالُهُmenciptakan bapak moyang manusia, Adam, dari sari pati tanah. Selanjutnya Allah جَلَّ جَلالُهُmenjadikan keturunannya berselingseling, {مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ} “dari setetes mani yang bercampur,” yaitu dari air hina lagi menjijikkan, {نَبْتَلِيهِ} “yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan)” dengan hal itu, agar Kami mengetahui apakah manusia mengetahui dan memahami kondisi pertamanya tersebut ataukah ia melupakannya dan tertipu oleh dirinya? Kemudian Allah جَلَّ جَلالُهُmenciptakannya dan memberinya kekuatan lahir dan batin, seperti pendengaran, penglihatan, dan seluruh anggota badan. Selanjutnya Allah جَلَّ جَلالُهُmenyempurnakannya yang memungkinkannya mencapai tujuantujuannya.
Proses awal penciptaan manusia ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan yang tujuan utamanya kami hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, karena itu kami jadikan dia mendengar dengan telinganya dan melihat dengan matanya. 3. Potensi lainnya yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah berupa petunjuk, seperti yang ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang jelas lagi lurus tidak ada jalan yang lurus selainnya, di antara manusia ada yang bersyukur atas nikmat dan petunjuk tuhannya dan ada pula yang kufur, menutupi kebenaran dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.
Al-Insan Ayat 2 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Insan Ayat 2, Makna Al-Insan Ayat 2, Terjemahan Tafsir Al-Insan Ayat 2, Al-Insan Ayat 2 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Insan Ayat 2
Tafsir Surat Al-Insan Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31