| {27} An-Naml / النمل | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | العنكبوت / Al-‘Ankabut {29} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Qashash القصص (Cerita) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 28 Tafsir ayat Ke 62.
وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ ﴿٦٢﴾
wa yauma yunādīhim fa yaqụlu aina syurakā`iyallażīna kuntum taz’umụn
QS. Al-Qashash [28] : 62
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka dan berfirman, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu sangka?”
Di hari di mana Allah memanggil orang-orang yang mempersekutukan-Nya dengan para wali dan berhala-berhala di dunia. Dia berfirman kepada mereka: Di mana sekutu-sekutu kalian yang kalian akui bahwa mereka sebagai sekutu-sekutu bagi-Ku?
Allah menceritakan celaan yang Dia tujukan kepada orang-orang kafir lagi musyrik kelak di hari kiamat saat Dia menyeru mereka. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:
Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian katakan? (Al Qashash:62)
Yakni di manakah tuhan-tuhan yang kalian sembah semasa di dunia, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan Allah, apakah mereka dapat menolong kalian atau membela dirinya? Ungkapan ini mengandung kecaman dan ancaman, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). (Al An’am:94)
(62-63) Ini adalah informasi dari Allah جَلَّ جَلالُهُ tentang apa yang akan Dia tanyakan kepada manusia di Hari Kiamat kelak, dan bahwa Dia akan menanyakan kepada mereka tentang prinsip-prinsip segala sesuatu, tentang ibadah kepada Allah dan memenuhi seruan para rasul, seraya berfirman, وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ “Dan (ingatlah) pada hari di waktu Allah menyeru mereka” maksudnya, Allah menyeru orang-orang yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, mereka menyembahnya dan berharap mendapatkan manfaat darinya dan dapat menolak bahaya dari mereka. Allah menyeru mereka untuk menjelaskan kepada mereka ketidakberdayaan para sekutu itu dan kesesatan mereka, فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِ “seraya berkata, ‘Di manakah sekutu-sekutuKu’.” Sesungguhnya Allah جَلَّ جَلالُهُ sama sekali tidak mempunyai sekutu, akan tetapi hal ini diungkapkan berdasarkan anggapan dan kedustaan yang mereka lakukan; oleh karena itu Allah berfirman, الَّذِينَ كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ “Yang dahulu kamu katakan?” Di mana mereka saat ini? Mana manfaat mereka? Mana pencegahan mereka? Sebagai-mana dimaklumi, bahwa pada saat itu akan menjadi jelas sekali bahwa sembahan yang mereka sembah dan yang mereka harapkan adalah palsu (batil) sirna dan begitu pula harapan mereka kepada-nya. Saat itulah mereka mengakui diri mereka sesat dan celaka.
Oleh karenanya, Dia berfirman, قَالَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ “Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka,” yaitu para pemim-pin dan para pembesar dalam kekafiran dan kejahatan, sambil me-ngakui kesesatan dan penyesatan mereka, رَبَّنَا هَؤُلاءِ “Ya Rabb kami, mereka inilah,” para pengikut, الَّذِينَ أَغْوَيْنَا أَغْوَيْنَاهُمْ كَمَا غَوَيْنَا “orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat.” Maksudnya, semua kami sudah sama-sama sesat dan sudah pasti mendapatkan putusan azab, تَبَرَّأْنَا إِلَيْكَ “kami menyata-kan berlepas diri (dari neraka) kepadaMu,” dari peribadatan mereka. Maksudnya, kami berlepas diri dari mereka dan dari amal perbutan mereka, مَا كَانُوا إِيَّانَا يَعْبُدُونَ “mereka sekali-kali tidak menyembah kami.” Sebenarnya mereka hanya menyembah setan.
(64) وَقِيلَ “Dikatakan” kepada mereka, ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ “Seru-lah olehmu sekutu-sekutumu” sebagaimana dambaan kalian untuk mendapatkan manfaat dari mereka, maka diperintahlah mereka untuk memanggil sesembahan-sesembahan mereka dalam waktu yang sangat sulit itu, di mana penyembah sangat butuh kepada sembahannya. فَدَعَوْهُمْ “Lalu mereka menyerunya,” agar menolong mereka atau menyelamatkan mereka dari azab Allah barang sedikit, ﮋ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ “namun sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka.” Maka saat itu orang-orang kafir mengetahui bahwa me-reka adalah orang-orang yang dusta, yang berhak mendapat siksa; وَرَأَوُا الْعَذَابَ “dan mereka melihat azab,” yaitu yang akan menimpa mereka. Mereka melihatnya dengan mata kepala setelah mereka sebelumnya mendustakan dan mengingkarinya. لَوْ أَنَّهُمْ كَانُوا يَهْتَدُونَ “Kalau sekiranya dahulu mereka menerima petunjuk,” maka tentu me-reka tidak ditimpa azab yang pasti menimpa mereka, dan tentu mereka diberi petunjuk ke jalan menuju surga; sebagaimana me-reka mendapat petunjuk saat di dunia. Akan tetapi mereka tidak mencari petunjuk, maka dari itu mereka tidak diberi petunjuk.
Dan ingatlah dan ingatkan pula umatmu, wahai nabi Muhammad, tentang siksa yang akan dialami oleh orang-orang musyrik di akhirat kelak, yaitu pada hari ketika mereka berdiri di hadapan Allah untuk dimintakan pertanggungjawaban, dia menyeru mereka dengan panggilan yang menghinakan dan berfirman, ‘di manakah sembahan-sembahan yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu-ku yang dahulu kamu sangka sebagai tuhan-tuhan yang akan membela dan menolong kamu”63. Mendengar pertanyaan itu, orang-orang yang sudah pasti akan mendapatkan hukuman Allah, yaitu para pemimpin kaum kafir, berkata, ‘ya tuhan pemelihara dan pelimpah aneka nikmat kepada kami, kami mengaku bahwa mereka inilah orang-orang yang dahulu kami sesatkan itu, melalui ucapan, tindakan dan keteladanan kami. Dengan mengharap akan dibebaskan atau diringankan dari siksa mereka melontarkan pengakuan dengan berkata, ‘kami mengaku telah menyesatkan mereka sebagaimana kami sendiri sesat. Tetapi hal itu karena mereka sendiri telah memilih dan menerima kekufuran sebagaimana halnya kami. Pada hari ini, kami menyatakan kepada engkau berlepas diri dari segala sesuatu tentang mereka, dan juga dari kekufuran yang mereka pilih di dunia. Mereka sekali-kali tidak menyembah atau menaati kami, tetapi mereka menyembah dan menuruti hawa nafsu mereka sendiri. ‘.
Al-Qashash Ayat 62 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Qashash Ayat 62, Makna Al-Qashash Ayat 62, Terjemahan Tafsir Al-Qashash Ayat 62, Al-Qashash Ayat 62 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Qashash Ayat 62
Tafsir Surat Al-Qashash Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88