Tafsir Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 15 ق Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{49} Al-Hujurat / الحجرات الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ الذاريات / Adh-Dhariyat {51}

Tafsir Al-Qur’an Surat Qaf ق (Qaaf) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 50 Tafsir ayat Ke 15.

Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 15

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ ۚ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ ﴿١٥﴾

a fa ‘ayīnā bil-khalqil-awwal, bal hum fī labsim min khalqin jadīd

QS. Qaf [50] : 15

Arti / Terjemah Ayat

Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak) bahkan mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Apakah Kami merasa letih dengan penciptaan makhluk yang pertama yang telah Kami ciptakan dari tidak ada? Apakah Kami pun merasa letih untuk mengembalikan mereka untuk dijadikan makhluk yang baru sesudah matinya? Kami tidak merasa letih akan hal itu, bahkan Kami mampu untuk melakukannya. Akan tetapi mereka masih dalam keraguan terhadap penciptaan baru.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Qaf:15)

Yaitu apakah Kami mereka anggap tidak mampu untuk memulai penciptaan hingga mereka meragukannya.

Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru. (Qaf: 15)

Makna yang dimaksud ialah permulaan penciptaan tidaklah membuat Kami letih, sedangkan mengembalikannya seperti semula adalah hal yang jauh lebih mudah daripada penciptaan yang pertama kali. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah. (Ar-Rum: 27)

Dan firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya yang pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin: 78-79)

Dalam hadis sahih telah disebutkan:

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman, “Anak Adam menyakiti-Ku, dia mengatakan bahwa Aku tidak akan dapat mengembalikannya (hidup lagi) seperti pada permulaan Aku menciptakannya, padahal permulaan penciptaan itu tidaklah lebih mudah daripada mengembalikannya.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Kemudian Allah جَلَّ جَلالُهُ beristidlal dengan penciptaan pertama untuk penciptaan yang lain (kebangkitan kembali nanti). Sebagaimana Allah جَلَّ جَلالُهُ menciptakan mereka dari ketiadaan, Allah جَلَّ جَلالُهُ juga akan mengembalikan mereka lagi setelah mereka mati dan setelah mereka menjadi bangkai yang hancur. Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman, {أَفَعَيِينَا} “Maka apakah Kami letih,” apakah Kami lemah dan tidak mampu, {بِالْخَلْقِ الأوَّلِ} “dengan penciptaan yang pertama,” tidaklah demikian halnya. Kami tidak lemah dan letih untuk hal itu dan mereka sendiri pun tidak meragukan hal itu, hanya saja بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ “sebenarnya mereka dalam keadaan raguragu tentang penciptaan yang baru (nanti itu).” Inilah yang membuat mereka ragu dan tidak jelas halnya, padahal sebenarnya tidak ada tempat bagi ketidakjelasan, sebab mengembalikan itu tentu lebih mudah daripada memulai, sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah جَلَّ جَلالُهُ,

{وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ}

“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagiNya.” (Rum: 27).

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Maka apakah kami letih yakni tidak mampu lagi melakukan penciptaan dengan sebab telah melakukan penciptaan yang pertama’ sama sekali kami tidak letih! kami mampu untuk menciptakan yang baru dan itu lebih mudah bagi kami. Sesungguhnya bahkan mereka, orang kafir itu, dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru, yakni membangkitkan manusia setelah kematiannya. 16. Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah maha mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.


Qaf Ayat 15 Arab-Latin, Terjemah Arti Qaf Ayat 15, Makna Qaf Ayat 15, Terjemahan Tafsir Qaf Ayat 15, Qaf Ayat 15 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Qaf Ayat 15


Tafsir Surat Qaf Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45