Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nisa Ayat 147 النساء Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{3} Ali ‘Imran / آل عمران الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ المائدة / Al-Maidah {5}

Tafsir Al-Qur’an Surat An-Nisa النساء (Wanita) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 4 Tafsir ayat Ke 147.

Al-Qur’an Surah An-Nisa Ayat 147

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا ﴿١٤٧﴾

mā yaf’alullāhu bi’ażābikum in syakartum wa āmantum, wa kānallāhu syākiran ‘alīmā

QS. An-Nisa [4] : 147

Arti / Terjemah Ayat

Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Allah tidak akan menyiksa kalian bila kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berbuat kebaikan. Sesungguhnya Allah Mahakaya dari siapa pun. Allah hanya menyiksa hamba-hamba-Nya karena dosa-dosa mereka. Allah berterima kasih kepada hamba-hamba-Nya atas ketaatan mereka kepada-Nya dan Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Selanjutnya Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman memberitahukan tentang sifat Mahakaya-Nya, bahwa Dia tidak memerlukan selain diri-Nya, dan sesungguhnya Dia mengazab hamba-hamba-Nya hanyalah karena dosa-dosa mereka sendiri.

Untuk itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berfirman:

Mengapa Allah akan menyiksa kalian, jika kalian bersyukur dan beriman?

Yaitu jika kalian memperbaiki amal perbuatan dan beriman kepada Allah serta Rasul-Nya.

Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

Maksudnya, barang siapa yang bersyukur kepada-Nya, maka Dia membalas rasa syukurnya itu, dan barang siapa yang beriman, maka Allah menerima imannya. Allah mengetahuinya dan kelak akan membalasnya dengan pahala yang berlimpah.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Kemudian Allah جَلَّ جَلالُهُ mengabarkan tentang kesempurnaan kekayaanNya dan luasnya kasih sayangNya, rahmatNya dan kebaikanNya dalam FirmanNya, مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ “Mengapa Allah جَلَّ جَلالُهُ akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?” Dan kenyataannya bahwa Allah جَلَّ جَلالُهُ memang Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Dia memberi pahala yang banyak dan kebaikan yang luas kepada orang-orang yang bersabar menanggung beban berat karenaNya dan orang-orang yang tekun beramal. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah جَلَّ جَلالُهُ, niscaya Allah جَلَّ جَلالُهُ akan memberikan hal yang terbaik darinya. Di samping itu Allah جَلَّ جَلالُهُ Maha Mengetahui lahiriyah kalian, batin kalian dan perbuatan-perbuatan kalian serta apa yang nampak darinya berupa keikhlasan, kejujuran, atau hal yang berlawanan dengan itu. Dan Allah جَلَّ جَلالُهُ menghendaki agar kalian bertaubat, berserah diri, dan kembali kepadaNya. Bila kalian berserah diri kepadaNya, lalu bagaimana mungkin Allah جَلَّ جَلالُهُ akan menyiksa kalian? Karena sesungguhnya Allah جَلَّ جَلالُهُ tidaklah mengambil balas dengan menyiksa kalian dan tidak mengambil manfaat dengan menghukum kalian. Akan tetapi seseorang yang bermaksiat tidaklah melakukan kemudharatan kecuali untuk dirinya sendiri, sebagaimana perbuatan seorang yang taat adalah untuk dirinya sendiri, sedang syukur itu adalah ketundukan hati, pengakuannya akan karunia Allah جَلَّ جَلالُهُ, pujian lisan atas Dzat yang disyukuri, perbuatan anggota tubuh dengan ketaatan kepadaNya, dan tidak mempergunakan kenikmatan dariNya untuk bermaksiat kepadaNya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Apa yang dilakukan, yaitu apa manfaat yang Allah dapatkan dengan memberikan hukuman dan siksaan terhadap kamu, jika kamu bersyukur dan beriman kepada-Nya’ sama sekali tidak ada. Dan Allah selamanya, dari dahulu hingga kini dan masa akan datang, maha mensyukuri orangorang yang beriman dan beramal saleh dan memberi ganjaran kepada mereka, maha mengetahui apa yang mereka lakukan dan yang tersimpan di dalam hati merekapada ayat sebelumnya Allah menerangkan orang-orang munafik dan keburukan sifat mereka. Uraian itu dapat menimbulkan kebencian dan mengundang caci maki dari kalangan kaum muslim. Maka ayat ini memberikan tuntunan kepada kaum muslim terkait dengan kata-kata yang buruk. Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali diucapkan secara terpaksa oleh orang yang dizalimi; dalam keadaan itu dibenarkan baginya mengucapkannya dalam batasbatas tertentu. Dan Allah maha mendengar, ucapan yang baik maupun yang buruk, yang diucapkan secara rahasia maupun terang-terangan, lagi maha mengetahui, segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya.


An-Nisa Ayat 147 Arab-Latin, Terjemah Arti An-Nisa Ayat 147, Makna An-Nisa Ayat 147, Terjemahan Tafsir An-Nisa Ayat 147, An-Nisa Ayat 147 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan An-Nisa Ayat 147


Tafsir Surat An-Nisa Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | 105 | 106 | 107 | 108 | 109 | 110 | 111 | 112 | 113 | 114 | 115 | 116 | 117 | 118 | 119 | 120 | 121 | 122 | 123 | 124 | 125 | 126 | 127 | 128 | 129 | 130 | 131 | 132 | 133 | 134 | 135 | 136 | 137 | 138 | 139 | 140 | 141 | 142 | 143 | 144 | 145 | 146 | 147 | 148 | 149 | 150 | 151 | 152 | 153 | 154 | 155 | 156 | 157 | 158 | 159 | 160 | 161 | 162 | 163 | 164 | 165 | 166 | 167 | 168 | 169 | 170 | 171 | 172 | 173 | 174 | 175 | 176