| {38} Shad / ص | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | غافر / Ghafir {40} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Az-Zumar الزمر (Rombongan-Rombongan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 39 Tafsir ayat Ke 10.
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَـٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿١٠﴾
qul yā ‘ibādillażīna āmanuttaqụ rabbakum, lillażīna aḥsanụ fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa arḍullāhi wāsi’ah, innamā yuwaffaṣ-ṣābirụna ajrahum bigairi ḥisāb
QS. Az-Zumar [39] : 10
Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
Katakanlah (wahai nabi) kepada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya: Takutlah kalian kepada Rabb kalian dengan menaati-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini dengan beribadah kepada Rabb mereka dan menaati-Nya kebaikan di akhirat, yaitu surga dan kebaikan di dunia berupa kesehatan, rizki, kemenangan dan sebagainya. Bumi Allah luas, maka berhijrahlah kalian ke tempat di mana kalian bisa menyembah Rabb kalian dan memungkinkan kalian untuk menegakkan agama kalian. Orang-orang yang sabar hanya diberi pahala di akhirat tanpa batasan, hitungan dan kadar. Ini adalah pengagungan terhadap balasan bagi orang-orang yang sabar dan pahala mereka.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar terus-menerus mengerjakan ketaatan kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya:
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. (Az-Zumar: 10)
Yakni bagi orang yang mengerjakan amal baik di dunia ini pahala kebaikan baginya di dunia dan akhiratnya.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dan bumi Allah itu adalah luas. (Az-Zumar: 10)
Mujahid mengatakan bahwa karena itu berhijrahlah kalian padanya, berjihadlah dan pisahkanlah diri kalian dari berhala-berhala.
Syuraik telah meriwayatkan dari Mansur, dari Ata sehubungan dengan makna firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى: Dan bumi Allah itu adalah luas. (Az-Zumar: 10) Karena itu, apabila kalian diseru untuk melakukan perbuatan durhaka, larilah kalian darinya. Kemudian ia membaca firman-Nya: Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu. (An-Nisa: 97)
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10)
Al-Auza’iy mengatakan bahwa pahala mereka tidak ditukar ataupun ditimbang melainkan diberikan secara borongan tanpa perhitungan.
Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala mereka tidak diperhitungkan melainkan ditambah terus-menerus
As-Saddi menyatakan sehubungan dengan firman-Nya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az-Zumar: 10) Yakni kelak di surga.
Artinya, katakanlah dengan menyeru manusia-manu-sia termulia, yaitu orang-orang yang beriman, dan dengan meme-rintah mereka melakukan perintah-perintah yang paling utama, yaitu takwa, sambil mengingatkan mereka akan faktor penyebab yang bisa menimbulkan takwa, yaitu rububiyah Allah dan pelim-pahan karuniaNya kepada mereka yang berkonsekuensi mereka harus bertakwa kepadaNya. Termasuk di dalamnya adalah iman yang telah Allah karuniakan kepada mereka, karena sesungguh-nya iman menimbulkan takwa. Itu sama dengan ungkapan: Wahai orang yang pemurah, bersedekahlah! Wahai si pemberani, berpe-ranglah! Dan Allah menjelaskan juga kepada mereka pahala yang dapat merangsang (memicu) mereka di dunia, seraya berfirman, {لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا} “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mem-peroleh,” karena ibadah mereka kepada Tuhannya, {حَسَنَة} “kebaikan,” berupa rizki yang banyak, jiwa yang tenang dan hati yang lapang, sebagaimana Firman Allah جَلَّ جَلالُهُ,
{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً}
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri-kan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97).
{وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ} “Dan bumi Allah itu adalah luas,” apabila kalian dihalang-halangi untuk beribadah di suatu tempat, maka berhijrah-lah ke tempat lain agar bisa beribadah kepada Rabb kalian di sana dan agar kalian bisa menegakkan agama kalian. Dan tatkala Allah mengatakan, {لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ} “Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan,” mungkin bagi sebagian jiwa kalimat ini mempunyai celah, yaitu bahwa nash ini bermakna umum, yang berarti bahwa siapa saja yang berbuat baik (ihsan) maka di dunia ini ia mendapat kebaikan; lalu bagaimana dengan orang yang beriman yang berada di negeri yang di sana ia ditindas, dihinakan, apakah ia tidak akan memperoleh kebaikan pula? Maka kemungkinan pengertian seperti ini ditolak oleh Allah dengan FirmanNya, {وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ} “Dan bumi Allah itu adalah luas.” Dan di sini ada kabar gembira yang diutarakan oleh Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَdengan sabdanya,
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللّٰهِ وَهُمْ عَلَى ذٰلِكَ.
“Akan selalu ada segolongan dari umatku yang berada di atas ke-benaran sebagai orang-orang yang menang, dan orang yang tidak mem-pedulikan mereka sama sekali tidak membahayakan mereka dan tidak pula orang yang menyelisihi mereka, hingga datang ketentuan Allah sedangkan mereka tetap demikian.”
Ayat di atas mengisyaratkan kepada hadits ini dan dari dekat memang itu yang dimaksud olehnya, yaitu bahwasanya Allah جَلَّ جَلالُهُmengabarkan bahwa bumi Allah ini luas sekali; maka bagaimana-pun kalian dicegah dari ibadah kepada Allah di suatu negeri, maka berhijrahlah ke tempat yang lain. Ini adalah umum, berlaku pada setiap masa dan tempat. Maka setiap orang yang berhijrah harus mempunyai tempat berlindung yaitu kaum Muslimin yang bisa mengayominya dan tempat yang mungkin bisa untuk menegakkan agama Allah.
{إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ} “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” Ini berlaku umum dalam semua bentuk sabar: Sabar dalam menerima takdir-takdir Allah yang menyakitkan, dengan tidak menggerutu karena-nya, sabar dalam menghindari maksiat terhadapNya sehingga tidak melakukannya, dan sabar dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya sehingga dilaksanakan dengan baik. Maka Allah menjanjikan kepada orang-orang yang sabar pahala untuk mereka yang tak terhingga. Maksudnya, tanpa batas, tanpa hitungan ataupun kadar. Semua itu tidak lain adalah karena keutamaan sabar dan keduduk-annya di sisi Allah, dan sesungguhnya sabar itu menjadi penolong atas segala perkara.
Sangatlah jauh perbedaan antara orang mukmin dengan orang kafir. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada orang mukmin bahwa Allah berfirman, ‘wahai hamba-hamba-ku yang beriman! bertakwalah kepada tuhanmu, taatilah perintah-Nya, dan ikutilah rasul-Nya. ‘ bagi orang-orang yang berbuat baik dan taat pada perintah Allah, di dunia ini akan memperoleh kebaikan dan kehidupan di suatu tempat yang sejahtera. Dan bila kesejahteraan dan kebebasanmu beribadah terganggu, sungguh bumi Allah itu luas, maka berhijrahlah ke tempat yang lebih baik (lihat pula: surah an-nis’/4: 97). Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya oleh Allah tanpa batas. ’11-12. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, ‘sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan tulus dan penuh ketaatan, berserah diri hanya kepada-Nya, dan konsisten dalam melaksanakan ajaran agama. Dan aku pun diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri, patuh, dan tunduk kepada-Nya. ‘.
Az-Zumar Ayat 10 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zumar Ayat 10, Makna Az-Zumar Ayat 10, Terjemahan Tafsir Az-Zumar Ayat 10, Az-Zumar Ayat 10 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zumar Ayat 10
Tafsir Surat Az-Zumar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75