| {38} Shad / ص | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | غافر / Ghafir {40} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Az-Zumar الزمر (Rombongan-Rombongan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 39 Tafsir ayat Ke 75.
وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٧٥﴾
wa taral-malā`ikata ḥāffīna min ḥaulil-‘arsyi yusabbiḥụna biḥamdi rabbihim, wa quḍiya bainahum bil-ḥaqqi wa qīlal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
QS. Az-Zumar [39] : 75
Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Dan kamu melihat (wahai Nabi) para malaikat mengelilingi ‘Arsy Allah yang Maha Pengasih, mereka menycikan Rabb mereka dari segala apa yang tidak layak dengan-Nya. Dan Allah menetapkan keputusan-Nya di antara makhluk-makhluk-Nya dengan kebenaran dan keadilan, lalu Dia mengizinkan orang-orang yang beriman untuk tinggal di surga, dan orang-orang yang kafir di neraka. Dikatakan: Segala puji bagi Allah Rabbul Alamin atas keputusan-Nya di antara penghuni surga dan penduduk neraka, pujian karena karunia dan kebaikan-Nya, pujian karena keadilan dan hikmah-Nya.
Setelah menyebutkan keputusan-Nya terhadap ahli surga dan ahli neraka, bahwa Dia telah menempatkan masing-masing orang di tempat yang layak baginya. Dia adalah Tuhan Yang Mahaadil dan tidak pernah zalim dalam keputusan-Nya. Lalu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى menceritakan perihal malaikat-malaikat-Nya, bahwa mereka melingkar di sekitar ‘Arasy membentuk lingkaran di sekitar ‘Arasy yang agung, seraya bertasbih dan memuji Tuhannya dan mengagungkan-Nya serta menyucikan-Nya dari segala bentuk kekurangan dan kezaliman. Sedangkan Allah saat itu telah menyelesaikan peradilan-Nya dan memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Nya dengan adil. Karena itu, disebutkanlah oleh firman-Nya:
dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil. (Az-Zumar: 75)
Yakni di antara semua makhluk dengan adil. Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:
dan diucapkan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Az-Zumar: 75)
Yaitu semua alam, baik yang berbicara maupun yang tidak dapat berbicara, semuanya dapat berbicara mengungkapkan pujian mereka kepada Allah Tuhan seru sekalian alam atas keputusan dan keadilanNya. Karena itulah maka diungkapkan dengan kalimat pasif dan tidak disandarkan kepada seorang pun, bahkan dimutlakkan. Hal ini menunjukkan bahwa semua makhluk menyaksikan bahwa Allah berhak dipuji atas semuanya itu.
Qatadah mengatakan bahwa Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memulai penciptaan-Nya dengan hamdalah, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:
Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi. (Al-An’am: 1)
Dan mengakhirinya dengan pujian pula, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Az-Zumar: 75)
وَتَرَى الْمَلائِكَةَ “Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat” wahai orang yang melihat pada hari yang agung itu حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ “berlingkar di sekeliling Arasy,” maksudnya, mereka berkhidmah kepada Rabbnya dan berkumpul di sekitar Arasy dengan rasa tunduk karena kebesaranNya sambil mengakui kesempurnaanNya, tenggelam dalam keindahanNya. Mereka يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ “bertasbih sambil memuji RabbNya,” maksudnya, mereka menyucikanNya dari segala apa yang tidak pantas dengan kebesaranNya dari hal-hal yang disandarkan oleh kaum musyrikin kepadaNya dan apa-apa yang tidak mereka nisbatkan.
وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ “Dan diberi putusan di antara mereka,” maksudnya, di antara segenap umat manusia yang terdahulu dan yang kemudian, بِالْحَقِّ “dengan haq (adil),” yang tidak ada kesamaran padanya dan tidak pula ada pengingkaran dari orang-orang yang sudah diputuskan dengan benar itu.
وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ “Dan diucapkan, ‘Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam’.” Di sini tidak disebutkan siapa yang mengucapkan kalimat ini, agar mengisyaratkan kepada bahwa seluruh makhluk berbicara dengan pujian Rabbnya dan hikmahNya atas keputusan yang telah Dia putuskan atas para penghuni surga dan para penghuni neraka, sebagai pujian karunia dan ihsan, pujian keadilan dan hikmah (kebijaksanaan).
Dan engkau, wahai nabi Muhammad, akan melihat malaikat-mala-ikat melingkar di sekeliling ‘arsy, bertasbih secara terus-menerus sambil memuji tuhannya; lalu setelah itu diberikan keputusan yang pasti di antara mereka hamba-hamba Allah itu secara adil, dan dikatakan kepada mereka ucapan sanjungan, ‘al’amdulill’hi rabbil ”lam’n’, segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam. ‘1. ” m’m, hanya Allah yang mengetahui maksudnya.
Az-Zumar Ayat 75 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zumar Ayat 75, Makna Az-Zumar Ayat 75, Terjemahan Tafsir Az-Zumar Ayat 75, Az-Zumar Ayat 75 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zumar Ayat 75
Tafsir Surat Az-Zumar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75