| {53} An-Najm / النجم | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | الرحمن / Ar-Rahman {55} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Al-Qamar القمر (Bulan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 54 Tafsir ayat Ke 37.
وَلَقَدْ رَاوَدُوهُ عَنْ ضَيْفِهِ فَطَمَسْنَا أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُوا عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿٣٧﴾
wa laqad rāwadụhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a’yunahum fa żụqụ ‘ażābī wa nużur
QS. Al-Qamar [54] : 37
Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!
Sesungguhnya, mereka telah meminta kepadanya agar mereka melakukan perbuatan yang keji terhadap tamunya (yang merupakan malaikat) lalu Kami butakan mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat sedikit pun. Maka, rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku yang telah diperingatkan kepada mereka oleh Luth.
Firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). (Al-Qamar: 37)
Demikian itu terjadi di malam kedatangan Malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil kepada Lut a.s. dalam rupa laki-laki yang tampan sebagai ujian buat kaum Lut. Maka Nabi Lut menerima mereka sebagai tamu-tamunya dan mempersilakannya masuk ke rumahnya. Akan tetapi, istri Lut yang sudah tua lagi berwatak buruk mengirim berita kepada kaumnya tentang tamu-tamu yang menginap di rumahnya, bahwa mereka tampan-tampan. Akhirnya kaum Lut dari segala penjuru bergegas datang ke rumah Lut dan menyerbu rumahnya. Maka Nabi Lut mengunci pintu rumahnya sehingga terjadilah dorong-mendorong pintu. Akhirnya mereka berupaya untuk mendobrak pintu rumah Lut; hal ini terjadi pada petang harinya, sedangkan Lut a.s. menolak pintu dan menghalang-halangi mereka agar jangan sampai melihat tamu-tamunya, dan Lut berkata kepada mereka sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:
Inilah putri-putri (negeri)ku. (Al-Hijr: 71)
Maksudnya, kaum wanita mereka.
(kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal). (Al-Hijr: 71)
Dalam ayat lainnya disebutkan pula:
Mereka menjawab, “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu. (Hud: 79)
Yakni kami tidak berselera terhadap mereka dan tidak mempunyai keinginan mengawini mereka.
dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki. (Hud: 79)
Ketika keadaan sangat genting dan mereka tidak dapat ditahan lagi melainkan pasti masuk dan dapat mendobrak pintu itu, maka keluarlah Malaikat Jibril dan memukul mata mereka dengan ujung sayapnya, hingga mata mereka semuanya buta. Menurut suatu pendapat, maka mereka semuanya masuk melesak ke dalam wajah mereka. Dan menurut pendapat lain, mata mereka hilang sama sekali, lalu mereka pulang ke rumah masing-masing seraya meraba-raba tembok-tembok rumah-rumah mereka seraya mengancam Lut a.s. di pagi harinya nanti.
33-40. “Kaum Luth pun telah mendustakan,” Luth ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera mendatangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah memerintahkan Jibril, kemudian Jibril mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah.
“Maka mereka membantah ancaman-ancaman.” “Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka),” Allah membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Puncak keingkaran kaum nabi lut adalah kebiasaan mereka berhubungan seksual sesama jenis. Suatu hari nabi lut kedatangan tamu pria. Mereka pun bergegas ke rumah nabi lut. Dan sungguh, mereka telah membujuknya agar menyerahkan tamunya itu kepada mereka untuk diajak berhubungan seksual, lalu kami butakan mata mereka akibat kedurhakaan ini, maka rasakanlah betapa pedih azab-ku dan peringatan-ku!38-39. Tidak hanya membutakan mata mereka, Allah juga menimpakan kepada mereka azab yang lebih pedih. Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap sehingga binasalah mereka semua. Maka rasakanlah betapa pedihnya azab-ku dan bukti dari peringatan-ku!.
Al-Qamar Ayat 37 Arab-Latin, Terjemah Arti Al-Qamar Ayat 37, Makna Al-Qamar Ayat 37, Terjemahan Tafsir Al-Qamar Ayat 37, Al-Qamar Ayat 37 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Al-Qamar Ayat 37
Tafsir Surat Al-Qamar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55