Tafsir Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 49 الزمر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{38} Shad / ص الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ غافر / Ghafir {40}

Tafsir Al-Qur’an Surat Az-Zumar الزمر (Rombongan-Rombongan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 39 Tafsir ayat Ke 49.

Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 49

فَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ﴿٤٩﴾

fa iżā massal-insāna ḍurrun da’ānā ṡumma iżā khawwalnāhu ni’matam minnā qāla innamā ụtītuhụ ‘alā ‘ilm, bal hiya fitnatuw wa lākinna akṡarahum lā ya’lamụn

QS. Az-Zumar [39] : 49

Arti / Terjemah Ayat

Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Bila manusia ditimpa kesulitan dan kesusahan, dia memohon kepada Rabb-nya agar mengangkat darinya. Namun bila Kami telah mengangkatnya darinya dan menggantinya dengan kenikmatan dari Kami, maka dia akan kembali kafir kepada Rabb-nya dan mengingkari karunia-Nya. Dia berkata: Sesungguhnya apa yang aku dapatkan ini karena Allah mengetahui bahwa aku memang layak dan berhak. Tidak demikian, sebaliknya ia adalah ujian dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, agar Dia mengetahui siapa yang syukur dan siapa yang kufur dari mereka. Tapi kebanyakan dari mereka (karena kebodohan dan dugaan buruk mereka) tidak menyadari bahwa hal itu merupakan istidraj dari Allah bagi mereka, dan ujian dari-Nya untuk mensyukuri nikmat?

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ menceritakan perihal watak manusia, bahwa di kala sedang susah manusia itu memohon kepada Allah dengan berendah diri, ia kembali kepada-Nya dan memohon kepada-Nya agar dibebaskan dari penderitaannya. Tetapi apabila ia mendapat nikmat dari-Nya, maka lupalah dia kepada Allah dan bersikap angkuh dan melampaui bataslah ia, lalu ia mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku. (Az-Zumar: 49)

Yakni karena Allah mengetahui bahwa diriku berhak untuk menerimanya; seandainya aku tidak mempunyai kedudukan yang khusus di sisi Allah, tentulah Dia tidak akan memberiku nikmat ini. Menurut Qatadah, makna ayat ialah sesungguhnya aku diberi ini hanyalah karena kepandaian yang kumiliki. Maka dalam firman berikutnya dijawab oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎:

Sebenarnya itu adalah ujian. (Az-Zumar: 49)

Yaitu keadaan yang sebenarnya tidaklah seperti yang diduga, bahkan nikmat yang Kami berikan kepadanya hanyalah semata-mata sebagai ujian Kami terhadapnya, apakah dia menjadi orang yang taat sesudahnya ataukah menjadi orang yang durhaka, walaupun akibatnya sudah Kami ketahui. Pada dasarnya nikmat itu merupakan cobaan.

tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (Az-Zumar: 49)

Karena itulah mereka mengeluarkan kata-kata tersebut dan berani mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah جَلَّ جَلالُهُ mengabarkan tentang kondisi dan tabiat manusia, yaitu apabila ia ditimpa hal yang membahayakan, seperti penyakit, kesempitan atau kesusahan دَعَانَا “ia menyeru Kami” dengan merengek-rengek (sangat serius) untuk membebaskan diri dari apa yang menimpanya, ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا “kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami,” Kami mengangkat bahaya yang menimpanya dan Kami hilangkan kesulitannya, maka ia kembali kafir kepada Rabbnya dan mengingkari kebaikanNya dan malah قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ “ia berkata, ‘Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah berdasarkan pengetahuan’.” Maksudnya, pengetahuan Allah bahwasanya aku memang ahlinya dan aku berhak mendapatkannya, sebab aku sangat pemurah dengan harta tersebut; atau karena kepintaranku akan cara-cara memperolehnya. Allah جَلَّ جَلالُهُ berfirman, بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ “Sebenarnya itu adalah ujian” yang dengannya Allah menguji hamba-hambaNya agar Dia melihat siapa yang bersyukur kepadaNya dan siapa pula yang mengingkariNya. وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ “Tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui,” maka dari itu mereka menganggap ujian itu sebagai pemberian kebaikan yang murni, dan tidak jelas bagi mereka antara yang jelas baik dengan apa-apa yang kadang bisa menjadi sebab bagi kebaikan dan bisa menjadi sebab keburukan.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Setelah pada ayat-ayat yang lalu dilukiskan keadaan orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Allah, maka pada ayat-ayat berikut diungkap penyebab mengapa orang-orang tersebut melakukan pelanggaran itu. Maka apabila manusia ditimpa bahaya atau bencana dia akan menyeru kami meminta pertolongan, kemudian sebaliknya, apabila kami berikan nikmat kami kepadanya, dia akan berkata, ‘sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena ilmu dan kepin-taranku sendiri. ‘ sebenarnya tidaklah seperti yang dia duga, nikmat itu sendiri adalah ujian dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui dan tidak menyadarinya. 50. Sikap yang tergambar di atas bukan hanya dimiliki oleh orang-orang musyrik mekah, tetapi juga oleh orang-orang yang jauh sebelum mereka. Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka, yaitu qarun pada masa nabi musa, pun telah mengatakan hal itu juga (lihat: surah al-qa’a’/28: 78), maka oleh sebab itu, tidak berguna lagi bagi me-reka sedikit pun apa yang dahulu mereka kerjakan di kehidupan dunia.


Az-Zumar Ayat 49 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zumar Ayat 49, Makna Az-Zumar Ayat 49, Terjemahan Tafsir Az-Zumar Ayat 49, Az-Zumar Ayat 49 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zumar Ayat 49


Tafsir Surat Az-Zumar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75