Tafsir Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 62 الزمر Lengkap Arti Terjemah Indonesia

{38} Shad / ص الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ غافر / Ghafir {40}

Tafsir Al-Qur’an Surat Az-Zumar الزمر (Rombongan-Rombongan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 39 Tafsir ayat Ke 62.

Al-Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 62

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ ﴿٦٢﴾

allāhu khāliqu kulli syai`iw wa huwa ‘alā kulli syai`iw wakīl

QS. Az-Zumar [39] : 62

Arti / Terjemah Ayat

Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.

Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Allah adalah Pencipta segala sesuatu seluruhnya, Rabb, Pemilik dan Pengaturnya. Dia Maha Menjaga segala sesuatu, mengatur segala urusan makhluk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-Azhim)

Lihat tafsir ayat 63

Tafsir as-Sa’di (Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan)

Allah جَلَّ جَلالُهُ mengabarkan tentang keagungan dan kesempurnaanNya yang memastikan kerugian siapa saja yang kafir kepadaNya, seraya berfirman, اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ “Allah menciptakan segala sesuatu.” Ungkapan ini dan yang serupa dengannya yang banyak sekali di dalam al-Qur`an menunjukkan bahwa segala sesuatu, selain Allah, adalah makhluk (diciptakan). Maka di dalamnya terkandung bantahan terhadap orang yang berpendapat (meyakini) qadim (tidak bermula)nya sebagian makhluk, seperti kaum filosuf yang meyakini qadimnya bumi dan langit; dan seperti orang-orang yang meyakini qadimnya ruh dan keyakinan-keyakinan ahlul batil lainnya yang mengandung makna menanggalkan sang Khaliq dari ciptaanNya.

Dan kalamullah (Firman Allah) tidak termasuk sesuatu yang diciptakan, sebab kalamullah adalah sifat yang berfirman, sedangkan Allah جَلَّ جَلالُهُ dengan nama-nama dan sifat-sifatNya Mahaawal yang tidak ada sesuatu apa pun sebelumNya. Maka, kaum Mu’tazilah yang berargumen dengan ayat ini dan ayat-ayat lainnya (atas keyakinan mereka) bahwa kalamullah itu makhluk adalah merupakan kebodohan yang paling besar, sebab sesungguhnya Allah جَلَّ جَلالُهُ tetap dan senantiasa dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, Dia tidak pernah menciptakan satu sifat pun dari sifat-sifatNya dan juga tidak pernah tertanggalkan dariNya sesaat pun.

Yang menjadi inti dari ini semua adalah bahwasanya Allah جَلَّ جَلالُهُ telah memberitahu tentang DiriNya yang mulia bahwasanya Dia adalah Pencipta seluruh alam atas dan alam bawah, dan bahwa sesungguhnya Dia عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ “memelihara segala sesuatu.” Penjagaan yang sempurna itu harus ada ilmu dari sang Penjaga terhadap segala apa yang diserahkan kepadaNya dan harus menguasai segala perinciannya, dan juga harus ada kuasa (kemampuan) yang sempurna atas apa yang diserahkan kepadaNya, dan harus ada hikmah dan pengetahuan akan cara-cara mengatur untuk mengatur dan mengurusnya menurut apa yang terlaik. Sebab, penjagaan tidak akan bisa terlaksana kecuali dengan adanya itu semua. Maka adanya kekurangan yang sedikit sekalipun dariNya, merupakan kekurangan (kelemahan) di dalam penjagaan tersebut. Dan sudah merupakan hal yang sudah dimaklumi secara pasti bahwasanya Allah جَلَّ جَلالُهُ Suci dari segala kekurangan dalam sifat-sifatNya. Maka pemberitahuanNya bahwasanya Dia Memelihara segala sesuatu menunjukkan pada cakupan ilmu pengetahuanNya terhadap segala sesuatu, kesempurnaan KuasaNya dalam mengatur, kesempurnaan pengendalianNya dan kesempurnaan hikmahNya yang dengannya Dia menempatkan segala sesuatu masing-masing pada tempatnya.

Tafsir Ringkas Kemenag (Kementrian Agama Republik Indonesia)

Pada ayat-ayat yang lalu digambarkan kemahakuasaan Allah menjatuhkan sanksi bagi orang yang durhaka, dan melimpahkan anugerah bagi orang yang taat. Pada ayat-ayat berikut, Al-Qur’an merinci lebih detail tentang kemahakuasaan Allah itu. Allah yang maha esa adalah pencipta segala sesuatu dan hanya dia sajalah, tidak ada yang lain, maha pemelihara atas segala sesuatu itu. 63. Dan milik-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir yakni ingkar terhadap ayat-ayat Allah dan memperolok-olokkannya, mereka itulah orang yang mengalami kerugian.


Az-Zumar Ayat 62 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zumar Ayat 62, Makna Az-Zumar Ayat 62, Terjemahan Tafsir Az-Zumar Ayat 62, Az-Zumar Ayat 62 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zumar Ayat 62


Tafsir Surat Az-Zumar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75