| {38} Shad / ص | الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ | غافر / Ghafir {40} |
Tafsir Al-Qur’an Surat Az-Zumar الزمر (Rombongan-Rombongan) lengkap dengan tulisan arab latin, arti dan terjemah Bahasa Indonesia. Surah ke 39 Tafsir ayat Ke 7.
إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿٧﴾
in takfurụ fa innallāha ganiyyun ‘angkum, wa lā yarḍā li’ibādihil-kufr, wa in tasykurụ yarḍahu lakum, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, ṡumma ilā rabbikum marji’ukum fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta’malụn, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr
QS. Az-Zumar [39] : 7
Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).
Bila kalian (wahai manusia) kafir kepada Rabb kalian dan tidak beriman kepada-Nya, tidak mengikuti utusan-utusan-Nya, maka sesunguuhnya Allah Mahakaya terhadap kalian. Dia sama sekali tidak membutuhkan keimanan kalian, sebaliknya kalianlah yang membutuhkan-Nya. Dan Allah tidak meridhai kekufuran bagi hamba-hamba-Nya, akan tetapi Dia hanya meridhai disyukurinya kenikmatan-Nya atas mereka. Satu jiwa tidak memikul beban dosa jiwa yang lain. Kemudian tempat kembali kalian adalah kepada Rabb kalian, lalu Dia membalas kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian dan menghisab kalian atasnya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala rahasia jiwa dan apa yang disembunyikan oleh dada manusia.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman, menceritakan keadaan diri-Nya bahwa Dia Mahakaya dari selain-Nya, yakni dari semua makhluk. Seperti yang dikatakan oleh Musa a.s. yang disitir oleh firman-Nya:
Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. (Ibrahim: 8)
Didalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui salah satu hadisnya yang mengatakan:
Hai hamba-hamba-Ku, seandainya orang-orang yang pertama dan orang-orang yang terakhir dari kalian, dari jenis manusia dan jin, mereka semuanya durhaka sebagaimana seseorang yang paling durhaka di antara kalian, tidaklah hal tersebut mengurangi kerajaanKu barang sedikit pun.
Adapun firman Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى:
Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-hamba-Nya. (Az-Zumar: 7)
Artinya, Allah tidak menyukai kekufuran dan tidak memerintahkannya.
dan jika kamu bersyukur, niacaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu. (Az-Zumar: 7)
Yakni menyukai kalian jika bersyukur dan Dia akan menambahkan kepada kalian sebagian dari kemurahan-Nya.
dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Az-Zumar: 7)
Maksudnya, seseorang tidak dapat menanggung sesuatu dari orang lain barang sedikit pun, bahkan setiap orang yang dimintai pertanggungjawaban hanyalah ditanyai tentang urusan dirinya saja.
Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu. (Az-Zumar: 7)
Yakni tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى
{إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ} “Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu.” Artinya, kekafiran kalian tidak akan berpengaruh apa-apa terhadapNya dan Dia pun tidak beruntung karena ketaatan kalian. Semua perintah dan laranganNya kepada kalian adalah murni karunia dan kebaikanNya kepada kalian, {وَلا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ} “dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hambaNya” karena kesempurnaan karuniaNya terhadap mereka dan ilmuNya bahwa kekafiran akan menyengsarakan mereka dengan kesengsaraan yang mereka sama sekali tidak akan berbahagia sesudahnya, dan karena Dia menciptakan mereka untuk beribadah kepadaNya. Itu-lah tujuan yang karenanya Dia menciptakan manusia, maka Dia tidak ridha kalau mereka mengabaikan tujuan mereka diciptakan.
{وَإِنْ تَشْكُرُوا} “Dan jika kamu bersyukur” kepada Allah جَلَّ جَلالُهُdengan cara mengesakanNya dan memurnikan agama (ketaatan) kepada-Nya, {يَرْضَهُ لَكُمْ} “niscaya Dia meridhainya bagimu,” karena sifat rahmat-Nya kepada kalian dan kecintaanNya untuk melimpahkan karunia kepada kalian serta karena kalian mengerjakan tujuan kalian di-ciptakan. Sebagaimana Allah tidak akan dimudaratkan oleh kesyi-rikan kalian dan tidak pula beruntung karena amal dan tauhid kalian, maka demikian pula tiap orang dari kalian hanya akan memperoleh (balasan) amalnya sendiri-sendiri, yang baik atau yang buruk, {وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ } “dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Rabbmulah kem-balimu” pada Hari Kiamat, {فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ} “lalu Dia memberita-kan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Ini adalah berita yang telah diliputi oleh ilmu pengetahuan-Nya, telah dicatat oleh penaNya dan telah dicatat oleh para malaikat yang bertugas menjaga amal perbuatan kalian serta telah disaksi-kan oleh seluruh anggota badan kalian, lalu dia akan memberikan balasan kepada kalian sesuai dengan haknya masing-masing.
{إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ} “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada.” Maksudnya, mengetahui dada itu sendiri dan isinya, seperti sifat baik ataupun sifat buruk. Yang dimaksud dari semua ini adalah pemberitaan tentang pemberian balasan dengan seadil-adilnya.
Allah mahakuasa; dialah yang menguasai kerajaan langit dan bumi. Jadi, jika kamu tetap kafir maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mahakaya dan tidak memerlukanmu sehingga dia tidak akan rugi sedikit pun meski kamu ingkar. Dan dia, karena kasih sayangnya, tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya karena dia tidak ingin mereka merugikan diri sendiri. Jika kamu bersyukur dengan cara beribadah kepada-Nya dan menaati-Nya, dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain karena masing-masing bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Kemudian, kepada tuhanmulah tempat kembalimu di akhirat nanti untuk dihisab, lalu dia beritakan kepadamu balasan yang layak untukmu atas apa yang telah kamu kerjakan di dunia. Sungguh, dia maha mengetahui apa saja yang tersimpan dalam dada dan tebersit dalam hati. 8. Ayat ini berbicara tentang tabiat manusia. Dan apabila manusia ditimpa bencana, kesulitan, atau apa saja yang tidak menyenangkan, dia memohon pertolongan kepada tuhannya dengan kembali taat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Tetapi apabila dia memberikan nikmat, kekayaan, atau sesuatu yang menyenangkan kepadanya, dia lupa akan bencana yang pernah dia berdoa kepada Allah agar selamat darinya sebelum kenikmatan itu datang, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya, yaitu islam. Wahai nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, ‘bersenang-senanglah kamu sementara waktu dengan kekafiranmu itu sampai kematian menjemputmu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka di akhirat kelak. ‘.
Az-Zumar Ayat 7 Arab-Latin, Terjemah Arti Az-Zumar Ayat 7, Makna Az-Zumar Ayat 7, Terjemahan Tafsir Az-Zumar Ayat 7, Az-Zumar Ayat 7 Bahasa Indonesia, Isi Kandungan Az-Zumar Ayat 7
Tafsir Surat Az-Zumar Ayat: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75